<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215</id><updated>2011-08-28T19:18:24.333+07:00</updated><category term='Syamsul Arifin'/><category term='sorbitol'/><category term='matahari'/><category term='Sumatera Barat'/><category term='PRSU'/><category term='Cemara Asri'/><category term='dili'/><category term='LRCM'/><category term='afrika'/><category term='kudapan'/><category term='bangladesh'/><category term='bandarbaru'/><category term='landy'/><category term='liburan'/><category term='malpraktek'/><category term='Vihara'/><category term='BMG'/><category term='kudeta'/><category term='HELP'/><category term='jip'/><category term='Imlek'/><category term='tanaman'/><category term='ramos horta'/><category term='lotere'/><category term='kacang hijau'/><category term='thamrin  plaza'/><category term='nasabah'/><category term='sedarah'/><category term='obesitas'/><category term='penjara'/><category term='PHK'/><category term='Pilkadasu'/><category term='Sinabang'/><category term='kembar'/><category term='alfredo reinado'/><category term='germo'/><category term='punah'/><category term='brasil'/><category term='Medan PKS'/><category term='indian'/><category term='siklon'/><category term='malaysia'/><category term='halo'/><category term='Puting Beliung'/><category term='Simeuleu'/><category term='pematang siantar'/><category term='kongo'/><category term='vonis'/><category term='rezeki'/><category term='Gempa'/><category term='NAD'/><category term='pengacara'/><category term='diare'/><category term='nudis'/><category term='hasangapon'/><category term='Idola Cilik'/><category term='operasi'/><category term='nanggroe aceh darussalam'/><category term='suicide'/><category term='pengangguran'/><category term='pencahar'/><category term='greenpeace'/><category term='Purnama'/><category term='bunuh diri'/><category term='langka'/><category term='Langkat'/><category term='bunuh diri di thamrin plaza'/><category term='selangor'/><category term='Bengkulu'/><category term='piramid'/><category term='Kampanye'/><category term='anwar ibrahim'/><category term='menikah'/><category term='badai'/><category term='sawit'/><category term='bugil'/><category term='thamrin plaza'/><category term='mexico'/><category term='kurus'/><category term='series II'/><category term='Medan'/><category term='Pilkada'/><category term='kuliner'/><category term='trafficking'/><category term='hakim'/><category term='Cagubsu'/><category term='Panwaslih'/><category term='LSM'/><category term='Landong'/><category term='Aceh'/><category term='Pilgubsu'/><category term='Hujan Es'/><category term='makan-makan'/><category term='timor leste'/><category term='Sumut'/><category term='ekspor'/><category term='bunga'/><category term='kantor'/><category term='sitohang'/><category term='Tsunami'/><category term='Padang'/><category term='KPU'/><category term='gemuk'/><category term='Pemilu'/><category term='penis dukun'/><category term='polisi'/><category term='RCTI'/><category term='pembunuh'/><category term='hujan'/><category term='pelacuran'/><category term='kasus bunuh diri di thamrin plaza'/><category term='Gubernur'/><category term='makan enak'/><category term='aztec'/><category term='land rover'/><category term='deliserdang'/><category term='Buddha'/><category term='kerja'/><category term='hobby'/><category term='rasa sayange'/><category term='introver'/><category term='telanjang'/><category term='restorasi'/><category term='perampok'/><category term='Cap Go Meh'/><category term='pernikahan'/><category term='dokter'/><category term='anthurium'/><title type='text'>bisik-bisik</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>78</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-1149141932234694914</id><published>2010-11-30T14:44:00.006+07:00</published><updated>2010-12-09T17:52:35.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LRCM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='land rover'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Landong'/><title type='text'>Si Landong, Keajaiban Sebuah Land Rover</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/TPSrx3KE6-I/AAAAAAAAAMY/cCFPrnm6BtY/s1600/land-rover-series21.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/TPSrx3KE6-I/AAAAAAAAAMY/cCFPrnm6BtY/s320/land-rover-series21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545245914308078562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Si Landong, Land Rover Series II putih keluaran tahun 1961 milik saya sudah lama berpindah tangan. Ia terpaksa dijual karena ketika itu saya memiliki membutuhkan lain yang tak kalah mendesak. Dengan berat hati Landong terpaksa dilepas. Meski hanya bersama dalam waktu sekitar satu tahun, banyak kisah yang sudah saya lewatkan bersama Si Landong.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata beberapa orang maniak Land Rover. Jip ini tak sekadar benda mati. Sejatinya Land Rover seperti hidup dan bernyawa. Tidak percaya? Cobalah tanyakan kepada beberapa orang pemilik Land Rover, niscaya mereka akan membenarkannya! Usah heran mendengar cerita mobil yang tadinya lancar-lancar saja tiba-tiba ngadat dan tak bisa dihidupkan. Segala upaya dilakukan, ia tetap tak mau hidup. Tapi, setelah dibujuk-bujuk dengan sepenuh hati, seperti orang tua membujuk anaknya, si Land Rover kembali hidup tanpa masalah. Ada juga cerita, pemilik Land Rover mengaku selalu berkomunikasi dengan Land Rovernya dalam berbagai kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awalnya saya mengira itu semua hanya sekadar bumbu penyedap cerita. Tapi, setelah memiliki dan mengendarai Land Rover, kisah tadi ada benarnya. Di dalam hati, saya membenarkan bahwa Land Rover itu memang bernyawa! Dia seperti manusia yang memiliki perasaan. Kadang gembira, dan kadang juga mau mengambek. Makanya, sebagai pemilik saya harus pandai-pandai membujuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai benda yang usianya jauh melebihi usia saya, Si Landong wajar saja kalau sesekali membuat saya kerepotan karena ulahnya. Misalnya air radiator yang tiba-tiba kering karena radiatornya bocor. Beberapa kali harus mogok karena kehabisan bahan bakar. Maklum saja, indikator bahan bakarnya sudah tidak bekerja normal. Untungnya, masalah-masalah ini tak berulang setelah diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah susah saya bersama Si Landong saya sudahi sampai di situ saja. Karena sebenarnya menurut saya pribadi, ulahnya itu masih dalam batas wajar. Berbeda dengan mobil saya sebelumnya, sebuah Jeep CJ7. Tanpa bermaksud membandingkan, si CJ7, meski usianya jauh lebih muda dari Si Landong, tapi ia lebih sering menyusahkan saya. Pernah satu kali, as roda belakangnya patah, di tengah kota pula. Pernah pula roda kiri depannya copot dan menggelinding kencang. Masih untung, roda itu tak menghantam orang. Gak bisa dibayangkan efeknya kalau ini terjadi karena rodanya berukuran lumayan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya mau bercerita suka saya bersama si Landong. Sesuai tema cerita yang berkisah bahwa sejatinya Land Rover itu memiliki nyawa! Saya lupa kapan saya mulai sadar pada cerita ini. Yang jelas, ada satu kelebihan Si Landong. Percaya gak percaya, Si Landong itu selalu "bisa" memberikan tempat parkir di mana pun dia akan parkir, tak peduli sedang padat seperti apapun tempat parkirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengalami ini sendiri. Istri saya juga merasakannya. Beberapa kali, setelah secara tak sengaja, kami selalu menemukan tempat parkir untuk Landong di parkiran Sun Plaza, Medan, yang biasanya selalu penuh pada akhir pekan. Suatu kali, setelah beberapa kali, saat ingin parkir di basement Sun Plaza, kami berdua selalu "bertaruh" Bagaimana ya? Apa kali ini kita masih dapat space untuk parkir? Meski saat kami masuk ke basement space parkir sudah penuh, pasti tiba-tiba saja ada orang yang berjalan menuju mobilnya dan ingin pulang. Dan itu tentu saja memberikan Landong tempat untuk parkir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini selalu terjadi berulang. Malah tak hanya di parkiran Sun Plaza saja. Saat ingin parkir di mall lain, Landong pasti akan segera mendapat tempat parkir. Baik itu di Medan Fair Plaza, Thamrin Plaza, dan sejumlah tempat yang sering kami kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini beberapa kali kami diskusikan. Kok bisa ya? Begitu selalu muncul pertanyaan di benak kami berdua. Anda mau percaya atau tidak, jarang sekali kami harus memutari basement Sun Plaza hanya untuk parkir. Biasanya, begitu masuk, langsung dapat tempat parkir. Keajaiban kecil yang dimiliki Si Landong ini tentu saja membuat kami suka cita. Kami tak harus bersusah payah memutar di tempat parkir hanya untuk mendapatkan tempat. Hebat kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Si Landong sudah tidak ada. Kabarnya, ia sekarang berada di sebuah showroom mobil bekas di Jalan Gagak Hitam (Ringroad Medan). Seorang teman bercerita, Si Landong dipajang di situ dan dibanderol dengan harga Rp 40 juta! Luar biasa! Saya hanya bisa menelan ludah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi, Land Rover saya yang lain - Si Hasangapon - sudah bisa berjalan. Saya tidak tau apakah dia bisa memberikan keajaiban serupa Si Landong, atau malah lebih banyak? Mudah-mudahan saja, soalnya dia saja sudah menjadi berkat bagi saya dan istri saya karena dihadiahkan teman kami saat pernikahan lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-1149141932234694914?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/1149141932234694914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=1149141932234694914' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/1149141932234694914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/1149141932234694914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2010/11/si-landong-keajaiban-sebuah-land-rover.html' title='Si Landong, Keajaiban Sebuah Land Rover'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/TPSrx3KE6-I/AAAAAAAAAMY/cCFPrnm6BtY/s72-c/land-rover-series21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-4786938541861989866</id><published>2010-10-13T21:11:00.006+07:00</published><updated>2010-12-08T17:26:19.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makan-makan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makan enak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kacang hijau'/><title type='text'>Bubur Kacang Hijau Plus, Slurrpppp…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/TLW-uZiir-I/AAAAAAAAAMQ/bMkfIkot0yM/s1600/kacang-hijau-dan-roti-tawar.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/TLW-uZiir-I/AAAAAAAAAMQ/bMkfIkot0yM/s320/kacang-hijau-dan-roti-tawar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527533822006177762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERNAH &lt;/span&gt;menikmati bubur kacang hijau ditambah roti tawar? Kalau belum pernah, sebaiknya Anda mencobanya. Selain sehat, kudapan ini cukup enak dan mengenyangkan lho!&lt;p class="MsoNormal"&gt;Nah, persoalannya tak banyak yang menjual kudapan seperti ini. Tapi jangan takut, Anda bisa menyiapkannya dengan mudah kok. Proses pembuatannya juga tak susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan kacang hijau, gula putih atau gula aren, sedikit jahe, air putih dan tentu saja roti tawar. Sebelum direbus, sebaiknya kacang hijau direndam semalaman agar lebih lembek dan lebih cepat proses masaknya.Siapkan air secukupnya di dalam wajan perebusan. Usahakan menggunakan wajan yang agak tinggi, agar air rebusan tidak tumpah ruah saat air mendidih. Sesuaikan banyaknya air dengan kacang hijau yang akan dimasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukkan kacang hijau ke dalam wajan rebusan. Hidupkan api kompor, lalu rebuslah kacang hijau di dalam wajan tersebut. Biarkan air sampai mendidih. Setelah air mendidih, upayakan untuk mengaduk-aduk kacang hijau agar masaknya merata. Untuk memasak satu kacang hijau dibutuhkan waktu sekitar 20 menit. Sambil terus diaduk, masukkan gula secukupnya. Sesuaikan dengan selera Anda, mau manis, atau sekadarnya saja. Masukkan juga jahe yang sudah dikupas. Potong kecil-kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dirasa cukup lunak, matikan api kompor. Sajikan bubur kacang hijau di piring. Potong-potong roti tawar secukupnya dan taburkan di atas bubur. Nah, sekarang siap untuk dinikmati!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-4786938541861989866?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/4786938541861989866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=4786938541861989866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4786938541861989866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4786938541861989866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2010/10/bubur-kacang-hijau-plus-slurrpppp.html' title='Bubur Kacang Hijau Plus, Slurrpppp…'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/TLW-uZiir-I/AAAAAAAAAMQ/bMkfIkot0yM/s72-c/kacang-hijau-dan-roti-tawar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-8683163529624017505</id><published>2010-02-03T15:30:00.004+07:00</published><updated>2010-12-09T17:57:35.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thamrin  plaza'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suicide'/><title type='text'>Man Leaping from Thamrin Plaza 7th Floor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/S2k1TGtY_NI/AAAAAAAAALk/k3p0ZTmpUHU/s1600-h/CIMG3518.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/S2k1TGtY_NI/AAAAAAAAALk/k3p0ZTmpUHU/s320/CIMG3518.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433933027733994706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;A man jumped from the 7th floor to the atrium of Thamrin Plaza's building, Medan, Monday (1/2) at around 13:45 pm. The man is presumed dead. Not yet known what the reason why the man jumped.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victim-trait characterized by rather fat, short hair, and wearing jeans shorts size of three quarters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visitor, Andi Cristop, 35 years old, who had just come out of the Thamrin 21 theater told, the man just jumped from the 7th Floor. Visitors who were relaxing in Thamrin Plaza Food Court spontaneous yell when saw the man jump over railings Thamrin Plaza 7th floor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Visitors screamed when saw him jump," says Andi. He explained, as drawn by the security Thamrin Plaza, the man was still moving. "He seems dead," said Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Currently, the security cleaning the location of casualties. Fortunately, Thamrin Plaza atrium is empty of exhibits. Thousands of visitors and workers at Thamrin Plaza stores seen the jumped man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No official statement from the police and building management.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-8683163529624017505?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/8683163529624017505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=8683163529624017505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8683163529624017505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8683163529624017505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2010/02/men-leaping-from-thamrin-plaza-7th.html' title='Man Leaping from Thamrin Plaza 7th Floor'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/S2k1TGtY_NI/AAAAAAAAALk/k3p0ZTmpUHU/s72-c/CIMG3518.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-8082135125612862149</id><published>2010-02-01T15:15:00.002+07:00</published><updated>2010-12-08T17:21:40.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasus bunuh diri di thamrin plaza'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thamrin plaza'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bunuh diri di thamrin plaza'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bunuh diri'/><title type='text'>Pria Melompat dari Lantai 7 Thamrin Plaza</title><content type='html'>Seorang pria melompat dari Lantai 7 ke atrium gedung Thamrin Plaza Medan, Senin (1/2) sekitar pukul 13.45 WIB tadi. Pria tersebut diperkirakan tewas. Belum diketahui apa motif melompatnya korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban berciri-ciri agak gendut, rambut pendek, dan mengenakan celana pendek jins berukuran tiga perempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengunjung Thamrin Plaza, Andi Cristop, 35 tahun, yang baru saja keluar dari gedung bioskop Thamrin 21 mengatakan, pria itu melompat begitu saja dari Lantai 7. Pengunjung yang sedang bersantai di Food Court Thamrin Plaza spontan berteriak saat melihat pria itu melompati railing lantai 7 Thamrin Plaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengunjung berteriak saat melihatnya melompat,” kata Andi. Dijelaskannya, saat ditarik oleh sekuriti Thamrin Plaza, tubuh pria itu masih terlihat bergerak-gerak. “Sepertinya korban tewas,” kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, pihak sekuriti sedang sibuk membersihkan lokasi jatuhnya korban. Untungnya, atrium Thamrin Plaza sudah kosong dari pameran. Ribuan pengunjung dan pekerja di took-toko di Thamrin Plaza terlihat berembutan untuk melihat korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada keterangan resmi dari kepolisian dan pengelola gedung.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-8082135125612862149?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/8082135125612862149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=8082135125612862149' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8082135125612862149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8082135125612862149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2010/02/pria-melompat-dari-lantai-7-thamrin.html' title='Pria Melompat dari Lantai 7 Thamrin Plaza'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-739678331311601070</id><published>2009-11-26T02:22:00.010+07:00</published><updated>2010-12-08T17:19:21.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pernikahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='land rover'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Landong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hasangapon'/><title type='text'>Aku, Ledy, dan Pernikahan Kami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Sw2EKFtDMQI/AAAAAAAAALQ/JKunxxSTxdw/s1600/land+rover+series+II.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 327px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Sw2EKFtDMQI/AAAAAAAAALQ/JKunxxSTxdw/s400/land+rover+series+II.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408124036406522114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kamarku, Sabtu (14/11/2009). Hari beranjak menuju sore. Kulirik ke luar jendela, mendung masih menggayut sejak siang tadi. Barusan gerimis sempat turun dan sampai sekarang masih merintik. Cuaca yang bikin malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak bangun tadi aku tidak berbuat apa-apa selain browsing, posting info, dan seleksi foto-foto job tadi malam sambil dengar musik lewat earphone. Cuaca ini memang betul-betul bikin malas. Padahal tadi siang itu rencananya aku pengen cuci si Landong karena sudah kotor betul. Setidaknya biar besok dia terlihat fresh ikutan ke gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Segelas susu coklat baru saja kuteguk habis. Aku masih saja tepekur di depan monitor netbook ini. Facebook sudah semakin membosankan. Update berita rada-rada malas. Sebenarnya aku ada janji bertemu dengan teman-teman Land Rover di bengkel sore ini. Tapi heran juga, sampai sekarang belum ada kabar dari mereka. Jadi atau engga ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ku teringat lagi, hari ini sudah nyaris tengah bulan November. Kalau dihitung ke depan, hari pernikahanku tinggal sebulan lagi! Iya, sebulan lagi! Upsss… perputaran hari semakin tak terasa hari-hari ini. Waktu terasa berputar dua kali lebih kencang. Perasaan baru kemaren ke gereja, eh besok sudah mesti ke gereja lagi. Baru aja bangun, eh, udah mesti tidur lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, ingat-ingat soal pernikahan, iya bulan depan tepatnya tanggal 18 Desember, aku akan melangsungkan pernikahan di Medan. Mungkin sudah banyak yang tahu dengan siapa aku melangsungkan pernikahan dan sekaligus memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupku. Tapi pasti masih lebih banyak yang belum tahu, secara aku juga bukan siapa-siapa. Hehehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, aku perkenalkan saja. Namanya &lt;a href="http://gledysimanjuntak.wordpress.com/"&gt;Gledy Ratauli Rosalin Simanjuntak&lt;/a&gt;. Lebih akrab disapa dengan Ledy Simanjuntak saja. Kalau mau kenal lebih dekat dengan dia, silahkan intip blognya di sebelah. Atau kalau mau kenal bagaimana tampangnya, silahkan tonton serius berita-berita di Metro TV. Ya, Ledy memang bekerja menjadi reporter di stasiun televisi berita pertama itu. Aku akan bercerita tentang siapa Ledy di postingan berikutnya. Tunggu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru kenal Ledy setahun belakangan ini. Tapi biarpun begitu, kami sudah mantap satu sama lainnya sampai akhirnya memutuskan untuk mengikat janji untuk hidup bersama di depan Tuhan, lewat pemberkatan di gereja tentunya. Puji Tuhan, kedua keluarga besar kami saling mendukung rencana kami itu. Setelah melewati berbagai proses, hari berbahagia itu diputuskan berlangsung Jumat, 18 Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang ditunggu-tunggu itu sudah tak lama lagi. Ia akan tiba suatu saat ketika aku terbangun dari tidur. Yang pasti beberapa persiapan ke arah sana sudah kami lalui. Fisik dan psikis. Materi dan moril. Lebih dari separuh persiapan sudah kami lewati. Sekarang tinggal sekadar finalisasi. Doa kami, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar hingga perhelatan itu selesai, dan yang lebih penting, kebaikan demi kebaikan akan mengiringi perjalanan keluarga yang akan kami bangun nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan kami itu sendiri nanti kami rancang sederhana. Minimalis istilahnya. Kami berdua memang penyuka segala hal yang minimalis. Apalagi minimalis itu memang terbukti bisa meminimalisir bujet. Hehehehe… Tapi minimalis bukan berarti jamak, seperti hal-hal kebanyakan. Kami juga mau hari istimewa itu benar-benar menjadi istimewa, biar enak dikenang sepanjang jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah penggunaan mobil penganten. Jauh-jauh hari, bahkan sebelum ketemu dengan Ledy, aku sudah meniatkan kalau menikah nanti akan menggunakan mobil yang tak biasa. Kebetulan sejak lama aku memang menggilai barang-barang antik, termasuk mobil klasik. Dan karena aku menyukai jip klasik, Land Rover, kami berdua memutuskan untuk menggunakan Land Rover sebagai mobil pengantin. Land Rover itu tentu saja tidak akan jalan sendirian, aku mau, ia diiringi dengan sejumlah Land Rover lain. Biar eye catching!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku memang mengidamkan sebuah Land Rover Long Wheel Base (yang panjang) untuk jadi kereta pengantar kami berdua itu nanti. Tapi karena aku cuma punya sebuah Land Rover Short Wheel Base alias LR pendek, aku sempat memutuskan untuk menggunakan yang pendek saja. Aku sempat melirik sebuah Land Rover panjang yang mau dijual pemiliknya. Tapi sekadar melirik saja, sudah tak mungkin untuk memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dasar memang sudah berjodoh, tiba-tiba mobil itu dibeli oleh teman sesama penghobby Land Rover. Waktu aku utarakan keinginanku itu ke dia, ternyata dia dukung penuh. Malah, mobil itu sudah dibenahi habis-habisan. Catnya dikupas, dan dibalur warna baru. Kabin dalam sudah dibenahi. Sebentar lagi akan dipasangi pendingin ruangan juga. “Biar kalian tidak kepanasan,” kata David, si empunya. Enak memang punya banyak teman yang baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, kami berdua sangat merasakan aura positif menyertai pernikahan ini. Gimana engga, berkat demi berkat menghampiri kami berdua. Bentuknya berbagai macam. Mulai dari tawaran pemotretan, video dokumentasi, pengisi acara, mobil pengantin, sampai satu hal yang benar-benar bikin aku shock: mendapat hadiah sebuah Land Rover Series II 1961 klasik sebagai hadiah pernikahan! Kaget? Pasti, lha aku aja masih kaget sampai sekarang kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah keluarga, Alexander-Grace, dan putri mereka Rachel. Mereka ini awalnya teman biasa. Tapi waktu dan persahabatan yang simultan membuat kami sudah seperti saudara dekat saja. Seperti Ledy, mereka sebenarnya baru saja aku kenal. Tapi waktu mengubah semuanya. Kami sudah lebih dari sekedar teman biasa. Kami sudah sedekat saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga ini lebih dari enam bulan lalu memutuskan untuk pindah ke Inggris. Alexander memang asli orang Inggris. Karena menikahi Grace, ia menjadi Batak. Namanya lalu mendapat embel-embel Sibarani, sebagai fam barunya. Alexander tidak setengah-setengah dalam transformasi dari bule menjadi mbatak ini. Sering kali aku merasa dia lebih mbatak dari orang Batak asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak delapan tahun silam, Alexander memiliki sebuah Land Rover. Mobil itu dibelinya dalam kondisi rusak parah. Perlahan, mobil itu dikembalikan ke wujud aslinya. Sayang, saat dalam proses ia mesti pindah-pindah pekerjaan. Ia lalu berpisah selama hampir tujuh tahun dengan si Hasangapon, nama mobilnya itu. Sampai  akhirnya, setahun silam mobil itu diboyong ke Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan tahun tak diurus dan dibiarkan terjemur panas dan kena hujan, membuat kulit Hasangapon kembali muram. Mesinnya juga kembali mengulah dan itu memaksa untuk kembali menerapkan perbaikan ulang. Sebentar dipakai, Hasangapon kembali masuk bengkel. Sebulan, dua bulan, sampai tiba-tiba Alexander mesti kembali berpisah dengan Hasangapon karena mereka pindah ke Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasangapon lalu dititipkan tanpa status padaku. Yang penting “amankan” aja dulu, nanti kita pikirkan bagaimana-bagaimananya, begitu pesan Alexander ke aku waktu dia mau berangkat. Aku sih tidak ada masalah, namanya juga hobby. Proses perbaikan Hasangapon lalu kukawal. Sayang, kendala keuangan membuat perbaikan Hasangapon tersendat. Maklum saja, Alexander sudah menghabiskan banyak uang untuk pindah ke Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, Jumat 23 Oktober 2009, sekitar jam 03.00 pagi, Grace meninggalkan pesan di account facebook-ku. Isinya kurang lebih begini: To, kami sudah berdiskusi beberapa bulan belakangan ini. Akhirnya kami memutuskan untuk menghadiahkan Hasangapon untuk hari pernikahanmu! Alexander-Grace menyesal karena tak bisa hadir di pesta pemberkatan aku dan Ledy nanti, tapi mereka merasa kehadiran mereka akan terwakilkan dengan kehadiran Hasangapon di keluargaku nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan di facebook itu tentu saja membikin buluku bergidik. Mataku sempat berkaca-kaca. Saking gembiranya, aku kirim sms ke Ledy biar dia membaca pesan itu. Tak lama, Ledy membalas pesanku. Isinya, dia tak kalah shock. Dia juga terharu. Singkat kata, kami berbahagia karena di kelilingi oleh orang-orang luar biasa yang siap berbagi berkat kapan saja. Terima kasih Bang Alex dan kak Grace!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pesta pernikahan kami nanti. Rencananya, iring-iringan kendaraan akan didominasi dengan Land Rover teman-teman dari Land Rover Club Medan. Sebenarnya aku juga pengen ada dua Vespa dan dua motor klasik dalam iring-iringan itu. Tapi untuk yang dua terakhir ini belum ada keputusan. Kita lihat saja nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejutan lainnya, tunggu aja live performance Bang Tongam Sirait. Tau Tongam? Dia adalah talent baru dalam dunia tarik suara, khusus lagu-lagu Batak. Lagunya, Come To Lake Toba kini terkenal di mana-mana. Tongam sudah menyatakan kesediaannya untuk menghibur kami dan undangan lain di acara pesta itu nanti. Kejutan lainnya? Ah, rasanya gak seru kalau dibeberkan semua. Datang dan nikmati aja sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta itu sendiri nanti kami yakini akan disemuti dengan kehadiran saudara-saudara, handai tolan, teman-teman, dan siapa saja yang ingin berbagi kegembiraan bersama kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, rasanya sudah semakin tak sabar menanti hari itu. Mari menghitung hari… Jangan lupa, doakan kami ya…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-739678331311601070?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/739678331311601070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=739678331311601070' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/739678331311601070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/739678331311601070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2009/11/aku-ledy-dan-pernikahan-kami.html' title='Aku, Ledy, dan Pernikahan Kami'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Sw2EKFtDMQI/AAAAAAAAALQ/JKunxxSTxdw/s72-c/land+rover+series+II.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-5063109246073291691</id><published>2009-08-31T19:46:00.001+07:00</published><updated>2010-12-08T17:20:14.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='land rover'/><title type='text'>Aku Datang...</title><content type='html'>Setelah sekian lama akhirnya aku tergelitik lagi untuk meninggalkan jejak di sini. Belakangan ini, ritme online memang tidak seperti dulu lagi. Sekarang, kalau pengen internetan untuk sementara terpaksa ke warnet. Karena itupula jadi tak bebas untuk berlama-lama, apalagi kalau udah nemu keyboard yang rada-rada error. Yang begini nih yang bikin malas untuk nulis. Secara komputer di rumah juga udah digulung. Bisa ya komputer digulung? Bodo ah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau udah lama gini ngga nulis, rasanya kok rada susah ya. Agak nyendat-nyendat gitu. Bingung milih kata dan merangkaikannya menjadi kalimat. Ceile… Denny, pake bahasa susah. Hahahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to the topic. Hampir tiga bulan belakangan ini aku rada rajin jalan-jalan ke pelosok. Misalnya jalan bareng teman-teman di Land Rover. Trip pertama selama 3 hari menyusuri Pulau Samosir. Ini perjalanan lumayan assyik meski nyaris makan abu sepanjang jalan. Lumpur yang dicari tak ketemu, soalnya Samosir sudah cukup lama tak diguyur hujan. Untunglah, trek membelah Samosir via Ronggur Ni Huta cukup menantang. Meski makan debu hampir sepanjang Nainggolan ke Onan Runggu, view di Ronggur Ni Huta lumayan mengenyangkan iman. Sunset di puncak Samosir itu memang cukup mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trip kedua, masih dengan teman-teman Land Rover, ke Tangkahan-Langkat. Treknya nyaris mirip seperti di Samosir sebelumnya. Sama-sama makan debu juga, meski di penghujung trek (Tangkahan-Bahorok), ada sedikit lumpur. Tapi tak sampai membuat kelojotanlah. Tapi cukup lumayan untuk membuat jip Inggris itu belepotan lumpur. Meski cuma di spatbor doang. Hahahaha… Begitupun, segarnya air sungai yang mengalir di Tangkahan itu cukup untuk menyegarkan badan. Belum lagi bonus menyaksikan gajah kawin. Ternyata kelamin gajah jantan cukup dahsyat. Mirip-mirip belalainya juga. Hahahaha… Ntar fotonya aku upload ya. Pasti banyak yang belum pernah lihat gajah kawin kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau trip ketiga yang paling heboh sebenarnya. Di sini tak ada lumpur. Tak ada deru mesin. Tak ada debu. Tak ada bau bensin. Tak ada bongkar pasang strap. Tapi, justru di sini yang paling berkesan sebenarnya. Adrenalinnya beda. Obstacle-nya beda. Tantangannya beda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Balige, selama hampir 3 hari penuh aku berkumpul dengan keluarga baruku. Keluarga baru? Iyalah, keluarga yang ketemu setelah gede. Halah! Hahahaha… Untuk sesi ini, nanti ada part khusus untuk menceritakannya secara lengkap, tunggu aja. Yang penting, aku sangat menikmati kebersamaan selama tiga hari itu. Tiga hari yang penuh kegembiraan dan suka cita. Tiga hari yang sama sekali tak terasa membosankan. Singkatnya, tiga hari yang mengesankan. Gimana gak senang, kenalan dan berkumpul dengan orang-orang baru yang assyik-assyik. Dus plus, atmosfer Kota Balige yang memang masih luar biasa. Pokoknya ciamik dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini dulu intronya ya. Kalau sabar, tunggu cerita berikutnya. Daaaaaa…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-5063109246073291691?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/5063109246073291691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=5063109246073291691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5063109246073291691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5063109246073291691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2009/08/aku-datang.html' title='Aku Datang...'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-8379821091364102145</id><published>2009-03-19T18:54:00.003+07:00</published><updated>2010-12-09T17:36:01.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><title type='text'>No, no stuck in a moment again...</title><content type='html'>Memulai sesuatu yang baru itu – dalam banyak hal – harus diakui memang seringkali tidak mudah. Perencanaan yang sudah disusun rapi pun seringkali meleset. Faktor X bersiliweran. Belakangan, yang muncul adalah persoalan demi persoalan. Sialnya, ini semua tentu menguras energi untuk mencarikan jalan keluar dan penyelesaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh nafas panjang untuk itu, karena tak mudah juga untuk menyelesaikannya. Menyatukan persepsi sekian banyak orang dalam sebuah tim kerja yang mumpuni bukan perkara gampang. Apalagi jika sekian banyak orang itu memiliki latarbelakang warna yang tak sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ini pula lah yang sedang aku hadapi sekarang ini. Memulai lagi sesuatu yang baru dan sekaligus menciptakan tim kerja yang solid. Iya, sesuatu yang baru itu adalah pekerjaan baruku yang sekarang ini sedang berjalan, belum ada sebulan belakangan ini: sebuh Koran Sore!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagaimana sih kerjaan kalian? Mana koordinasi kerjanya? Bisa-bisanya muncul berita yang sama. Padahal ini kan hanya urusan sepele saja. Tinggal tanya aja…” begitu ucapan yang menjurus ke omelan yang sering kali terlontar dari mulut si bos belakangan ini. Kadang, aku mau tertawa mendengar omelan yang itu-itu saja. Apalagi saat omelan itu coba ditirukan sama kawan-kawan di sini setelah si bos tidak keliatan. Aku pikir mereka bukan bermaksud meledek. Aku tahu, mereka hanya mencoba menertawakan diri sendiri karena sudah mengulang-ulang kesalahan serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omelan si bos memang bukan ditujukan untukku. Tapi, saban kali melontarkan itu, dia sedang berada di sini, di dekat mejaku. Dan aku merasa, itu juga menjadi cubitan untukku. Cubitan pelan, tapi bisa saja membirukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubah ritme kerja yang sudah berjalan selama bertahun-tahun memang tak mudah. Belum-belum, alam bawah sadar sudah menolak duluan. Itu pula yang dialami banyak kawan di sini. Umumnya adalah wartawan ataupun redaktur yang sebelumnya bekerja di koran pagi yang notabene memiliki jam deadline sekaligus jam santai yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu bergabung di sini, mereka mulai merasa kepayahan. Gimana tidak payah, kerja belum dimulai, stigma bahwa apa yang dikerjakan sekarang ini adalah susah sudah terbentuk. “Bagaimana bisa menyajikan laporan dengan waktu sesingkat itu? Susah bertemu narsum jam segitu. Ah, wawancara belum kelar tapi udah mesti balik ke kantor.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang begini-begini ini justru duluan menjajah pikiran teman-temanku itu. Akibatnya, sejak awal mereka sudah men-suggest diri sendiri, pekerjaan ini memang susah. Jadinya ya memang susah. Padahal, kalau sejak pertama mereka men-suggest &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mind set &lt;/span&gt;masing-masing bahwa tak ada yang berbeda dan semuanya bisa dikerjakan, mungkin cerita di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;note &lt;/span&gt;ini akan berbeda. Halah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Di tengah waktu yang memang benar-benar sempit ini, semuanya mesti diperbaiki pelan-pelan. Bagaimanapun, saat kondisi seperti tadi itu sudah tercipta harus diakui ini memang menjadi tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh waktu untuk menyesuaikan. Asal jangan larut, sebelum energi salah peruntukan dan benar-benar abis. Ujung-ujungnya jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stuck in a moment &lt;/span&gt;lagi. No, aku tidak mau itu. Bener, aku tidak mau...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-8379821091364102145?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/8379821091364102145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=8379821091364102145' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8379821091364102145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8379821091364102145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2009/03/no-no-stuck-in-moment-again.html' title='No, no stuck in a moment again...'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-755759712845453811</id><published>2009-01-12T23:30:00.005+07:00</published><updated>2010-12-10T11:40:29.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='land rover'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobby'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='series II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='restorasi'/><title type='text'>Nyaris Selesai</title><content type='html'>Landong sudah nyaris selesai sebenarnya. Tapi herannya, justru di saat-saat akhir penyelesaian ini si abang bengkel malah tak menyentuhnya sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ngga salah, sudah hampir dua minggu Landong tak tersentuh. Lampu-lampu belum dipasang. Kaca-kaca jendela dan karet-karet pintunya juga belum dipasang. Padahal kabel-kabelnya mesti dibenahi lagi. Belum lagi yang kecil-kecil seperti wiper dan macam-macam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi khawatir, si Landong gak akan pernah aku pakai kalau aku jadi berangkat nanti. Sia-sia lah perjuangan selama hampir 5 bulan ini membangkitkan kembali si Landong yang nyaris mati. Ia seperti Lazarus yang dihidupkan kembali dari kematiannya. Sayangnya, saat ia sudah hidup lagi, aku mesti berpisah dengannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mudah-mudahanlah si tukang bengkelnya tersadar dan kembali bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SWtxKPa0A1I/AAAAAAAAAKk/XnBMfOQFVhE/s1600-h/DSC_7305.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SWtxKPa0A1I/AAAAAAAAAKk/XnBMfOQFVhE/s400/DSC_7305.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290446608028402514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini Landong saat dalam proses pendempulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SWtwx9rvalI/AAAAAAAAAKc/TId2kxxidBw/s1600-h/DSC_1249.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SWtwx9rvalI/AAAAAAAAAKc/TId2kxxidBw/s400/DSC_1249.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290446190950705746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landong setelah dicat putih, tapi belum dipolished.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-755759712845453811?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/755759712845453811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=755759712845453811' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/755759712845453811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/755759712845453811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2009/01/nyaris-selesai.html' title='Nyaris Selesai'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SWtxKPa0A1I/AAAAAAAAAKk/XnBMfOQFVhE/s72-c/DSC_7305.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-2103300058427448174</id><published>2008-10-23T22:30:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T11:41:21.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='land rover'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Landong'/><title type='text'>Si Landong Terus Dibenahi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SQCZOxqoglI/AAAAAAAAAHo/7hCm5t_uyzo/s1600-h/arsyad+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SQCZOxqoglI/AAAAAAAAAHo/7hCm5t_uyzo/s320/arsyad+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260372843898110546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Landong terus dibenahi. Senin kemarin, keempat kakinya sudah dipasangi ban Goodyear XTRA GRIP ukuran 7.50 x 15″ Seketika, tampilannya berubah. Dari culun dengan kaki-kaki pendek, kini ia menjadi jangkung dan penuh percaya diri. Penggantian keempat ban ini kemarin lumayan menguras keringat. Satu persatu ban dan velg-nya mesti dicopoti dan dibawa ke tukang service ban untuk dibongkar. Selesai dari tukang ban, dibawa lagi ke bengkel yang berjarak sekitar 25 meter dari tukang bannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua jam lebih, pengerjaannya kelar (jadi lama karena ban eks si Landong mesti dipasangi lagi ke Corsicanya Wak Bancul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggantian atap dan pintu-pintunya juga sudah kelar. Tinggal finishing saja. Ini menjadi lama karena keputusan terakhir Landong sekalian dicat di bengkel itu. Aku pikir-pikir, ide mengecat kayaknya cukup tepat. Karena gitu kelar nanti, urusan ke bengkel juga sudah selesai. Paling tinggal urusan lapis-melapis jok biar rapi (trimming).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SQCY_7jvs6I/AAAAAAAAAHg/8Rf1lOGxBYo/s1600-h/landong1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SQCY_7jvs6I/AAAAAAAAAHg/8Rf1lOGxBYo/s400/landong1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260372588855538594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi persoalan sekarang, belum diputuskan Landong akan dicat dengan warna apa. Ada idemu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;A Land Rover immobilised is a moral defeat for the driver and bad publicity for the vehicle - authentic Land Rover driver’s instruction&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-2103300058427448174?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/2103300058427448174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=2103300058427448174' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2103300058427448174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2103300058427448174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/10/si-landong-terus-dibenahi.html' title='Si Landong Terus Dibenahi'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SQCZOxqoglI/AAAAAAAAAHo/7hCm5t_uyzo/s72-c/arsyad+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-4990305318721881912</id><published>2008-10-23T22:27:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T11:42:02.975+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Idola Cilik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RCTI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PRSU'/><title type='text'>Menjadi Juri Idola Cilik</title><content type='html'>“Dari awal atau reff-nya aja om?” tanya anak laki-laki berusia sekitar 7 tahun yang berdiri di depanku itu. Mimiknya lucu. Kulitnya coklat. Ia mengenakan kemeja lengan pendek yang dimasukkan rapi ke dalam celana panjang berwarna coklat. Sepatunya putih. Masih bersih. Sepertinya masih baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya terus memandangku. Aku senyum dan mencoba mengajaknya berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sama siapa tadi kemari?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sama mama om” katanya bersemangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu membalik formulir yang dibawanya. Anak itu datang dari Binjai, kotamadya yang memiliki rentang perjalanan hampir 45 menit dari pusat Kota Medan. Kubaca di cerita yang katanya ditulis oleh mamanya, ia adalah anak seorang pedagang tahu Medan keliling. Bla… bla… bla… mataku tertumbuk pada sebaris kalimat yang menyebutkan, ia mengikuti audisi Idola Cilik ini agar jika menang, ia bisa membantu orang tuanya membeli susu untuk adiknya yang masih kecil. Aku lagi-lagi memandang wajahnya. Ia bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adik mau nyanyi lagu apa?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ST 12 om, judulnya Jangan… jangan…” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uppssss… hampir aku tertawa ngakak. Ya Tuhan, anak sekecil ini datang mengikuti audisi dan ingin menyanyikan lagu ST 12 untuk juri, yang berwenang penuh akan “nasib” nya lolos atau tidak ke audisi berikutnya, dan juri itu adalah aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku berharap dia bisa menyajikan mukjizat kecil di depanku. Setidaknya bisa memesonaku dengan suaranya yang luar biasa, agar aku bisa meloloskannya ke babak berikutnya. Paling tidak, aku bisa memenuhi keinginannya agar niat mulianya untuk membantu orang tuanya bisa tergenapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ayo silahkan dimulai sayang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai bernyanyi… Di dalam hati, aku tersenyum melihat dirinya. Ia polos. Sangat lucu. Suaranya cempreng. Menyanyi hampir tanpa nada. Datar. Tapi aku terpesona dengan cengkok melayu ala ST 12 yang dikeluarkannya. Kubiarkan ia terus menyanyi sampai lagunya habis. Ia bersemangat. Sesekali tangannya digerakkan, berusaha mengikuti nada lagu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada lagu yang lain sayang…” tanyaku saat ia menyudahi aksinya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gak ada om… udah?” ia kembali bertanya.&lt;br /&gt;“Udah, terima kasih ya sayang… Tanya om di luar habis ini mau apa. Selamat siang…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu itu, sejak pagi sampai jam 14.00, aku bersama tujuh juri lain – 3 dari Medan dan sisanya dari RCTI Jakarta – mengaudisi sekitar 800 an anak dai berbagai kota di Sumatera ini dalam kontes nyanyi Idola Cilik. Program ini memang sedang digilai anak-anak Indonesia. Mereka bermimpi bisa menjadi seperti Siti, Gabriel, Kiki, Sion, atau ahhh… siapalah, aku tak hapal nama-nama mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pagi pukul 08.00 Wib, anak-anak itu sudah mengantri di barikade besi yang dipasang oleh Visi Production, event organizer yang mendapat kepercayaan dari RCTI untuk mengelola event ini. Ada perbedaan mencolok dalam antrean itu kalau dibandingkan dengan antrean kontes-kontesan sejenis, Indonesian Idol, misalnya. Antrean anak-anak ini rapi, meski mereka bersama mama, papa, om, tante, kakak, atau kerabatnya yang lain yang membuat ruang barikade tak lebih dari semeter itu semakin sesak. Karena rapi, aliran jadi lancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai pukul 14.00 Wib, plus sekitar 1 jam waktu break makan siang, seluruh kontestan di hari pertama sudah selesai mengikuti audisi. Masing-masing juri kebagian sekitar 80 peserta. Herannya, dari sekian banyak anak-anak itu, tak satupun lolos dari tanganku untuk mengikuti audisi berikutnya. Aku tau ini keputusan sadis bagi mereka. Tapi aku mencoba untuk fair. Kekalahan di sini mudah-mudahan akan memicu mereka untuk lebih giat berlatih, mengasah kemampuan vokal. Mungkin di tahun depan mereka lebih matang. Aku mau, mereka lolos karena memang “bisa” bernyanyi, bukan karena ingin menjadi selebritis dengan cara potong kompas. Mudah-mudahan mereka bisa memetik pelajaran: kesuksesan itu hasil perjuangan, bukan instant. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan tak ada yang layak untuk diloloskan. Tapi, ia kesandung usia. Sudah lewat dari batas yang ditetapkan. Panitia mengambil kebijakan untuk meloloskan mereka pada saat registrasi karena sudah capai-capai mengantre. Tapi, jangan pernah meloloskan mereka dari ruangan juri, karena itu akan bisa membahayakan keberlangsungan event ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, Senin, sebanyak 32 anak lolos pada audisi itu. Kami, para juri mengevaluasi mereka dari berbagai sudut pandang. Kemampuan vocal memang tetap yang utama, tapi jangan pernah lupakan packaging (penampilan) si anak. “Ini untuk televisi, minimal mesti good looking,” pesan si “pemilik” acara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun, kisah hidup si anak tetap menjadi pertimbangan lain. Karena, selain kemampuan vocal, penampilan fisik, acara ini juga mengharapkan simpati dari jutaan penonton. Apalagi, kalau bukan dalam bentuk sms dukungan dari Anda. Jadi, semakin memprihatinkan background story si anak, logikanya akan semakin kasihan pemirsa televisi padanya, dan ujung-ujungnya meringankan tangan untuk mengetikkan sms dukungan lewat ponsel. Sekali kirim, dua kali, bahkan mungkin sudah puluhan kali, saat Anda tersadar. Ah, sudahlah… mudah-mudahan kontestan dari Medan bisa “bicara” di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-4990305318721881912?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/4990305318721881912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=4990305318721881912' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4990305318721881912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4990305318721881912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/10/menjadi-juri-idola-cilik.html' title='Menjadi Juri Idola Cilik'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-3877904277645013557</id><published>2008-09-22T18:23:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T11:45:30.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='halo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='matahari'/><title type='text'>Saat Matahari "Bercincin"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SNeAUK3UsgI/AAAAAAAAAHY/3GrXYfu_teA/s1600-h/matahari-halo.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SNeAUK3UsgI/AAAAAAAAAHY/3GrXYfu_teA/s400/matahari-halo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248804974725739010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi tadi (22/9), matahari di langit terlihat dilingkari cahaya yang mirip dengan pelangi. Ini merupakan gejala alam biasa yang dikenal dengan Halo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penjelasan Analis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah I di Medan, Rika Karyani kepada detik.com, fenomena halo yang terjadi ini, terlihat mulai sekitar pukul jam 11.00 WIB. Dikatakannya, halo merupakan fenomena alam biasa, tidak jauh berbeda seperti pelangi. Bedanya pelangi seolah berada di ujung cakrawala sehingga tidak terlihat utuh bulat. Sementara halo karena di atas maka terlihat bulat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya efek halo itu karena ada kristal es pada awan cirrus yang dingin yang berada pada troposfer, lapisan terendah yang tebalnya kira-kira sampai dengan 10 kilometer di atas permukaan bumi. Fenomena ini masih terlihat hingga lewat pukul 13.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini juga menjadi pembicaraan hangat warga kota. Secara keseluruhan tidak ada yang berbeda dengan matahari, kecuali lebih silau dari biasa. Banyak warga Medan mengabadikan peristiwa ini dengan menggunakan kamera digital atau dari ponsel masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-3877904277645013557?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/3877904277645013557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=3877904277645013557' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/3877904277645013557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/3877904277645013557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/09/saat-matahari-bercincin.html' title='Saat Matahari &quot;Bercincin&quot;'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SNeAUK3UsgI/AAAAAAAAAHY/3GrXYfu_teA/s72-c/matahari-halo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-2079689607328485332</id><published>2008-08-23T15:56:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T11:43:04.768+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='land rover'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='series II'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='landy'/><title type='text'>Land Rover Series II ’88, The Next Project</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SK_RDgKB9II/AAAAAAAAAHA/n1D4SKxz1Ks/s1600-h/dsc_59777.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SK_RDgKB9II/AAAAAAAAAHA/n1D4SKxz1Ks/s400/dsc_59777.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237634749756994690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sebulan sudah sebuah Landy Ijo gak jelas parkir di rumah si Opung. Pertama kali diangkut dari seorang bapak di kawasan Tanjung Morawa, bentuknya tidak keruan. Ketika itu, jika dilihat sekilas, lebih mirip wujud Jeepney yang ada di Filipina dibandingkan dengan bentuk sebuah Land Rover.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bemper depan – belakang ditambah plat ekstra versi modifikasi entah aliran apa. Belum lagi extra fender yang mencoba meniru bentuk Defender, tapi juga tidak jelas. Pintu-pintu yang sudah tidak bener. Handle pintu asli yang sudah hilang dan berganti dengan handle pintu plastik ala mobil Jepang. Setir yang spilling habis-habisan (diputar separuh lebih putaran, tapi ban tetap lurus), jok yang entah berasal dari mobil apa? Hardtop yang terbuat dari plat besi yang ujung-ujungnya membuat bobot mobil seberat monster. 4WD tidak berfungsi, secara as kopel tak ada, dan gearbox nya sudah pake bawaan Isuzu itu sendiri. Pas diintip kolong belakang, gardan nya juga udah pake punya Chevrolet. Uppsss… chassis ujung bagian belakang juga sudah korosi. Bla…bla… bla…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Landy ini cuma tiga: sudah pakai mesin Isuzu diesel, 3.000 cc, kondisi mesin yang sehat walafiat, rem yang benar-benar pakem, dan surat-suratnya sudah disesuaikan dengan mesin barunya. Artinya, gak perlu lagi mesti takut-takut dengan razia Polantas atau apapun yang terkait dengan legalitas kendaraan.Dua minggu setelah berpindah tangan, si Ijo kubawa ke bengkel las untuk dicukur semua pernak-pernik tak standar yang menempel di body nya. Keluar dari situ, si Ijo terlihat lebih segar. Jelas saja, puluhan kilo bobot tambahan seperti tumor itu sudah terlepas dari tubuhnya. So, next project sudah bisa direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SK_Q5GaJzEI/AAAAAAAAAG4/kqJIcy7-Jtg/s1600-h/dsc_59755.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SK_Q5GaJzEI/AAAAAAAAAG4/kqJIcy7-Jtg/s400/dsc_59755.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237634571046603842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir dua pekan lalu, si Ijo aku titipin di bengkel Landy yang ada di Jalan Sisingamangaraja. Ke si abang mekanik, aku minta tolong dicarikan hardtop bawaan Landy yang terbuat dari material aluminium itu. Aku juga minta dicarikan pintu asli untuk mengganti ketiga pintunya. Kap mesinnya belakangan saja. Selain masih bagus, lumayan untuk menghemat sementara. Nanti kalau ada dana nganggur, barulah diganti dengan kap mesin yang alumunium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren, sebelum ngantor, aku singgahin ke bengkel. Ternyata si abang sudah mulai proses pengerjaan. Pintu-pintu semuanya sudah dicopot. Begitu juga dengan kaca-kaca jendela. Dia juga sudah berupaya untuk melepas baut-baut pengikat hardtop nya. Tapi, karena hardtop buatan itu agak-agak susah dibuka (baut pengikatnya tertutup plat yang dilas listrik), perlu upaya agak kasar untuk membongkarnya. Si abang bilang, dia akan mengerjakannya secepat yang dia bisa. Tungguin aja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, gak sabar rasanya ingin merestorasi Landy itu segera. (gambar di bawah menunjukkan arah modifikasi yang aku inginkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SK_RXwZGjII/AAAAAAAAAHI/eumgUaWRrSA/s1600-h/land-rover-at-the-top-of-the-mountain3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SK_RXwZGjII/AAAAAAAAAHI/eumgUaWRrSA/s400/land-rover-at-the-top-of-the-mountain3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237635097712561282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SK_RhgJUKDI/AAAAAAAAAHQ/6WrVf388t8k/s1600-h/series111881.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SK_RhgJUKDI/AAAAAAAAAHQ/6WrVf388t8k/s400/series111881.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237635265150068786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-2079689607328485332?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/2079689607328485332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=2079689607328485332' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2079689607328485332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2079689607328485332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/08/land-rover-series-ii-88-next-project.html' title='Land Rover Series II ’88, The Next Project'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/SK_RDgKB9II/AAAAAAAAAHA/n1D4SKxz1Ks/s72-c/dsc_59777.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-8419696860780771560</id><published>2008-07-03T01:24:00.004+07:00</published><updated>2010-12-10T12:04:53.810+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengangguran'/><title type='text'>Menjadi Pengangguran (Sementara)</title><content type='html'>&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Pak Denny, apa yang terjadi? Kenapa bisa salah seperti itu? Apa tidak diperiksa sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Benar Ibu. Desainer salah tarik folder file. Halaman itu tadi sudah aku periksa karena penanggungjawabnya sedang sakit dan memutuskan untuk pulang setelah halamannya selesai. Aku juga tidak sempat memeriksanya secara detail. Sebatas tidak ada kesalahan pada judul dan pengetikan pada isi berita, halaman itu aku loloskan.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maksud bapak nasi sudah menjadi bubur dan dibiarkan begitu saja?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Sorry bu, yang salah tetap diberikan sanksi. Mungkin besok bisa kita bahas. Sekarang sudah hampir jam 04.00 pagi, ibu sudah dibangunkan dari tidur dan aku juga sudah capek, lebih baik kita bicarakan besok. Ini bukan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;Lho? &lt;/i&gt;(Si ibu kembali mengulang pertanyaannya, tapi aku sudah tidak berselera untuk menjawab. Kesalahan sudah terjadi dan kami memutuskan untuk menggantinya)&lt;br /&gt;Iya bu, nanti aja kita bahas lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya -&lt;/i&gt; terdiam beberapa jenak. Tiba-tiba dia kembali bicara.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Kenapa kemarin saya minta Anda menelpon saya tapi tidak Anda telepon?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Wah, kemarin itu saya telepon ibu kok. Silahkan dicek call list ibu. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sampai tujuh kali nada panggil. Tapi ibu tak angkat. Mungkin lagi sibuk.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Pak Denny, saya tidak suka dengan orang yang mengancam saya.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Lho, siapa yang mengancam ibu? &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Kenapa kemaren Anda mengsms saya dan mengatakan kalau tidak terima saya siap diberhentikan? &lt;/i&gt;Aku hampir tertawa mendengar pertanyaan itu. Lho, aku rasa itu bukan ancaman. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Siapa yang mengancam ibu? &lt;i&gt;Si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya -&lt;/i&gt; tiba-tiba memotong penjelasanku. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Pak Denny, selama dua minggu ini saya berharap banyak pada Anda, tapi kejadian kemarin benar-benar membuat saya kecewa. Besok pagi datang jumpai saya. &lt;/i&gt;Klik, sambungan telepon diputuskan s&lt;i style=""&gt;i ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan – namanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;* * *&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hampir sebulan sudah aku menghabiskan waktu dengan status sebagai pengangguran tak kentara. Yah, hampir sebulan lalu aku memutuskan untuk “hengkang” dari “sarangku” terakhir, sebuah surat kabar harian yang terbit di Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar tidak membingungkan, aku keluar hanya karena alasan sepele. Sekadar miskomunikasi, tapi dengan putri bos besar – yang tak perlu kusebutkan namanya - yang memutuskan untuk mengambil alih kepemimpinan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kabar itu. Menurutku, dia mempertahankan sikapnya (yang rada sok tegas itu) dengan alasan ingin menunjukkan kalau dia memiliki kuasa. Aku cuma orang yang digaji orangtuanya dan berarti mesti manut dengan segala aturan main yang dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mungkin dia salah orang. Sikap seperti itu boleh ampuh untuk orang lain. Tapi, tidak untukku. Aku masih waras dan bisa membedakan tindakan dan sikap yang profesional dan tidak profesional. Dan aku memutuskan untuk loyal pada pekerjaan, bukan kepada perusahaan. Apalagi hanya pada seorang anak bos yang baru kemaren diserahin tugas untuk memimpin sebuah perusahaan media. Jadi kalau anak bos kenapa rupanya? Sorry mom, I’m not your kid!&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Biar agak jelas, kuceritakanlah sedikit (meski dia pasti punya versi lain seperti yang diyakininya). Sepekan terakhir bekerja di suratkabar itu aku memang sudah rada tidak cocok bekerjasama dengannya. Benar dia memang menugasi aku untuk mengerjakan sesuatu hal. Tapi, aku sebelumnya sudah menyampaikan kalau permintaannya itu belum bisa kupenuhi mengingat beban kerja lain di kantor itu. Bayangin saja, &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; orang redaktur sudah keluar (resign ataupun di-PHK), tanpa seorang pun penggantinya. Lantas, tanggungjawab mereka itu didistribusikan kepada redaktur yang tersisa tanpa ada kompensasi sama sekali. Awalnya aku tidak peduli, begitu juga dengan kawan-kawan redaktur lain. Tapi, semakin hari tekanan itu semakin berat. Sebagai redaktur pelaksana situasi ini sudah berulangkali aku jelaskan kepada &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan namanya&lt;/i&gt;. Tapi ia tetap meminta, coba bertahan dulu dengan kondisi apa adanya. Sebulan, dua bulan, empat bulan mungkin aku dan kawan-kawan masih bertahan. Tapi, lewat dari itu kami semakin merasa “keberatan” apalagi saat seseorang di antara kami tidak masuk. Tepatkah seorang redaktur menggawangi 3-5 halaman dalam satu malam? Kami bukan superman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban kerjaku semakin bertambah saat pemimpin redaksi juga memutuskan untuk tidak aktif dan belakangan juga memilih keluar. Otomatis, koordinasi kerja &lt;i style=""&gt;news room&lt;/i&gt; kami aku menjadi tanggungjawabku. Untunglah, teman redaktur lain cukup membantu dan memberikan dukungan. Kami terus melangkah, meski tertatih. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sampailah akhirnya pada waktu naas itu. Sebenarnya saat itu kami sudah berkomitmen untuk memperbaiki semua lini, di bawah pimpinan &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya&lt;/i&gt;. Masing-masing kami diberikan tugas untuk memoles kembali tampilan dan kualitas isi &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kabar itu. Tapi, energi kami sudah hampir habis. “Kita ini seperti prajurit yang hampir kalah di garis depan. Moral sudah runtuh, amunisi hampir habis, begitupula logistik,” kata seorang teman redaktur.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt; Karena juga mesti melakukan tugas rutin yang juga sudah bertambah banyak (hampir 2,5 tahun aku mesti pulang rumah pada pukul 03.00, bahkan lebih, karena harus memeriksa halaman demi halaman), tugas ekstra yang diberikan &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya - &lt;/i&gt;hampir terbengkalai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sampai suatu kali ia memintaku untuk ketemu untuk memberikan report yang memang belum selesai itu. Sialnya, pada hari ia memintaku untuk menemui dia itu aku memang sedang tidak bisa (jip ku sedang “terduduk” di sebuah ruas jalan tak jauh dari bandara Polonia karena as nya patah. Sudah dua malam jip itu di situ, dan pada hari itu baru ada mekanik yang membetulkannya. Jadi, aku mesti menungguinya bekerja). Aku sudah melapor kalau aku memang berhalangan. Tapi dia tetap memaksa, tanpa mau tahu penjelasan yang aku berikan. Akibatnya, aku juga menjadi emosi, aku tetap bilang kalau aku tak bisa datang. Tapi dia sepertinya tidak terima. Aku tetap tak datang. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam hitungan hari, “miskomunikasi” itu semakin memburuk. Apalagi dua hari kemudian terjadi kesalahan fatal, seorang tim artistik salah ambil file. Koran untuk besok diisi dengan file sehari sebelumnya. Malam itu, kami (redaktur yang tersisa di kantor) memutuskan untuk menggantinya, bila perlu urunan untuk mengganti biaya cetaknya. Dalam pikiran kami, dari pada besok beredar koran dengan satu halaman yang isinya sama persis dengan hari sebelumnya. Pagi itu juga, mungkin karena laporan orang bagian percetakan, &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya -&lt;/i&gt; menelpon ke kantor dan berbicara denganku. Bla… bla… bla… Mau tahu pembicaraanku dengannya? Scroll lagi halaman ini ke atas. Begitulah kira-kira pembicaraanku dengan &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya - &lt;/i&gt;pada pagi yang naas itu. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pagi itu, seluruh proses perbaikan selesai pada jam 04.00 lewat. Kami semua keletihan. Sialnya lagi, saat ingin pulang, jip ku tidak mau hidup. Mungkin empat hari di bengkel membuat listrik aki nya menjadi lemah. Pagi itu, kami masih berusaha untuk mendorongnya. Tapi jip itu tetap tidak hidup. Kami terus berusaha. Akhirnya, karena sudah hampir jam 04.30 tak juga hidup, mobil itu aku tinggal di kantor. Aki nya kucabut dan aku pulang diantarkan temanku. &lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena memang betul-betul kecapekan, aku tertidur pulas. Sekitar jam sepuluh aku terbangun. Tapi pagi itu aku memang sudah tidak perduli lagi dengan janji untuk menemui &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya&lt;/i&gt;. Sekitar jam sepuluh, aku sms sekretaris redaksi dan menjelaskan aku belum bisa datang karena tertidur. Niatnya, begitu bangun aku langsung mandi. Tapi, ternyata mataku belum bisa diajak kompromi. Aku tertidur lagi, dan tanpa sadar handphone aku matikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pulas sampai sekitar jam 12.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu terbangun, hp langsung kuhidupkan. Sms lalu masuk berbondong-bondong. Satu dari si sekred yang isinya meminta aku datang ke kantor tepat jam 13.00 &lt;i style=""&gt;karena si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya -&lt;/i&gt; mau datang ke kantor dan minta bertemu. Aku melompat dan langsung mandi. Selesai mandi, tanpa makan sama sekali aku ke kantor. Jam satu lewat sedikit, aku tiba di kantor. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku lalu berbincang dengan dua teman lain yang rupanya juga sudah bikin janji bertemu &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya -&lt;/i&gt; pada jam 14.00. Singkat cerita, kedua teman itu dipanggil bertemu. Kata si teman, mereka membahas perkembangan dan arah perbaikan koran kami itu. Masing-masing dari mereka berbicara sekitar satu jam lebih. Selesai keduanya aku pikir aku giliran berikutnya. Karena belum dipanggil juga, aku memutuskan untuk browsing internet. &lt;i style=""&gt;Si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya -&lt;/i&gt;sempat melintas di belakangku menuju ruangan pimpinan perusahaan. Aku cuek, dia juga. Sekitar 10 menit kemudian dia kembali melintas. Menuruni tangga. Aku masih sempat berpikiran kalau dia mungkin akan menelponku untuk turun ke bawah. Tapi, &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; belas menit berlalu, panggilan telepon tetap tak ada. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena curiga, aku menghubungi satpam di bawah dan menanyakan &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya -&lt;/i&gt; di mana. “Sudah pulang sejak tadi bang!” kata si satpam. Aku tersentak. Karena penasaran, aku kembali menghubungi sekred. Ternyata, pada pukul setengah satu tadi – karena aku tak bisa dihubungi – si sekred melaporkan pada &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya -&lt;/i&gt; kalau aku belum bisa dihubunginya. Kayaknya, &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya -&lt;/i&gt; menghapuskan aku dari jadwal bertemunya siang itu. Yang membuat aku kesal, kenapa dia tidak mengatakan sepotong katapun. Bahkan, bila perlu sekalian makian karena aku sudah “membandel.”&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Besoknya, kami gajian. Paginya, dengan semangat aku ke kantor untuk mengambil gajiku. Hari itu, sepanjang aku bekerja di koran itu, menjadi kali pertama aku mengambil gaji di hari pertama. Biasanya, aku selalu telat mengambil gaji. Bisa tiga – empat hari. Malah kayaknya pernah lewat dari satu pekan. Sampai giliranku, staff bagian keuangan bilang gajiku belum bisa diambil. Katanya, &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya - &lt;/i&gt;menahannya tanpa alasan dan penjelasan. “Maaf Pak, saya tidak tahu kenapa. Coba aja hubungi &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya -&lt;/i&gt; itu. Mungkin gaji bapak mau dinaikkan,” kata si bagian keuangan mencoba mencairkan suasana. Aku sempat kebingungan sebentar. “Benar tanpa ada penjelasan? Atau ada pesan dari dia” tanyaku lagi. Si bagian keuangan menggeleng. Memang, tak ada penjelasan.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku langsung kesal. Marah karena merasa hak ku dirampas. Terlebih, aku merasa disepelekan. Dan kali ini dia melakukan kesalahan terbesar. Siang itu, aku bersama beberapa kawan redaktur lain makan siang bareng sembari mengobrol soal kondisi kantor yang semakin aneh. Teman-temanku juga heran kenapa gajiku sampai ditahan tanpa penjelasan.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Puas mengobrol, kami lalu bubar. Menjelang sore, karena gak tahan lagi, akhirnya aku mengirimkan pesan teks kepada &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya&lt;/i&gt;. Intinya, aku protes kenapa ia sampai melakukan hal bodoh dengan menahan gajiku. Aku bilang perbuatannya itu sangat tidak fair. Kalau aku salah, silahkan diberikan sanksi. Hukuman juga boleh. Jangan gajiku ditahan. Kali ini aku betul-betul marah karena merasa teraniaya. Eh, masih sempat-sempatnya dia membalas pesanku dengan mengatakan kalau gajiku bukan ditahan, tapi memang disengaja tidak diberikan biar aku datang menemui dia untuk membicarakan persoalan sebelumnya yang dianggapnya belum selesai itu. Aku semakin marah. Tapi dia tetap ngotot memintaku untuk datang menemuinya pada hari Senin, sekaligus ambil gajiku. Aku langsung berpikir, kayaknya tak ada guna untuk berargumentasi dengan manusia psycho dan tak berperasaan seperti itu. Sekolah tinggi-tinggi dan jauh-jauh ternyata tidak selalu bisa membentuk pribadi profesional yang paripurna. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di puncak kekecewaanku aku kirimkan pesan lain. “Kayaknya tidak ada lagi yang perlu aku jelaskan. Semuanya sudah jelas. Sudah, tolong berikan saja gajiku,” begitu pesanku. Yang jelas, aku sudah tidak perduli lagi. Buat apa berlama-lama bekerjasama dengan orang seperti dia. Terakhir kali, aku kirimkan satu pesan lagi. “Terima kasih atas kerjasama kita selama ini. Secara pribadi aku tidak pernah marah pada ibu. Urusan kita hanya terbatas dalam lingkup perusahaan, dan barusan sudah aku anggap selesai. Sekali lagi terima kasih.”&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“Terimakasih juga. Goodluck where ever you go.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Eh, dia masih membalas.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kedua pesan terakhir tadi kayaknya sudah cukup untuk menjadi penyelesaian hubungan pekerjaan antara aku dengan &lt;i style=""&gt;si ibu - yang - tak - perlu - kusebutkan - namanya&lt;/i&gt; (dia mewakili perusahaan tempat aku bekerja itu). Setelahnya aku gak perduli, mau dipaksa mengundurkan diri kek, atau di-PHK kek, aku gak peduli. Yang penting, aku tidak lagi di dalam perusahaan itu. Mudah-mudahan mereka akan menjadi lebih baik tanpa keberadaanku di dalamnya. Menjadi pengangguran bukan berarti (harus) mati. Masih banyak tempat lain yang lebih baik yang siap untuk menampung. Yakin, itu pasti!&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;* * *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Benar saja, hampir dua pekan belakangan aku mulai sibuk-sibuk menyusun perencanaan untuk sebuah media baru yang akan terbit. Kalau tidak ada halangan – seizin yang di atas – media itu akan terbit pada Agustus mendatang. Mengenai bentuk dan apa isinya, ya tunggu ajalah ya. Bersabar atuh. Kalau diceritakan sekarang nanti malah gak surprise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, hidup memang pilihan. Kita mau jadi seperti apa, semuanya terserah kita sendiri. Yang penting ingat, kalau keputusan sudah diambil melangkahlah dengan tegak dan bertanggungjawablah!&lt;i style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-8419696860780771560?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/8419696860780771560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=8419696860780771560' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8419696860780771560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8419696860780771560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/07/menjadi-pengangguran-sementara.html' title='Menjadi Pengangguran (Sementara)'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-717799758886530464</id><published>2008-05-31T00:45:00.000+07:00</published><updated>2008-05-31T00:55:42.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brasil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='punah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='langka'/><title type='text'>Amazon Masih Menyimpan Suku Indian Primitif</title><content type='html'>Satu suku Indian Amazon yang merupakan salah satu dari suku yang terakhir kali tak tersentuh modernisasi dunia berhasil diabadikan dari udara. Tubuh mereka dibalur cat berwarna merah cerah dilengkapi dengan panah dan busur. Sejumlah foto dari udara mengenai suku ini sudah dirilis Kamis (29/5) lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto dari suku yang bermukim di dekat perbatasan antara Brasil dan Peru ini merupakan suku yang sangat langka. Seorang pejabat Brasil yang terlibat dalam ekspedisi tersebut mengungkapkan banyak dari mereka merasa marah akibat penebangan liar di hutan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang terjadi dalam kawasan ini merupakan suatu tindakan kriminal terhadap dunia alam, suku fauna dan juga ‘peradabaan’ manusia yang mengancam dunia,” tegas Jose Carlos Meirelles sebagaimana dikutip oleh kelompok Survival International.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu gambar yang bisa kita saksikan adalah melalui situs Survival International (http://www.survival-international.org) yang menampilkan dua pria suku Indian yang dilabur warna merah cerah membidik panah berapi mereka ke pesawat pengintai, sementara yang lain tengah mengamati pesawat tersebut dengan terheran-heran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto lainnya menunjukkan sekitar 15 orang suku Indian berada dekat gubuk kayu sangat primitif, di mana beberapa dari mereka tengah mempersiapkan panah berapi yang dibidikkan ke arah pesawat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia harus menyadari hal ini dan memastikan bahwa wilayah mereka dilindungi oleh UU Internasional. Jika tidak mereka segera akan punah,” ujar Stephen Corry, Direktur Survival International yang mendukung keberadaan suku-suku di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 100 lebih suku yang tak tersentuh peradaban modern di dunia ini, lebih dari setengahnya hidup di Brasil atau Peru, jelas Survival International. Dikatakannya, mereka semua mengungkapkan kemarahan mereka saat dipaksa hengkang dari tanah mereka. Sementara sebagian warga suku ini meninggal karena penyakit baru “tak dikenal”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-717799758886530464?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/717799758886530464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=717799758886530464' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/717799758886530464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/717799758886530464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/05/amazon-masih-menyimpan-suku-indian.html' title='Amazon Masih Menyimpan Suku Indian Primitif'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-1090590097116965405</id><published>2008-04-24T23:36:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T12:05:55.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilgubsu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langkat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan PKS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syamsul Arifin'/><title type='text'>Syamsul-Gatot Unggul</title><content type='html'>Ketegangan mewarnai awal rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan pasangan calon terpilih yang digelar KPU Sumut, Kamis (24/4) di Grand Angkasa. Untungnya, suasana tidak mengenakkan tidak berlangsung lama, apalagi setelah Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil rekapitulasi penghitungan suara menunjukkan pasangan ini suara sebesar 1.396.892 (28,31%). Pasangan ini menang di daerah yang mempunyai jumlah pemilih besar, yakni Medan, Deliserdang, Sergai, Tebingtinggi, Asahan, Tanjungbalai, Tapsel, Langkat, Binjai dan Batubara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menyusul pasangan Tri-Ben yang mendapat 1.070.303 suara (21,69%). Pasangan yang dijagokan PDIP ini unggul di 8 Kabupaten/Kota yaitu, Nias, Nias Selatan, Taput, Humbahas, Simalungun, Siantar, Samosir dan Karo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pasangan Wahab Dalimunthe-Raden Syafii memperoleh 858.528 suara (17,40%). Pasangan yang dijagokan PAN, Demokrat, dan PBR ini hanya bisa berkibar di Labuhanbatu dan Padangsidempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, pasangan RE Siahaan-Suherdi meraih 818.171 suara (16,58%). Pasangan yang tak terlalu gebyar dalam bersosialisasi ini ternyata berhasil menang Tapteng, Sibolga, Toba Samosir, Dairi dan Pakpak Bharat. Terakhir, pasangan Ali Umri-Maratua Simanjuntak raih 789.793 total suara (16,01%).&lt;br /&gt;Dalam rapat yang dikawal ketat aparat Brimob baik di luar maupun dalam ruangan itu, Ketua KPU Provinsi Sumut Irham Buana Nasution SH MHum mengatakan, rekapitulasi penghitungan suara calon Gub/Wagubsu periode 2008-2013 merupakan bagian akhir dari tahapan penyelenggaraan Pilgubsu yang dilakukan KPUD Sumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak benar kalau ada yang mengatakan penghitungan suara dipercepat, karena memang sesuai jadwal dimulai 23-25 April 2008. Rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan ini juga resmi dibuka untuk umum,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekapitulasi penghitungan suara di Hotel Grand Angkasa Medan yang dihadiri di antaranya oleh Syamsul Arifin, Gatot Pudjonugroho, Suherdi, Sekdaprovsu, Sekda Pemko Medan, Kajari, Ketua Pengadilan Tinggi, Pangdam I/BB, Lantamal I dan Panwalih Sumut, juga dilanjutkan dengan penanda tanganan formulir model DC-KWK oleh masing-masing lima pasangan calon. Sekaligus juga menetapkan calon Gub/Wagubsu terpilih periode 2008-2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan calon terpilih yang dilakukan oleh Ketua KPU Provinsi Sumut Irham Buana Nasution SH MHum, melalui rapat pleno terbuka juga dihadiri saksi dan tim kampanye masing-masing pasangan calon. Hanya saja, dari lima pasangan calon, hanya pasangan Syamsul-Gatot dan Cawagub Suherdi yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan tersebut juga berdasarkan Keputusan Nomor 130/2117/KPU Provinsi Sumut, Tentang Penetapan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah pada Pemilihan Pilgubsu 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diberi kesempatan menanggapi, saksi pasangan Abdul Wahab Dalimunthe-Raden Syafii (WaRas) mengutarakan, beberapa tahapan pelaksanaan Pilgubsu dinilainya semrawut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga meminta KPUD mengumumkan jumlah surat suara yang terpakai maupun yang tidak terpakai. Baginya, penjelasan ini penting agar pelaksanaan Pilgubsu tidak ternoda. “Dengan adanya klarifikasi yang tuntas dimaksudkan agar Pilkada tidak ternoda,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksi lain pasangan WaRas, Mustafawiyah Sitompul juga mengajukan keberatan karena terjadi adanya perbedaan hasil penghitungan suara di kabupaten/kota dengan penghitungan di TPS Menurutnya, ini terjadi di beberapa wilayah di antaranya di Kecamatan Medan Area, Medan Petisah, Medan Amplas, Medan Belawan dan Medan Johor. Hal ini juga terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Deliserdang dan Langkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pernyataan para saksi tersebut, Ketua KPU Provinsi Sumut Irham Buana Nasution SH MHum mengatakan, penghitungan maupun rekapitulasi penghitungan telah dilakukan di setiap tingkatan. Pada setiap tingkatan para saksi juga diberi kesempatan untuk menanggapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Syamsul Arifin dengan pasangannya Gatot Pujo Nugroho menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Sumut ke-17 dengan masa kepemimpinan 2008-20013. Menurut data yang ditulis wartawan senior Drs H. Muhammad TWH, Gubsu pertama adalah putra Aceh, Mr. SM Amin dengan masa jabatan 1947-1949. Setelah itu secara berturut-turut yang menjabat gubernur adalah Sarimin Reksodihardjo, Abdul Hakim, Dr. FL Tobing yang kemudian dijabat lagi oleh SM Amin untuk kedua kalinya dan sesudah itu ST Komala Pontas, Raja Junjungan Lubis, H. Eny Karim, Ulung Sitepu, PR Telambanua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai awal era orde baru gubernur Sumut dijabat Marah Halim Harahap kemudian EWP Tambunan, Kaharuddin Nasution, Raja Inal Siregar dan H. Tengku Rizal Nurdin. Pasangan Syamsul-Gatot akan dilantik pada 16 Juni 2008. (Teja Purnama-Global)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-1090590097116965405?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/1090590097116965405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=1090590097116965405' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/1090590097116965405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/1090590097116965405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/04/syamsul-gatot-unggul.html' title='Syamsul-Gatot Unggul'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-4535856827519781874</id><published>2008-04-24T23:03:00.000+07:00</published><updated>2008-04-24T23:04:26.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='afrika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penis dukun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kongo'/><title type='text'>“Pencurian” Penis Panikkan Kongo</title><content type='html'>Sudah sepekan kaum pria di Kota Kinshasa, ibukota Republik Demokratik Kongo resah. Kabar tentang “pencurian” penis santer beredar di kota berpenduduk delapan juta warga itu. Pencurian tak lazim ini segera menjadi buah bibir. Dibicarakan di pasar-pasar, bahkan sampai dalam acara dialog di radio-radio lokal. Pendengar disarankan agar mewaspadai penumpang angkutan umum yang mengenakan cincin emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, Kepolisian Kongo telah menahan 13 tersangka “penyihir” yang dituduh menggunakan ilmu hitam untuk mencuri atau mengecilkan penis sejumlah pria itu. Laporan seperti ini bukanlah sesuatu yang tidak lazim di Afrika Barat, di mana kepercayaan terhadap agama-agama tradisional dan ilmu sihir masih menyebar luas. Kawasan itu juga menjadi tempat di mana pembunuhan ritual untuk mendapat darah atau anggota tubuh masih dapat ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para korban yang sedang disidik polisi menuturkan, para “penyihir” tersebut cukup menyentuh korbannya untuk membuat alat kelamin mereka “menghilang”. Sejumlah warga mengatakan, praktek seperti itu dilakukan untuk mendapatkan uang dengan iming-iming kesembuhan. Modusnya, setelah penis si korban “hilang” si “penyihir” menawarkan penyembuhan. Tidak gratis tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi telah menahan sejumlah tersangka “penyihir” dan korban mereka untuk menghindari pertumpahan darah seperti di Ghana satu dekade lalu, ketika 12 tersangka pencuri penis dipukuli hingga mati oleh masyarakat yang marah. “Jika Anda dituduh sebagai penyihir, maka orang-orang akan mengejar Anda. Di sini sempat beberapa kali terjadi percobaan pembantaian,” ujar kepala polisi Kinshasa, Jean-Dieudonne Oleko, Selasa waktu setempat. “Saya merasa peristiwa ini seperti lelucon,” jelas Oleko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun saat Anda berusaha menjelaskan kepada para korban bahwa penis mereka masih ada, mereka menjawab bahwa penis mereka menyusut atau mereka mengalami impotensi. Saya mengatakan, Bagaimana Anda tahu jika Anda belum pulang ke rumah dan mencobanya,” papar Oleko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa warga Kinshasa menuding sekte separatis dari Provinsi Bas-Congo menjadi dalang di balik praktek ilmu sihir tersebut untuk membalas pemberangusan pemerintah baru-baru ini terhadap anggota mereka. “Ini nyata. Beberapa hari lalu, ada seorang pria yang menjadi korbannya. Kami melihatnya. Penisnya menciut,” kata pria berusia 29 tahun bernama Alain Kalala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-4535856827519781874?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/4535856827519781874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=4535856827519781874' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4535856827519781874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4535856827519781874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/04/pencurian-penis-panikkan-kongo.html' title='“Pencurian” Penis Panikkan Kongo'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-8796934472906018250</id><published>2008-04-11T12:18:00.000+07:00</published><updated>2008-04-11T12:21:29.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puting Beliung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BMG'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hujan Es'/><title type='text'>Beberapa Daerah Sumut Berpotensi Hujan Es</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" lang="FI"&gt;Warga Sumatera Utara diperingatkan untuk waspada. Pasalnya, hujan es diprediksi akan terjadi di Kabupaten Dairi, Karo, Simalungun, Tobasa, Tapanuli Utara, Deliserdang dan Kota &lt;span class="yshortcuts"&gt;Medan&lt;/span&gt; sekitarnya di sekitar April hingga Juni 2008.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" lang="FI"&gt;Fenomena ini terjadi disebabkan adanya kecenderungan penyimpangan beberapa parameter cuaca yang akan terjadi, di antaranya adalah peningkatan suhu udara dan kelembaban udara serta ketidakstabilan udara (Labilitas) yang sangat tinggi. Ketiga indikator tersebut membuat pembentukan awan menjulang tinggi (Cumulonimbus/CB) semakin aktif. Adanya hujan es karena di dalam awan yang menjulang tinggi terdapat butiran es yang sangat dingin sampai naik keketinggian lebih dari 8 km. Butiran ini sewaktu &lt;span class="yshortcuts"&gt;turun&lt;/span&gt; bersama hujan tidak sampai mencair karena suhu udara di sekitarnya lebih dingin dari di dalam awan, sehingga sampai di darat butiran es tetap membeku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" lang="FI"&gt;Hujan es terjadi umumnya pada siang, sore hari hingga menjelang malam. Tanda-tanda terjadinya hujan es dimulai dan disertai dengan petir/kilat yang kuat dan kadang kala disertai angin kencang (puting beliung), sehingga dapat berdampak kerusakan diberbagai sektor antara lain, pertanian, perkebunan, perumahan warga, kelistrikan, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumatera Utara mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Satlak PB Kabupaten/Kota meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk mengantisipasi secara dini terhadap fenomena alam ini. Saat hujan es terjadi, masyarakat diimbau untuk menghindari tempat terbuka (tanah lapang, sawah), juga melindungi kepala dari kejatuhan butiran es. (FADLY YASIR-GLOBAL)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-8796934472906018250?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/8796934472906018250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=8796934472906018250' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8796934472906018250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8796934472906018250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/04/beberapa-daerah-sumut-berpotensi-hujan.html' title='Beberapa Daerah Sumut Berpotensi Hujan Es'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-3816274748051425691</id><published>2008-04-11T12:12:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T11:48:47.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilgubsu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Panwaslih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkadasu'/><title type='text'>Pilkadasu Sarat Pelanggaran</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Banyak pelanggaran ditemukan dalam Pilkadasu 2008. Panwaslih berharap KPU Provinsi dan Poltabes Medan segera menindak lanjuti laporan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Masa kampanye pasangan Cagub dan Cawagub Sumut yang sudah hampir berakhir masih berlangsung aman. Namun, sejauh ini, ternyata ajang Pilkadasu ini sarat pelanggaran. Demikian dikatakan Ketua Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) Sumut David Susanto, Kamis (10/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut David, sampai kini pihaknya menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan peserta Pilkadasu 2008, baik disengaja atau pun tidak. Begitupun, David menekankan, pihaknya berupaya maksimal untuk melakukan penghempangan indikasi pelanggaran jangan sampai menjadi pelanggaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Kita terus bergerak ke setiap daerah. Tujuannya agar setiap indikasi pelanggaran tidak sampai menjadi pelanggaran. Sedangkan tindakan yang sudah dilakukan terhadap aparat negara yang memakai fasilitas negara, seperti mobil dinas dan lainnya, sudah diterapkan di 12 kabupaten dan kota, antara lain di Medan, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Simalungun, Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Nias,” ujarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;David mengakui, sebagai Panwas, pihaknya melakukan pemantauan indikasi pelanggaran terhadap tiga hal. Yakni, pemakaian dan pemanfaatan fasilitas negara oleh aparat negara. Kemudian, ketaatan pelaksanaan jadwal kampanye oleh peserta dan calon dibandingkan dengan laporan yang disampaikan kepada penyelenggaran Pilkada/Pilgubsu, serta mobilisasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; atau arak-arakan pendukung dalam sebuah kampanye. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Salah satu pelanggaran dan sudah dilaporkan Panwaslih adalah insiden penggunaan mobil dinas yang dilakukan Wakil Ketua DPRD-SU Ali Jabbar Napitupulu dalam kampanye bagi pasangan Syamsul Arifin-Gatot. Kemarin, anggota Panwaslih Medan Kota M Effendi melaporkannya ke Mapoltabes Medan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam laporan yang tertuang di STPL/996/IV/2008/Tabes, disebutkan peristiwa itu terjadi pada Rabu (9/4) di lapangan Jalan Air Bersih Medan. Terlapor datang sebagai juru kampanye ke lokasi kampanye dengan menggunakan mobil dinas berplat BK 2 B yang telah diubah menjadi hitam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Atas masalah ini Ali dikenai UU RI No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan dan jo PP RI No 6 tahun 2005 tentang pemilihan kepala daerah yang di dalamnya tercantum larangan penggunaan fasilitas negara dalam kampanye, dengan ancaman hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 1 juta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Ketua Panwaslih Kota Medan Rahmat Kartolo membenarkan pelanggaran itu dan telah mengirimkan tembusan ke KPU Provinsi dan Ketua DPRD-SU dan pihak terkait lainnya. “Panwaslih harus bersikap netral. Ali Jabbar sebagai Jurkam yang notabene juga Wakil Ketua DPRD-SU melakukan pelanggaran dengan menggunakan fasilitas milik rakyat. Jangan dikorbankan harta milik rakyat untuk kepentingan kelompok,” tegas Rahmat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Panwaslih Medan memiliki cukup bukti, baik foto maupun rekaman video pelanggaran yang dilakukan Ali Jabbar. “Bila bukti tak memenuhi, Panwaslih tidak akan berani melaporkan kepada KPU Provinsi dan Polri. Banyak pelanggaran yang terjadi selama jalannya kampanye. Namun yang memenuhi unsur pelanggaran administratif dan pidana hanya Ali Jabbar,” kata Rahmat. Ia berharap KPU Provinsi dan Poltabes Medan segera menindak lanjuti laporan itu. Sayangnya, Ali Jabbar mengelak konfirmasi dengan alasan sedang mengadakan pertemuan dengan Walikota Tanjung Balai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Mendagri Setujui 16 April Libur &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H Mardiyanto dengan Keputusan No. 121.12-263 Tahun 2008 Tanggal 10-4-2008 yang didukung dengan Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara kepada Bupati dan Walikota se-Sumatera Utara No. 1988/SEKR Tanggal 10 April 2008 dan Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara kepada Instansi Vertikal No.1990/SEKR Tanggal 10 April 2008 telah menetapkan Hari Libur bagi seluruh pekerja dan profesi di Sumut pada Rabu tanggal 16 April 2008, berkaitan  dengan pelaksanaan Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pengumuman ini dilakukan, agar pimpinan perusahaan baik pemerintah maupun swasta dapat memaklumi, sehingga pada tanggal dimaksud bisa memberikan kesempatan kepada pekerja atau karyawan menyalurkan hak politiknya pada Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2008-2013.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Ketua Desk Pilkada Sumut, Drs H Muhyan Tambuse mengatakan, pengumuman libur sehari itu ditujukan agar tidak terjadi miskomunikasi antara pimpinan dengan karyawan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Kita menginginkan pengumuman libur sehari pada 16 April 2008 nanti bisa disikapi dengan arif oleh seluruh pimpinan, khususnya di instansi swasta. Karena untuk pimpinan di lingkup pemerintah, hal tersebut saya yakini tidak ada masalah,” ucap H Muhyan yang juga Sekdaprovsu itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Terkait perhitungan suara, Muhyan memerkirakan hasilnya sudah dapat diketahui antara tujuh sampai 10 hari setelah pencoblosan. “Karena itu, kita mengimbau kepada seluruh lembaga survei untuk menahan diri mengumumkan hasil Pilgubsu. Biarkanlah kewenangan tersebut dijalankan KPUD, terutama terkait persentase partisipasi pemilih yang diharapkan minimal 70 persen dari 8,4 juta lebih pemilih,” tukas H Muhyan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Terkait urusan pembersihan alat-alat peraga kampanye usai Pilgubsu, H Muhyan menuturkan, hal tersebut sebenarnya menjadi tanggungjawab masing-masing calon bersama partai politik pendukungnya. Begitupun, pemerintah tetap mengambil peran untuk melakukan pembersihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Di tempat sama, H Eddy Syofian kembali menjelaskan, sebelum hari pencoblosan dilakukan, Pemprovsu bekerjasama dengan stasiun televisi swasta (Metro TV) akan menggelar debat terbuka. Debat yang digelar tanggal 12 April di Hotel Grand Angkasa Medan itu akan diikuti &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pasang calon. Kemudian tanggal 13 April, Pemprovsu kembali menggelar acara pertemuan dengan 1.800 pemilih pemula Pilgubsu yang akan digelar di Taman Budaya Sumatera Utara. Acara pertemuan dengan pemilih pemula ini akan dimeriahkan 18 grup band lokal. (Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Global edisi Jumat 11 April 2008-FADLY YASIR-GANDA)&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-3816274748051425691?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/3816274748051425691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=3816274748051425691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/3816274748051425691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/3816274748051425691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/04/pilkadasu-sarat-pelanggaran.html' title='Pilkadasu Sarat Pelanggaran'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-5470617521799139140</id><published>2008-03-01T04:58:00.000+07:00</published><updated>2008-03-01T05:01:24.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bunga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hujan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anthurium'/><title type='text'>Terima Kasih Hujan…</title><content type='html'>WAKTU aku memulai tulisan ini, jam sudah menunjukkan pukul 3.52 pagi. Gila, tak terasa waktu berputar cepat. Rasanya baru tadi aku nyampe di kantor ini, dan sekarang tiba-tiba sudah mau pagi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya aku workaholic hingga sampai menjelang subuh gini belum pulang. Tapi aku emang rada malas pulang. Soalnya di luar hujan masih deras, dan aku tadi ngantor bawa sepeda motor. Gak nyangka sih sejak 2 jam lalu hujan mengguyur Medan. Lumayan deras lagi. Apalagi siang tadi matahari bersinar galak, dan hujan memang sudah hampir dua minggu tidak turun. Jalanan di mana-mana sudah kering. Debu gak karuan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya ya begini. … mesti nunggu hujan reda dikit. Ada sih mantel hujan di motor itu. Tapi males aja. Ribet soalnya. Belum lagi soal keamanan. Siapa yang bisa menjamin jalanan pulang itu akan aman di tengah suasana seperti ini? Males ah, ambil risiko. Mending pagi dikit sekalian ntar pulangnya. Cari sarapan, terus tidur. Lumayan kalau dapat sampai jam sepuluh. Jam 12.00 aku sudah mesti ada di Lapangan Benteng, jadi juri salah satu lomba model yang diadakan Honda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan. Sebenarnya aku rada senang juga hujan turun malam ini. Paling ngga, besok aku gak terlalu repot lagi mesti menyirami tanaman si mama. Beberapa hari lalu semua tanaman itu aku siram secara menyeluruh. Tapi, karena tak menggunakan selang – terpaksa mengangkat air di ember – lumayan pegal juga pinggang ini. Tanaman si mama memang lumayan banyak. Kalau kuhitung jumlah potnya, kayaknya lebih dari 30 buah. Belum lagi bayi anthurium yang manjanya setengah mampus itu. Namanya masih bayi, mesti diurusin lebih telaten. Siramnya mesti tiap hari. Sehari aja alpa, besoknya dia pasti udah menguning. Kalau cuma yang ini sih gak capek. Dua gayung air aja cukup sih. Kan, cuma untuk dipercik-percikkan doang. Masih imut kali soalnya si anthurium-anthurium itu. Paling tingginya masih sekitar 5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi aku mesti menyapu rumah, dan mengepelnya. Bayangkan! Huh. Itu semua memang pekerjaan perempuan. Tapi, mau tak mau mesti aku kerjakan. Soalnya di rumah sedang tak ada orang. Mamaku lagi di Jakarta, melihat dan merawat si Kyra, adeknya si Nio, ponakanku dari adek cewek nomor dua. Nah, kalau gak disapu dan dipel, aku ngeri membayangkan debu yang akan menempel di lantai rumah itu. Yah, mending mengalah. Ambil sapu, kain pel, dan air di ember… Meski kerjanya gak niat-niat banget, at least debunya tidak terlalu banyak lah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah… setidaknya aku jadi tau, ternyata sekedar menyiram tanaman itu bikin capek juga. Cepat besar ya bayi-bayi anthurium… siapa tau masih laku dijual mahal! Terima kasih hujan… Sabtu 4.27 Wib (lama ya? Nyambi browsing soalnya!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-5470617521799139140?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/5470617521799139140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=5470617521799139140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5470617521799139140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5470617521799139140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/03/terima-kasih-hujan.html' title='Terima Kasih Hujan…'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-8083607763781942996</id><published>2008-02-27T02:25:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T02:27:57.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hakim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sitohang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembunuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vonis'/><title type='text'>Sitohang Pembunuh Itu Divonis Mati!</title><content type='html'>&lt;i style=""&gt;Dua dari empat terdakwa pembunuh Direktur PT Mutiara Inti Sari Iskandar Tansu dan istrinya Auw Lie Min akhirnya diganjar hukuman mati.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Majelis hakim PN &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang diketuai hakim Bersiaf Sitanggang SH, Selasa (26/2), memvonis mati Delistian Sitohang dan Andy Tiono. Sedangkan satu terdakwa lain, Rudianto Sitohang divonis hukuman penjara seumur hidup. Sebelumnya, JPU Edmon Purba SH dalam persidangan Kamis (21/2) lalu menuntut ketiganya dengan hukuman penjara seumur hidup. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mendengar vonis itu, Andy Tiono dan Delistian tidak menunjukkan ekspresi keterkejutan. Keduanya terlihat biasa-biasa saja. Malah, Andy sempat tersenyum, meski agak kecut. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Majelis hakim menilai, kedua terdakwa layak dihukum mati karena merampok dan membunuh korbannya dengan sangat sadis. Mereka terbukti melakukan tindak pidana perampokan disertai kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang diatur dalam pasal 365 ayat 4 KUHPidana. Alasan lain, keduanya pernah menjalani hukuman dalam kasus perampokan lain. “Mereka residivis. Andy Tiono pernah dihukum 3,5 tahun karena merampok dan Delistian dihukum beberapa bulan karena mencuri,” jelas Bersiaf diamini Djumali SH, hakim anggota persidangan tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pengacara terdakwa Panca Hutagalung SH dari LBH Prodeo, langsung menyatakan banding atas tuntutan tersebut. Panca mengatakan pihaknya merasa berat sebab Rudianto yang bekerja sebagai satpam di PT MIS tersebut hanya sekedar membantu. “Dia tidak ikut dalam aksi pembunuhan,” ujarnya. Dijelaskannya, berdasarkan kesaksian Andy Tiono, Delistian dan Hebron Hutajulu (vonis 10 tahun penjara), Rudianto tidak terlibat langsung. Sebab, saat kejadian terdakwa hanya membukakan pintu gerbang, karena terdakwa sudah kenal dengan ketiga terdakwa lainnya. “Terdakwa sama sekali tidak mengetahui niat tiga terdakwa lain yang ingin membunuh korban,” papar Panca.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun hakim berpendapat lain. “Rudianto memang tidak ikut dalam aksi pembunuhan, namun ia mengetahui dengan persis rencana ketiga kawannya tersebut,” beber Djumali SH. Mendengar vonis itu, Rudianto pun stres. Dari balik jeruji besi tahanan sementara PN Medan ia meraung. “Hukum di Indonesia memang tidak adil,” jeritnya.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekedar mengingatkan, pada pertengahan Agustus 2007 keempat terdakwa Andy Tiono, dua bersaudara Rudianto dan Delistian Sitohang serta Hebron Hutajulu sekitar pukul 8.30 Wib, merampok dan membunuh Iskandar Tansu dan isterinya Auw Lie Min. Pagi sebelum pembunuhan terjadi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keempat terdakwa berkumpul di rumah Delistian, tak jauh dari PT MIS. Keempatnya berencana merampok korban dengan cara menculik, lalu membawanya ke daerah perkebunan di wilayah Tanjung Morawa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semua rencana lalu disusun serapi mungkin. Namun, saat pelaksanaan korban terus melawan. Akhirnya, para terdakwa gelap mata. Dengan tangan dan kaki terikat, korban lalu diletakkan di tanah dan lalu dilindas berkali-kali dengan mobil milik korban di perkebunan kelapa sawit Blok PQ Afdeling II PTPN II Tanjung Morawa.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Korban lalu ditinggalkan begitu saja setelah barang-barang berharga miliknya dilucuti sampai akhirnya ditemukan dua pengangkut buah kelapa sawit. Pembunuhan itu pun geger. Beberapa hari kemudian, keempat pelaku perbuatan sadis itu berhasil diciduk polisi. (ds-budi alimuddin/global)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-8083607763781942996?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/8083607763781942996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=8083607763781942996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8083607763781942996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8083607763781942996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/02/sitohang-pembunuh-itu-divonis-mati.html' title='Sitohang Pembunuh Itu Divonis Mati!'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-2263852588997289414</id><published>2008-02-27T02:09:00.001+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:53.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='polisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasabah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selangor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perampok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malaysia'/><title type='text'>Dor…! 3 WNI Ditembak Mati di Selangor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R8RmTWA7wXI/AAAAAAAAAGI/vWkRdumhV_0/s1600-h/penembakan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 311.4px; height: 205.2px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R8RmTWA7wXI/AAAAAAAAAGI/vWkRdumhV_0/s400/penembakan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171370754641215858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kejar-kejaran seru seperti adegan di film eksyen terjadi di jalan raya di kawasan Petaling Jaya, &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-style: italic;" st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Selangor&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, Senin (25/2) sore. Di jalanan yang ramai itu, mobil polisi menyalip satu sedan Proton Waja berwarna emas. Penguberan setelah sejauh tiga kilometer itupun berakhir.&lt;/span&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tiga pria turun dari mobil itu. Bukannya menyerah, mereka malah mengancungkan parang. Dor!!! Ketiganya tersungkur tewas di tengah jalan. Polisi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menembak karena geram. Ketiganya baru saja merampok seorang nasabah yang baru saja keluar dari bank di Dataran Prima yang membawa uang 10.000 ringgit (sekitar Rp 28,5 juta). Ketiganya berusia sekitar 30 hingga 50 tahun dan mereka adalah warga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suasana di Jalan SS25/23, Petaling Jaya menjadi tegang. Saksi, seperti dikutip KOSMO! menuturkan, orang-orang lalu menjadi panik, berhamburan mencari tempat berlindung. Apalagi, saat pukul 3.00 petang itu lalu lintas sedang macet total hampir sepanjang empat kilometer berawal dari pasar raya Giant Kelana Jaya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kepala Polisi Selangor Khalid Abu Bakar menuturkan, penembakan itu adalah klimaks dari intaian mereka selama dua pekan. Selama ini, polisi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sudah dibuat geram dengan aksi kriminal yang dilakukan Geng Bibik. Konon, warga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mendominasi kumpulan kriminal ini. Khalid yakin, keberhasilan ini bisa membantu pihaknya menyelesaikan sedikitnya 30 kasus perampokan sejak setahun lalu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hasil pemeriksaan polisi di mobil pelaku ditemukan empat bilah parang, uang tunai 10.000 ringgit, dan beberapa topeng hantu (balaklava) yang digunakan untuk merampok, lampu sirene polisi, sarung tangan, dua rompi polisi. Polisi tidak menemukan senjata api.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mobil yang digunakan merupakan hasil curian dan nomor kendaraan juga palsu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Khalid menjelaskan, modus operandi kelompok penjahat itu adalah dengan membuntuti nasabah yang baru selesai berurusan di bank dan kemudian merampok mereka dengan parang, pisau atau senapan patah. “Polisi mengejar ketiga suspek (tersangka) sejauh tiga kilometer sebelum menyalip mereka. Mereka mengeluarkan parang dan coba melawan. Ini memaksa polisi melepaskan tembakan,” katanya di tempat kejadian.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Peristiwa ini lalu menjadi santapan media di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Harian Utusan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, Harian Metro, dan KOSMO! Berlomba-lomba memberitakannya. Namun, dalam berbagai berita tidak disebutkan nama-nama perampok dan asalnya. Berbagai media &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; memberitakan pelakunya adalah warga asing, hanya KOSMO! yang menurunkan berita bahwa pelakunya adalah WNI dikenal sebagai Geng Bibik.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain aktif di Lembah Klang, KOSMO! melaporkan, Geng Bibik memiliki jaringan kejahatan di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; besar seperti &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ipoh&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan Johor Bahru. Belum ada keterangan pihak Deplu mengenai kebenaran identitas para tersangka itu. (glob/kosmo!)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-2263852588997289414?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/2263852588997289414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=2263852588997289414' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2263852588997289414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2263852588997289414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/02/dor-3-wni-ditembak-mati-di-selangor.html' title='Dor…! 3 WNI Ditembak Mati di Selangor'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R8RmTWA7wXI/AAAAAAAAAGI/vWkRdumhV_0/s72-c/penembakan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-4930270918705129236</id><published>2008-02-22T02:31:00.000+07:00</published><updated>2008-02-22T02:33:30.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cagubsu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkadasu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gubernur'/><title type='text'>Cagubsu Belum Aman</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meski sudah ditetapkan dan mengantongi nomor urut, Cagubsu dan pasangannya ternyata belum aman betul. Salah dalam kampanye, apalagi menyangkut pendanaan, pencalonan bisa dibatalkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mesti dicermati betul oleh para pasangan Cagubsu. Jangan hanya karena kesalahan kecil, terpaksa harus menerima sanksi pembatalan. Penegasan ini dilontarkan Ketua KPU Sumut, Irham Buana Nasution di ruang kerjanya, Kamis (21/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bentuk sanksi ini terdapat pada Keputusan KPU Sumut Nomor 7 tentang Tata Cara Kampanye Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Sumut pada bagian pengaturan dana kampanye,” ungkapnya, usai bertemu dengan Panwas Sumut dan KPID. Pertemuan dimaksudkan untuk menyatukan persepsi soal aturan-aturan kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipaparkannya, sanksi berat ini dapat dijatuhkan jika pasangan calon menerima sumbangan maupun bantuan kampanye dari negara asing, lembaga swasta asing, LSM asing dan warga negara asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pembatalan sebagai pasangan calon juga dapat dijatuhkan jika pasangan menerima sumbangan maupun bantuan kampanye dari penyumbang atau pemberi bantuan yang tidak jelas identitas, juga dari pemerintah, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD,” tegas Irham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sumbangan atau bantuan terlarang itu harus dilaporkan kepada KPU Sumut paling lama 14 hari setelah masa kampanye berakhir dan disetorkan ke Kas Daerah dengan bukti setoran yang juga dilaporkan kepada KPU Sumut.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanksi berat lain, lanjut Irham, apabila pasangan calon, tim dan juru kampanye menjanjikan maupun memberikan uang atau materi lain untuk mempengaruhi pemilih berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterangkannya, jika tanggal putusan pengadilan jatuh pada tahap kampanye, maka sanksi yang dijatuhkan adalah pembatalan pasangan calon. Jika tanggal putusannya pada tahap penghitungan suara, maka suara sah pasangan calon dinyatakan tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika tanggal putusan pengadilan pada tahap penetapan calon terpilih, maka kedudukannya diganti pasangan calon terpilih peringkat suara terbanyak berikutnya,” terang Irham. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, dia juga menerangkan pasangan calon juga wajib memiliki rekening khusus dana kampanye dan didaftarkan kepada KPU Sumut. Sedangkan soal sumbangan, lanjutnya, bisa berasal dari perorangan maupun badan hukum swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan soal sumbangan ini tetap ada aturan yang tidak boleh dilanggar,” tegasnya. Sumbangan perorangan tidak boleh lebih dari Rp 50 juta dan sumbangan badan hukum swasta tidak boleh melebihi Rp 350 juta. Irham juga menyebutkan, setiap sumbangan dengan nilai Rp 2,5 juta baik dalam bentuk uang maupun materi lainnya wajib dilaporkan kepada KPUD Sumut dan identitas penyumbang harus jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Laporan ini harus masuk ke KPU Sumut satu hari sebelum dan sesudah masa kampanye berakhir. Dan KPU Sumut juga harus mengumumkan laporan sumbangan dana kampanye tiap pasangan calon kepada masyarakat satu hari setelah mendapat laporan,” lanjutnya seraya menjelaskan masa kampanye berlangsung selama 14 hari dan berakhir tiga hari sebelum pemungutan suara yang jatuh pada 16 April mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan dana kampanye yang mencakup persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian kegiatan  juga wajib dilaporkan pasangan calon tiga hari setelah pemungutan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selanjutnya KPU Sumut harus menyerahkan laporan dana kampanye ini kepada akuntan publik yang telah mendapat akreditasi dari Departemen Keuangan paling lambat dua hari setelah menerimanya,” sebutnya, seraya menambahkan, akuntan publik mempunyai waktu 15 hari melakukan audit dan menyerahkannya ke KPU Sumut untuk diumumkan kepada masyarakat. (Teja Purnama/Global)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-4930270918705129236?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/4930270918705129236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=4930270918705129236' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4930270918705129236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4930270918705129236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/02/cagubsu-belum-aman.html' title='Cagubsu Belum Aman'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-9138218020661772577</id><published>2008-02-22T02:27:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:54.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Purnama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imlek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vihara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buddha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cemara Asri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cap Go Meh'/><title type='text'>Berdoa untuk Kesejahteraan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R73Q72A7wWI/AAAAAAAAAGA/tuGUgiQhJ-4/s1600-h/Ca-Go-Meh.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 324px; height: 216.27px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R73Q72A7wWI/AAAAAAAAAGA/tuGUgiQhJ-4/s400/Ca-Go-Meh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169517673821487458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan umat Buddha merayakan malam Cap Go Meh. Doa berharap berkat pun dipanjatkan. Kembang api sejuta warna terangi langit Cemara Asri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua pekan berkumpul bersama keluarga atau pulang kampung merayakan Imlek, Kamis (21/2) malam dirayakan umat Buddha sebagai malam Cap Go Meh. Diyakini, malam itu adalah bulan terang dan umat berdoa penuh khidmat agar diberikan kesejahteraan bagi keluarganya, masyarakat umumnya dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin malam, seperti tahun-tahun sebelumnya, ribuan umat Buddha di Medan dan Deliserdang meramaikan Cap Go Meh di Vihara Maitreya, Kompleks Cemara Asri, Deliserdang. Mereka melakukan ritual pelita berkah membakar hio dan memasang lilin di mangkok pelita serta stiker yang ditempelkan di mangkok sembari memanjatkan doa-doa dan bakti kepada sang Buddha Maitreya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malam Cap Go ini adalah puncak akhir perayaan Imlek. Biasanya kita umat Buddha bersuka cita dan bersyukur karena kembali berkumpul bersama keluarga setelah bebas dari rutinitas aktivitas sehari-hari selama setahun. Pada malam terang bulan ini kita berdoa kepada sang Buddha sembari melakukan bakti pemujaan,” ujar Pandita Satya Vira, di sela-sela acara Cap Go Meh di vihara terbesar di Sumut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dituturkannya, malam ke-15 dari penanggalan Tahun Baru Imlek itu dianggap masyarakat Buddha adalah suci dan dihormati. Saban tahun, umat Buddha melakukan ritual itu bersama keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga umumnya berdatangan dari berbagai kawasan Kota Medan dan Deliserdang sambil menikmati santapan makanan malam bersama keluarga dan kerabatnya masing-masing. Maraknya malam ke-15 dari perayaan Tahun Baru Imlek 2559 tersebut tidak hanya di dalam vihara, namun juga di sekitar kompleks Cemara Asri. Di sekitar bundaran kompleks, ribuan masyarakat menyaksikan pertunjukan pesta kembang api. (M Isya/Global. foto: Fauzi Ilham)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-9138218020661772577?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/9138218020661772577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=9138218020661772577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/9138218020661772577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/9138218020661772577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/02/berdoa-untuk-kesejahteraan.html' title='Berdoa untuk Kesejahteraan'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R73Q72A7wWI/AAAAAAAAAGA/tuGUgiQhJ-4/s72-c/Ca-Go-Meh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-7101005577312134999</id><published>2008-02-21T02:37:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T11:59:05.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sinabang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Simeuleu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gempa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsunami'/><title type='text'>Gempa, Medan Panik</title><content type='html'>&lt;span style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Panik menyergap warga &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tepat pada pukul 15.08 Wib. Hampir setengah menit bumi berguncang. Orang-orang berhamburan dari rumah-rumah, kantor, hotel, rumah sakit, mal, bangunan tinggi, dan bahkan yang sedang dalam perjalanan. Wajah mereka memucat, nafas ngos-ngosan. Tak sedikit berkomat-kamit, mungkin memanjatkan doa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Salah satunya Anton Hutabarat (66 tahun). Warga Jalan Garu Medan ini terpaksa buru-buru turun dari lantai VI Rumah Sakit Dr Pirngadi Medan. Jarum infus masih terpasang di tangan kirinya. Dibantu isterinya, dengan tertatih mereka harus menuruni tangga darurat. “Terasa kali goyangan di lantai VI, kami langsung turun,” ujarnya dengan nafas ngos-ngosan. Anton sudah tiga hari dirawat di rumah sakit pelat merah itu. Karena jantung yang sakit, ia terpaksa opname di ruang 613 lantai VI RSPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Anton tak sendiri. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ratusan pasien yang berusaha menyelamatkan diri saat bumi bergetar. Rosma (38) misalnya. Warga Tembung ini dengan cekatan langsung memapah puterinya, Tari (18) yang juga sedang dirawat di lantai VI. “Kami khawatir. Walaupun sebenarnya tidak apa-apa,” ujar Rosma sambil memegangi botol infus di tangan kiri Tari. &lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Gempa yang berangsur hilang ternyata tidak menyurutkan takut para pasien dan keluarganya. Meski sudah berhenti, pasien enggan kembali ke ruang rawat. Malah, beberapa pasien memilih pulang ke rumahnya. Mereka panik, meski Humas RS Pirngadi Medan Indah Kemala Hasibuan S.Psi sudah berusaha menenangkan dan meminta mereka kembali ke ruangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Selain Anton dan Rosma, ribuan warga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; lain yang tengah beraktifitas sempat panik saat gempa berkekuatan 7,5 skala Richter versi United States Geological Survey mengguncang Pulau Simeuleu di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Meski jarak yang membentang antara Simeuleu dengan Kota Medan sejauh 310 Km, namun tanah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bergetar kuat. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah Medan mencatat, kekuatan gempa di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini sebesar III MMI Scale (Modified Mercalli Intencity). Gempa bahkan terasa sampai ke Penang&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, Kota Bahru, dan &lt;st1:city st="on"&gt;Kuala Lumpur&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Di Medan, gempa sangat terasa. Gedung-gedung tinggi serasa diayun. Karyawan-karyawan dan pegawai di beberapa BUMN dan instansi pemerintah, seperti di Bank Sumut dan Bank Mandiri di Jalan Imam Bonjol berhamburan turun dari lantai 5-9. Ribuan orang yang sedang berada di dalam mal seperti &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Sun&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Plaza&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;, Medan Fair, Palladium, sontak berlari. “Tadi sedang asyik-asyik mengedit foto. Tiba-tiba aku liat orang berlarian sambil berteriak gempa. Aku juga ikutan lari. Bangunan ini berguncang hebat,” kata Andre, karyawan D Studio Foto di Lantai II Palladium Plaza. Bersama ribuan orang lain, mereka lalu menunggu bumi tenang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Menurut Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah Medan, g&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;empa bumi tektonik berkekuatan 7,3 skala Richter terjadi di Pulau Simeuleu, NAD pukul 15.08 WIB. Gempa berpusat di darat yakni 42 kilometer Barat Laut Pulau Simeuleu di kedalaman 30 km. Guncangan gempa berdurasi sekitar setengah menit itu dirasakan hampir merata di Provinsi Sumut, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Meulaboh (VI MMI), Gunung Sitoli (II - III MMI), Sibolga (III - IV MMI), dan Banda Aceh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Walau gempa tergolong kuat, kami belum mendapat laporan terkini dari Simeuleu menyangkut kerusakan rumah, gedung dan korban jiwa. Informasi yang kita terima dari satkorlak, Banda Aceh dan Meulaboh masih aman,” ujar Kabid Data dan Informasi Balai Besar Metereologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah Medan, Rifwar Kamin SSI melalui staf data dan informasi Yahya Darmawan, Rabu (20/2) sore. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(Denny Sitohang-Dedi Suhardi- M Isya. Artikel serupa sudah dimuat di Harian Global dan KabarIndonesia.com)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-7101005577312134999?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/7101005577312134999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=7101005577312134999' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/7101005577312134999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/7101005577312134999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/02/gempa-medan-panik.html' title='Gempa, Medan Panik'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-2094050000419429481</id><published>2008-02-21T02:35:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T11:56:47.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sinabang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Simeuleu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gempa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsunami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NAD'/><title type='text'>3 Tewas, 51 Luka-luka, Puluhan Bangunan Rusak</title><content type='html'>&lt;i style=""&gt;Gempa 7,5 skala Richter mengguncang Kabupaten Kepulauan Simeuleu, NAD. Tiga orang tewas, puluhan terluka tertimpa reruntuhan bangunan dan sejumlah rumah dan jembatan rusak. Ratusan warga mengungsi. Gempa terasa di Banda Aceh, Sumut, bahkan jauh ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/i&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Pakaya mengatakan, tiga warga yang meninggal dunia masing-masing bernama Aidin (70 tahun), Nyak Diman (60), dan Habiza (70). “Mereka kaget, mungkin terkena serangan jantung,” kata Rustam Pakaya melalui sambungan telepon, Rabu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut Pakaya, warga yang luka-luka kini dirawat di rumah dokter setempat. Beberapa yang terluka ringan sudah pulang ke rumah setelah mendapat perawatan. “&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa bangunan Puskesmas rusak. Saya sudah perintahkan dokter-dokter di Simeulue untuk keliling mencari korban gempa,” kata dia.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rabu sore, di tengah terputusnya informasi dari episentrum gempa, blog ini menerima gambaran tentang dahsyatnya gempa. Herna (60), warga turunan Tionghoa yang bermukim di Kota Sinabang mengatakan guncangan gempa sangat kuat. “Cukup lama, sampai obat-obatan berhamburan dari lemari penyimpanan,” kata Herna yang akrab disapa Aci. Sayang, pengusaha Toko Obat Nasional ini tak sempat bercerita banyak, sambungan telepon terputus. Ia sempat mengatakan, warga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; berhamburan ke jalan. Menurutnya, jika durasi gempa lebih lama, korban akan berjatuhan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Wilayah paling parah adalah kasawan Simeuleu Barat. Wilayah itu sempat terisolir. Sambungan telepon terputus, tower Telkomsel rusak, dan instalasi listrik rusak parah. Akibatnya, Simeulue gelap gulita. Di tengah panik, warga mengungsi mengungsi ke perbukitan karena khawatir terjadinya Smong (tsunami). Malah, sampai pukul 22.00, warga masih bertahan di perbukitan. Memang, peringatan tsunami sempat muncul, meski belakangan tidak ada gelombang yang terdeteksi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;US&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; Geological Survey menyebutkan, gempa pertama berkekuatan 7,5 SR dan mengguncang Kepulauan Simeulue dekat pesisir barat Sumatera – kawasan bencana yang paling menderita ketika dihantam tsunami Samudera Hindia pada 2004.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Simeulue adalah daerah berpenduduk 75.000 orang, namun sebagaian besar penduduknya tinggal di rumah-rumah sederhana yang diyakini tidak dapat menimbulkan luka serius atau kematian terhadap penghuninya jika roboh. Gempa berkekuatan 9 SR di Samudera Hindia pada 2004 memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 230.000 jiwa di beberapa negara, sebagian besarnya di Sumatera. Tiga bulan kemudian, sebuah gempa berkekuatan 8,7 SR menewaskan 1.000 orang di Pulau Nias dan Simeulue. (Berbagai sumber, Acehkita.com, artikel yang sama sudah diterbitkan di Harian Global dan KabarIndonesia.com)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-2094050000419429481?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/2094050000419429481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=2094050000419429481' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2094050000419429481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2094050000419429481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/02/3-tewas-51-luka-luka-puluhan-bangunan.html' title='3 Tewas, 51 Luka-luka, Puluhan Bangunan Rusak'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-2445557630153347367</id><published>2008-02-21T02:32:00.000+07:00</published><updated>2008-02-21T02:35:12.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cagubsu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada'/><title type='text'>Ini Nomor Kami!</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“Dua itu victory! Victory! Kemenangan!” Merekapun beramai-ramai menyerukan koor,“Triben! Triben!” Tepuk tangan pun membahana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;Begitulah reaksi para pendukung dan anggota tim kampanye pasangan Cagubsu Tri Tamtomo-Benny Pasaribu ketika mengetahui jagoan mereka mendapatkan nomor urut 2 saat pengundian yang digelar KPU Sumut di Hotel Madani Jalan SM Raja, Medan, Rabu (20/2).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sejak siang kemarin, masing-masing pasangan Cagubsu sudah mengantongi nomor keberuntungan masing. Pasangan Umri-Maratua bernomor urut satu, Tri Tamtomo-Benny dua, RE Siahaan-Suherdi tiga, Wahab-Raden Syafii empat, dan Syamsul-Gatot bernomor urut lima. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pengundian nomor itu memang menarik perhatian warga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Selain anggota tim kampanye, tidak sedikit masyarakat awam datang karena ingin melihat pasangan jagoan mereka. Pengunjung yang tidak memiliki undangan dan pengenal khusus tidak diizinkan masuk. Mereka hanya bisa berdiri di luar lokasi acara. Polisi siaga penuh di lokasi acara.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saking ramainya, lahan parkir Hotel Madani yang terletak di basement tidak mampu menampung kendaraan pengunjung. Tidak sedikit pengunjung memarkirkan kendaraannya di pinggiran Jalan Amaliun dan Yuki Simpang Raya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pengundian nomor urut didahului penetapan kelima pasangan itu menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Acara itu disaksikan segenap anggota KPU se-Sumut, Gubsu yang diwakili Sekdaprovsu Drs Muhyan Tambuse, pimpinan partai politik, pasangan calon beserta tim kampanye, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan David Susanto dan unsur Muspida. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pasangan yang pertama kali mencabut nomor yang telah disediakan dalam sebuah wadah kaca tertutup adalah pasangan Wahab-Raden Syafii. Lalu diikuti Umri-Maratua, RE Siahaan-Suherdi, Tri Tamtomo-Benny, dan Syamsul-Gatot. Kelima nya tidak boleh langsung membuka nomor yang diperolehnya. Mereka dipersilahkan kembali ke tempat masing-masing. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lalu, anggota KPU Sumut Jumiran Abdi yang memandu acara itu, meminta mereka membuka kertas bertuliskan nomor. Momen ini pun menjadi “santapan lezat” para juru foto yang bertugas. Kemudian suasana yang dikisahkan di awal tulisan ini pun terjadi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Keriuhan juga merebak dari pendukung Syamsul-Gatot. Tak mau kalah, mereka mengekspresikan kegirangan karena mengetahui pasangan yang dijagokan mendapat nomor urut &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Mereka meneriakkan nama Syamsul-Gatot seraya menunjukkan kelima jarinya seolah melambaikan tangan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pendukung RE Siahaan-Suherdi tidak kalah ramai. Setelah mengetahui pasangannya mendapat nomor urut tiga, mereka spontan mengancungkan tangan dengan menyembunyikan jari tengah dan jari manis. Alhasil, yang tampak hanya ibu jari, telunjuk, dan kelingking. Momen ini mengingatkan kembali lambang “metal” yang digemari generasi 90-an. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kegembiraan juga tampak pada pendukung pasangan Umri-Maratua dan Wahab-Raden Syafii. Selain bertepuk tangan saat jagoannya menunjukkan nomor yang diperoleh mengancungkan tangan. Pendukung Umri-Maratua mengancungkan jari telunjuk, sedangkan pendukung Wahab-Raden Syafii menunjukkan angka empat dengan jarinya. (Ditulis ulang berdasarkan laporan Teja Purnama, wartawan Harian Global)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-2445557630153347367?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/2445557630153347367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=2445557630153347367' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2445557630153347367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2445557630153347367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/02/ini-nomor-kami.html' title='Ini Nomor Kami!'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-2641463542361394260</id><published>2008-02-19T04:23:00.000+07:00</published><updated>2008-02-19T04:25:48.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='deliserdang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelacuran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandarbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='germo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trafficking'/><title type='text'>Nyaris Dijual, 4 Gadis Kabur dari Barak PSK</title><content type='html'>&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ngeri membayangkan akan dijadikan PSK (pekerja seks komersial), empat gadis asal Padalarang, Jawa Barat nekat melarikan diri dari sebuah barak penampungan di Desa Bandarbaru, Deliserdang, Senin (18/2) dinihari. Mereka diduga korban trafficking dan diperkirakan baru tiba di daerah lokalisasi itu.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keempat korban masing-masing, Reni (24 tahun), Leni (21), Rina (25) dan Elsa (20) berhasil lolos dari cengkeraman germo setelah nekat melompat dari lantai dua Barak E di Desa Bandarbaru pada Senin sekitar pukul 2.00 WIB. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Barak merupakan istilah tempat penampungan para PSK. Biasanya, oknum-oknum penyedia jasa PSK menjemput mereka dari barak dan kemudian mengantarkannya ke tamu yang berminat. &lt;i style=""&gt;Nah&lt;/i&gt;, dalam kasus ini, barak juga digunakan sebagai tempat penyekapan “calon” PSK baru seperti ke empat wanita itu.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah berhasil lolos dari Barak E, di malam yang dingin itu ke empat wanita itu sembunyi di sebuah gereja yang terletak tidak jauh dari lokasi penampungan. Setelah merasa aman, mereka mengadu ke pos polisi dan selanjutnya diserahkan ke Direktorat Reskrim Poldasu. Ke empat wanita itu pun urung menjadi PSK. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber di Mapoldasu menyebutkan, ke empat korban tiba di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; melalui jasa Kidir, seorang warga Bandung Jabar. Disebut-sebut, Kidir menjanjikan para korban akan dipekerjakan di luar negeri sebagai pembantu rumahtangga. Untuk meyakinkan korbannya, Kidir menjanjikan gaji yang cukup besar. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tergiur dengan tawaran Kidir, ke empat korban langsung menyetujui tawaran itu. Sialnya, bukan pekerjaan baik-baik yang didapatkan. Mereka malah dibawa ke lokalisasi di kawasan Bandarbaru, Sumut untuk dijadikan sebagai PSK di Barak E. Namun, polisi belum memberikan keterangan resmi. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-2641463542361394260?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/2641463542361394260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=2641463542361394260' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2641463542361394260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2641463542361394260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/02/nyaris-dijual-4-gadis-kabur-dari-barak.html' title='Nyaris Dijual, 4 Gadis Kabur dari Barak PSK'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-6069522708916030824</id><published>2008-02-13T01:50:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:54.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pematang siantar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dokter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malpraktek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='operasi'/><title type='text'>Kisah Binsar Simarmata Mencari Keadilan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R7Hq92A7wVI/AAAAAAAAAF4/DiTjeQ128tg/s1600-h/bayi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R7Hq92A7wVI/AAAAAAAAAF4/DiTjeQ128tg/s400/bayi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166168595763020114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kisah Binsar Simarmata adalah tragedi. Setelah kematian merenggut istrinya tercinta sehabis melahirkan anak keempatnya, kini ia mesti merawat bayinya dengan kaki kanan yang luka membusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Binsar meratap, menurutnya anak bungsunya itu korban malpraktek salah satu rumah sakit di Pematangsiantar. Kisah ini dituturkan Binsar kepada wartawan pada Selasa (12/2). Dengan raut wajah sedih, didampingi abangnya Maruhum Simarmata dan Hendri Manurung, Binsar  menemui wartawan di kantin Pemko Pematangsiantar.&lt;/span&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan terbata, Binsar bertutur. Kejadian berawal ketika istrinya, Herly Dearmaida Sipayung hendak melahirkan, Minggu (20/1) yang lalu. Sekitar jam 12.00 WIB, kemudian sang istri melahirkan bayi lewat operasi. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, Herly tak dapat diselamatkan. Ia menghembuskan nafas terakhir tak lama setelah operasi itu. Sedangkan bayi itu harus mendapat perawatan di rumah sakit itu selama sebelas hari.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; Selepas perawatan, bayi diperbolehkan pulang. Namun, setelah satu hari berada di rumah, saat hendak dimandikan, Binsar terkejut melihat kaki kanan bayinya terluka beberapa centi meter. Luka itu mulai membusuk, dan membutuhkan pengobatan intensif. Dilihat dari bentuk lukanya, Binsar mengira luka itu akibat sayatan benda tajam.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Binsar lalu membawa kembali bayinya ke rumah sakit itu. Ia berharap pihak rumah sakit bersedia bertanggungjawab atas luka si bayi. Namun, pihak rumah sakit enggan bertanggungjawab. Bahkan, humas rumah sakit itu dengan kasar mengatakan luka di kaki bayi itu tidak terjadi semasa perawatan di rumah sakit mereka. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Binsar tak kapok. Ia lalu mencoba mencari kebenaran pada dokter spesialis yang merawat anaknya. dr F SpA yang menangani masa perawatan bayi itu, menolak merawat kembali dan mengatakan luka bayi itu merupakan tanggung jawab dokter bedah rumah sakit itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Herannya, Binsar mendapatkan informasi dari dr F SpA bahwa luka di kaki bayi itu sengaja dilakukan untuk mencari urat nadi bayi agar dapat dipasangi infus. Lucunya, pihak rumah sakit sama sekali tidak memberitahukan pihak keluarga bayi sebelum melakukan pemasangan infus. Apalagi dengan cara menyayat kaki si bayi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kini, Binsar cuma berharap sederhana. Ia ingin pihak rumah sakit bertanggungjawab penuh atas penderitaan yang dialami bayinya. Caranya, cukup dengan merawat bayi itu hingga sembuh. Namun, harapan tak seindah kenyataan. Ia malah mendapat ancaman gugatan dari humas rumah sakit jika berani mengekspos persoalan bayinya ke media. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika dikonfirmasi, Humas Rumah Sakit HI, Yultri Br Purba, Selasa (12/2) melalui telepon selulernya mengatakan, persoalan yang dialami bayi Binsar Simarmata telah selesai, karena selama perawatan telah diberikan pengobatan gratis. Jadi, Yultri meminta media agar tidak membesar-besarkan persoalan yang dialami Binsar Simarmata. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ia menambahkan, soal kondisi luka bayi tersebut agar ditanyakan langsung kepada dokter yang melakukan pembedahan. Sayangnya, saat coba dikonfirmasi, sang dokter sedang tidak berada di tempat. Kepada wartawan, Yultri meminta agar persoalan ini tidak lagi dipublikasikan. “Lagian masalah kecil ngapain dibesar-besarkan,” ucapnya dengan nada tinggi. (denny sitohang-gunawan purba-pematang siantar)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-6069522708916030824?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/6069522708916030824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=6069522708916030824' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/6069522708916030824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/6069522708916030824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/02/kisah-binsar-simarmata-mencari-keadilan.html' title='Kisah Binsar Simarmata Mencari Keadilan'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R7Hq92A7wVI/AAAAAAAAAF4/DiTjeQ128tg/s72-c/bayi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-4694638905911791771</id><published>2008-02-12T04:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:54.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudeta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dili'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alfredo reinado'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramos horta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='timor leste'/><title type='text'>Ramos Horta Ditembak, Alfredo Reinado Tewas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R7DDyWA7wUI/AAAAAAAAAFw/6mWxPfwCbT8/s1600-h/horta-reinado.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 291.6px; height: 194.643px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R7DDyWA7wUI/AAAAAAAAAFw/6mWxPfwCbT8/s400/horta-reinado.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165844042264330562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan menyelimuti Dili, Timor Leste pada Senin pagi. Jam menunjukkan pukul 07.00. Dua kendaraan dengan pasukan bersenjata tiba-tiba muncul di depan kediaman Ramos Horta, presiden peraih Nobel itu. Tak lama, peluru merentet dari arah mobil. Tembakan berbalas. Lalu, Horta tertembak dua kali di perutnya. Mayor Alfredo Reinado, pimpinan kelompok penyerang tewas.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitulah kesaksian James Dunn, penasihat Horta. Dunn, mantan konsultan Australia di Timor Leste. Selain menyerbu rumah Horta di pinggiran Dili, kelompok pemberontak juga menyerang Perdana Menteri Xanana Gusmao. Ia dilaporkan selamat, namun Dili tegang.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Malang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bagi Horta. Ia sempat dibiarkan sekitar satu jam dalam kondisi berdarah-darah di kamarnya tanpa pertolongan apapun. Padahal saat itu polisi PBB telah mengamankan kediamannya. Setelah itu, barulah Horta dilarikan ke rumah sakit militer Australia di Dili, seperti dituturkan saudara ipar Horta, Joao Carrascalao dikutip kantor berita LUSA. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena tak membaik, Horta terpaksa diterbangkan ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Darwin&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dalam kondisi koma, ia dirawat di RS Royal Darwin dalam kondisi koma. Horta bernafas dengan bantuan ventilator. Sempat beredar rumor yang menyebutkan ia tewas, namun, Senin malam sekitar pukul 22.00, GM RS Royal Darwin dr Len Notaras mengatakan Horta lepas dari cengkeraman masa kritis. Peluru berhasil dikeluarkan dari perutnya. Ia pulih.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara itu, Perdana Menteri Xanana Gusmao selamat dari serangan terhadap iring-iringannya. Keluarganya, termasuk istrinya yang kelahiran &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Kirsty Sword Gusmao dipindahkan ke lokasi yang aman.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Saya menduga ini adalah percobaan kudeta terhadap negara yang dilakukan Reinado,” kata Gusmao. Menurutnya, insiden ini merupakan sebuah operasi terencana yang bertujuan untuk melumpuhkan pemerintah dan menciptakan ketidak-stabilan. “Pemerintah tidak akan jatuh karena serangan tersebut,” katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gusmao meminta agar Timor Leste tetap tenang. “Saya juga memohon kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan kabar dan informasi yang menyesatkan,” katanya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Serangan itu membuat nasib Timor Leste kian tak pasti setelah pemberhentian 600 tentara yang membelot pada 2006 sehingga memicu kerusuhan yang menewaskan 37 orang, memaksa lebih dari 150.000 lainnya mengungsi dan jatuhnya pemerintahan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Reinado adalah salah seorang komandan angkatan bersenjata yang ikut membelot. Meski sebagian besar telah kembali ke rumah, Reinado dan sejumlah pendukungnya masih bersembunyi dan menolak menyerahkan diri.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Melihat situasi itu, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; akan mengirimkan tambahan tentara dan polisi ke Timor Leste. Saat ini ada sekitar 800 prajurit Australia di Timor Leste untuk menjaga perdamaian. Namun, PM Australia, Kevin Ruud mengatakan sekitar 200 personel militer dan polisi akan dikirim untuk memperkuat pasukan Australia di Timor Leste.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pihak-pihak yang berusaha membunuh pemimpin politik di negara tetangga kami,” ujar Rudd. “Mereka telah meminta bantuan, dan kami akan segera menyediakannya. Kami akan menerbangkan pasukan itu dengan pesawat-pesawat Hercules secepatnya,” katanya dilansir harian The Daily Telegraph, Senin.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kasus Reinado telah disidangkan meski tanpa kehadirannya atas tuduhan terlibat dalam penembakan mematikan antara polisi dan pasukan militer dalam kerusuhan 2006. Ia sempat ditahan, namun lari dari penjara. Sejak saat itu, ia terus menghindari penangkapan. Horta sering bertemu Reinado dalam sejumlah kesempatan beberapa bulan terakhir guna membujuknya untuk menyerah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara itu, serangan terhadap mobil Gusmao dipimpin komandan pemberontak lainnya, Gustao Salsinha, papar pengawal Gusmao.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pasukan pimpinan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; berhasil memulihkan ketentraman menyusul kerusuhan 2006 dan Horta kemudian dilantik menjadi presiden lewat pemilihan damai yang digelar pada Mei 2007. Sejak saat itu, kerusuhan berskala kecil terus terjadi di negara berpenduduk 1 juta jiwa tersebut.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mantan Perdana Menteri Mari Alkatiri tetap berpendapat pemerintahan Horta tidak sah. Meski begitu, partai politiknya mengutuk serangan Senin dalam sebuah pernyataan di media. Timor Leste, bekas koloni Portugis, memisahkan diri dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pada 2002.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gusmao yang memimpin pemberontakan terhadap pemerintah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, telah berjanji bersama Horta untuk menangani kemiskinan dan memperbaiki hubungan antara kepolisian dan angkatan bersenjata.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bulan lalu, International Crisis Group basis Brussels memperingatkan Timor Leste terancam rusuh kembali jika unsur kebencian menyusul aksi kekerasan 2006 tidak diperhatikan oleh pemerintah dan PBB.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pengamat meramalkan, pendukung Reinado akan menciptakan kerusuhan dalam beberapa hari mendatang, namun disebutkan juga kematiannya telah menghapus salah satu tantangan utama untuk mendamaikan negara itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jubir angkatan bersenjata, Mayor Domingos da Camara, menyebutkan, selain Reinado dan seorang tentaranya, seorang pengawal presiden juga tewas. Dan darah nampaknya masih terus tumpah di Timor Leste.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-4694638905911791771?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/4694638905911791771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=4694638905911791771' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4694638905911791771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4694638905911791771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/02/ramos-horta-ditembak-alfredo-reinado.html' title='Ramos Horta Ditembak, Alfredo Reinado Tewas'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R7DDyWA7wUI/AAAAAAAAAFw/6mWxPfwCbT8/s72-c/horta-reinado.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-3462036175194291460</id><published>2008-01-31T04:13:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T04:17:39.032+07:00</updated><title type='text'>Karaoke Yukkk…</title><content type='html'>&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Belakangan ini, ruang karaoke sepertinya menjadi tempat yang cukup ampuh untuk menghajar kebosanan akan segala rutinitas, apapun itu bentuk dan namanya. Yeah, mencoba bernyanyi dengan sesukanya memang cukup manjur untuk menurunkan level stres yang akhir-akhir ini cenderung meninggi.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Resep ini ternyata tidak hanya berlaku hanya untukku. Tapi juga cukup manjur bagi para begundal lain seperti Chalid, Deddy Meki (Sorry man, bukan mau omong jorok. Tapi yang bersangkutan memang senang disapa begitu), Andi Gendut, dan Wiski. Nama yang disebutkan terakhir ini memang sudah seperti perawan di sarang penyamun bagi kelompok kecil kami. Sesakali, kelompok kecil ini coba dibesarkan dengan kehadiran para begundal lain – juga teman-teman kami – seperti si Dudik, Gembong, dan Melly. Well, siapa tahu, suatu saat nanti balon Gubsu juga tertarik untuk ikutan. Yeahhh… siapa tahu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi, karaokean yang ini bukan dilakoni pada malam hari menjelang pagi. Kalau yang ini justru selalu terjadi pada siang menjelang sore. Emang sih, di jam-jam seperti itu, kami-kami ini beberapa hari dalam seminggu tak ubahnya pengangguran. Hmmm… lebih tepatnya pengangguran tak kentara. Soalnya, kalaupun sedang tidak di kamar karaoke, kita lebih sering buang waktu di mall. Istilahku, &lt;i style=""&gt;mall rats&lt;/i&gt;. Tau film itu?&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak usah heran, kami-kami yang berprofesi di dunia media ini – terutama yang di koran harian – memang jam kerja seriusnya di malam hari. Apalagi bagi editor sinting seperti aku ini. Pagi ke siang tidur. Siang ke sore bebas… dan sore ke lewat tengah malamnya sibuk pelototin naskah berita-berita yang masuk sebelum pra cetak.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hmmm… sebenarnya ada alasan lain kenapa memilih di jam segitu. Sssttt… jam segitu adalah jam &lt;i style=""&gt;happy hour&lt;/i&gt; di karaoke an tempat kami biasa nongkrong. Nah, untuk kamar karaoke itu kita cuma bayar separuh dari jam normal. Lumayan &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? Siapa juga yang mau rugi?&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tempat karaoke yang aku maksud masih lumayan gress di &lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Lokasinya tak jauh dari Merdeka Walk. Juga hanya beberapa meter saja dari Palladium Mall. Pasti kalian tahu tempat yang aku maksudkan itu. Pengen sih nyebutin langsung namanya, tapi gak enak juga. Inikan bukan advertorial, kecuali mereka mau bayar.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tempat karaoke itu memosisikan diri berbeda dengan citra karaoke-karaoke lain. Kalau di tempat lain bukanya saat hari sudah gelap. Bebas menjual minuman keras. Kadang (lebih tepatnya selalu) menyediakan cewek untuk teman duduk dan nyanyi (ini karaoke bo!), tak jarang juga menutup mata dengan peredaran narkoba. Nah, karaoke yang ini “bebas” dari itu semua. Karaoke Keluarga, begitu istilah mereka. Meski tahu sendiri, manajemennya juga tak mungkin mengontrol bilik demi bilik karaoke yang jumlahnya puluhan itu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nah, imej yang seperti itu memang cukup ampuh untuk mengundang kedatangan para orang “baik-baik” seperti mahasiswa, karyawan, anak sekolahan, pegawai negeri (kami pernah melihat serombongan polisi pamong praja masuk ke sana), polisi, ibu-ibu arisan anu, sampai ke yang benar-benar keluarga. Seru memang melihat tampang “golongan baik-baik” seperti itu menongkrongi sebuah tempat karaoke. Ibu-ibu berjilbab tidak terlihat aneh di situ. &lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mereka biasanya datang berkelompok-kelompok. Kelompok terkecil biasanya terdiri dari 2-3 orang. Sedangkan kelompok terbesar bisa belasan orang. Nah, kalau yang berduaan, biasanya juga pasangan pacaran. Yah, tempat karaoke seperti itu memang menjadi salah satu &lt;i style=""&gt;hot spot&lt;/i&gt; yang lumayan cakep lah buat yang sedang pacaran. Hemat. Hitungan ekonomisnya lebih murah soalnya. Bermodalkan duit Rp. 60 ribuan, sudah bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam dengan berduaan. Bisa nyanyi bareng lagi. Lumayan romantis &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? Hahahahaha… Tinggal klik lagu yang kalian senangi berdua, kecilkan cahaya lampu, terus berubahlah menjadi Beyonce Knowles dan Jay Z. Atau kalau mau agak-agak jadul, pilih aja lagunya Anang dan Krisdayanti. Hahahahaha… Beberapa kali aku “menangkap” kehadiran pasangan seperti itu di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mereka menyediakan beberapa jenis ruangan, tergantung daya tampungnya. Sedangkan fasilitas lainnya sepertinya tidak berbeda. Sofa, televisi layar datar 29”, monitor komputer untuk memilih lagu, dan soundsystem yang lumayan kencang. Kalau kalian datangnya sekampung, ambil aja ruangan yang large. Tapi kalau cuma ber-6, ruangan yang medium atau yang small sudah cukuplah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke kami para begundal ini. Saat lagi muak dengan suasana mall yang tak ada perubahan, atau sedang bosan membicarakan kamera dan fotografi, atau sedang tak ingin bergunjing gossip murahan (hahahahaha… ingat pria-pria suka gossip), karaoke itu menjadi alternatif yang menjanjikan. Selain bisa menjadi sarana menyalurkan hasrat terpendam, setidaknya bilik kecil itu bisa meningkatkan eksistensi diri. Dari pada sekadar nyanyi di kamar mandi, mending tunjukin suara jelekmu untuk mengintimidasi kawan-kawan lain!&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Waktu 2-3 jam adalah durasi yang paling tepat untuk mencari ejakulasi kegilaan di sini. Apalagi kalau sudah iseng menyelundupkan sebotol whiskey. Tinggal pesan softdrink kola, pilih lagu Nirvana atau Pearl Jam, dijamin bilik kecil itu bisa menjelma menjadi CBGB! Atau kalau mau iseng, boleh jugalah nyanyiin CucakRowo, tanpa perlu takut diketahui lawan-lawan karena bisa digunakan untuk menghancurkan kredibilitas yang sudah terbangun selama bertahun-tahun itu. Ceileee…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali iseng mencobanya, terhitung sudah belasan kali kami nongkrong di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Saking seriusnya, si Wiski juga sudah berhasil mendapatkan Magic Mic yang diidam-idamkannya. Kau bisa mendapatkan Magic Mic itu jika dalam satu bulan berhasil mengumpulkan bon belanja senilai Rp. 1,5 juta. Kebetulan, kemaren ada teman yang berulangtahun, jadi tak lebih dari 6 kali kunjungan akumulasi itu sudah tercapai. Entah untuk apanyalah Magic Mic itu sekarang. Soalnya, sampai sekarang aku juga tidak tahu dimana letak “magic” yang dijanjikannya. Asal jangan sekaligus bisa berfungsi sebagai dildo aja kali ye? Hahahahaha…&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hebatnya lagi, di sini perasaannya kita tak cepat bosan. Mungkin karena kita bisa dengan sesuka hati memilih lagu yang diinginkan. Oia, mereka juga punya lagunya Fariz RM (Sakura dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Barcelona&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;), Humania, sampai soudtracknya The Godfather yang dinyanyikan Andy William. Cuma, tak semua lagu itu versi orisinal, kayaknya diproduksi lokalan. Jadi musiknya sudah berubah, kurang enak di telinga dan rasanya tak pantas aja.  &lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau kalian ingin mendapatkan kegembiraan seperti kami, cobainlah sesekali bereksperimen di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Yah, siapa tahu kalian akan mendapatkan sensasi serupa dengan yang kami dapatkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-3462036175194291460?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/3462036175194291460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=3462036175194291460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/3462036175194291460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/3462036175194291460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/01/karaoke-yukkk.html' title='Karaoke Yukkk…'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-6526682950394218307</id><published>2008-01-31T02:42:00.001+07:00</published><updated>2008-01-31T02:46:09.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bugil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nudis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telanjang'/><title type='text'>Penerbangan Bugil untuk Kaum Nudis Jerman</title><content type='html'>Tidak lama lagi kaum nudis (kelompok bugil) di Jerman dapat memulai liburan mereka lebih awal dan melepas baju mereka di pesawat jika mereka menerima tawaran baru sebuah firma perjalanan di Jerman timur.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut Agen perjalanan OssiUrlaub.de, mereka akan membuka pemesanan sejak Jumat pekan lalu untuk perjalanan nudis percobaan dari Kota Erfurt, Jerman timur, menuju resor Usedom di Laut Baltik yang direncanakan untuk 5 Juli dengan harga 499 euro.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Harganya memang mahal, saya tahu,” kata &lt;i style=""&gt;managing director&lt;/i&gt; Enrico Hess kepada media melalui telepon. “Ini karena pesawatnya sangat kecil. Bukan karena pesawat khusus untuk kaum nudis harus lebih mahal dari pada (yang) biasa.”&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penumpang pesawat yang seluruhnya berjumlah 55 orang harus tetap mengenakan pakaian hingga mereka naik ke pesawat dan kembali berpakaian sebelum mendarat, papar Hess. Kru kabin tetap berpakaian sepanjang perjalanan demi alasan keselamatan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Saya ingin mengakui bahwa kami sendirilah yang merancang perjalanan ini, namun ide sebenarnya berasal dari seorang pelanggan,” ucap Hess. “Di pasar penerbangan, ini merupakan perbedaan yang tak biasa,” tambahnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Naturisme atau yang dikenal sebagai kebebasan ekspresi tubuh (FKK) di Jerman, sempat dilarang Nazi. Namun FKK muncul kembali setelah Perang Dunia II, khususnya di Jerman timur. “Terdapat hotel FKK, di mana Anda bisa pergi ke restauran dan berbelanja tanpa mengenakan busana,” kata Hess. “Bagi penggemar FKK - selain saya - hal seperti ini sudah biasa.”&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Saya tidak ingin orang-orang berpikiran salah. Kami bukan membuka klub &lt;i style=""&gt;swinger&lt;/i&gt; (bertukar pasangan) di udara atau semacamnya, Kami benar-benar perusahaan perjalanan biasa,” kata Hess. (glob/wire)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-6526682950394218307?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/6526682950394218307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=6526682950394218307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/6526682950394218307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/6526682950394218307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/01/penerbangan-bugil-untuk-kaum-nudis.html' title='Penerbangan Bugil untuk Kaum Nudis Jerman'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-3580683090407825638</id><published>2008-01-31T02:32:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T02:35:26.396+07:00</updated><title type='text'>Israel Minta Beatles Lupakan Kesalahan 1965</title><content type='html'>&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; meminta maaf pada kelompok band Beatles. Permohonan maaf ini merujuk pada insiden pembatalan konser Beatles pada empat dekade lampau. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kini&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; meminta agar anggota band yang tersisa bermain dalam perayaan hari jadi ke-60 negara itu.     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Permohonan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ini tak ubahnya salah satu hits Beatles yang dikenal di seluruh dunia: Let It Be (Membiarkan yang Terjadi).&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; berencana mengirimkan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; permohonan maaf kepada dua anggota band asal Inggris yang tersisa sekaligus kerabat anggota lainnya yang telah wafat karena membatalkan konser pada 1965, sebut seorang pejabat kedutaan Israel di London.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kami ingin mempergunakan kesempatan ini untuk memperbaiki peluang yang terlewatkan pada 1965 saat Anda diundang ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;,” ungkap suratkabar Yediot Aharonot mengutip &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Sayangnya &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; terpaksa membatalkan pertunjukan Anda akibat kurangnya anggaran dan karena banyak politisi di Knesset yakin jika penampilan Anda saat itu dapat merusak pikiran pemuda &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;,” tambahnya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Duta Israel untuk Inggris, Ron Prosor, dijadwalkan bertemu Julia Baird, saudari John Lenon, pada Senin (28/1) saat berlangsung sebuah kunjungan ke daerah asal Beatles di Liverpool, ungkap jubir kementerian asing Arye Mekel kepada media.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Diperkirakan, ia akan menggunakan kesempatan itu untuk mengundang anggota band yang tersisa untuk bermain dalam perayaan hari jadi ke-60 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pada Mei, jelas Yediot.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejumlah salinan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tersbut akan dikirimkan kepada Paul McCartney dan Ringo Starr, serta kerabat George Harrison.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;“Tidak ada keraguan jika kegagalan konser empat dekade lalu merupakan kesempatan yang terlewatkan untuk mencegah orang-orang seperti kalian yang membentuk pola pikir anak muda. Datanglah ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; dan tampil di hadapan generasi muda di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; yang mengagumi kalian dan akan tetap mengagumi kalian,” sebut &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; itu. (wire/glob) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-3580683090407825638?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/3580683090407825638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=3580683090407825638' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/3580683090407825638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/3580683090407825638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/01/israel-minta-beatles-lupakan-kesalahan.html' title='Israel Minta Beatles Lupakan Kesalahan 1965'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-2137781522354416376</id><published>2008-01-24T01:40:00.000+07:00</published><updated>2008-01-24T01:42:16.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rezeki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penjara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lotere'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengacara'/><title type='text'>Narapidana Menangkan Jackpot US$ 1 Juta</title><content type='html'>Rezeki memang tidak pernah tertukar. Kalau memang mau dapat, ia tidak akan berpindah ke tangan orang lain. Itulah yang dialami seorang narapidana di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perampok bank secara kebetulan memenangkan undian lotere senilai US$ 1 juta (sekitar Rp 9 triliun). Namun, hakim yang mempersidangkannya bersikeras untuk menyita uang tersebut.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Reaksi sang hakim langsung ditanggapi kuasa hukum Timothy Elliot (45 tahun), si narapidana. Si pengacara menyebut hal itu sebagai pelanggaran kecil. Sebelumnya, komisi lotere Massachusetts mengatakan tidak ada alasan dasar untuk menarik hadiah tersebut dari tangan si pemenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim Pengadilan Tinggi Barnstable, Richard Connon, belum lama ini menyetujui kesepakatan departemen untuk hukuman masa percobaan bagi Elliot dan dia tetap berhak dengan kemenangan itu. Satu-satunya yang berubah adalah Elliott kini harus membayar biaya pengawasan masa percobaan setiap bulannya sebesar US$ 65 yang sebelumnya ditolaknya karena dia dari golongan orang tak berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elliott menolak memberikan komentar. Ia kini tinggal di Bourne di bawah pengawasan Departemen Kesehatan Jiwa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada Oktober 2006, Elliott pernah dinyatakan bersalah terkait kasus perampokan seorang pewaris di sebuah bank di Cape Cod. Ia divonis hukuman percobaan selama 5 tahun penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jackpot yang berhasil dimenangkannya terletak pada selembar karcis senilai US$ 10 untuk permainan $800 Million Spectacular. Elliott membelinya di sebuah supermarket di Hyannis. Dia sudah menerima 20 buah cek senilai US$ 50.000 setiap tahunnya dari komisi lotere.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-2137781522354416376?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/2137781522354416376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=2137781522354416376' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2137781522354416376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2137781522354416376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/01/narapidana-menangkan-jackpot-us-1-juta.html' title='Narapidana Menangkan Jackpot US$ 1 Juta'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-1723191908520881206</id><published>2008-01-24T01:34:00.000+07:00</published><updated>2008-01-24T01:35:26.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='introver'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obesitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gemuk'/><title type='text'>Anda Ramah? Awas, Gemuk Mengancam!</title><content type='html'>Orang-orang mengatakan Anda ramah? Jangan senang dulu. Karena bahaya kegemukan bisa jadi mengancam Anda. Setidaknya begitulah kesimpulan penelitian yang dilakukan sekelompok ilmuwan Jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meneliti kaitan antara kepribadian dan berat badan. Terungkap, orang ramah cenderung kelebihan bobot alias gemuk, sedangkan orang yang sering merasa cemas kemungkinan besar berbadan kurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 30.000 orang berusia 40 hingga 64 tahun di Jepang timurlaut diberi pertanyaan seputar tinggi dan berat badan, serta tes kepribadian, seperti disebutkan sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Psychosomatic Research bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya menunjukkan, orang ramah jauh lebih berpotensi memiliki indeks massa tubuh (BMI) di atas 25 dibandingkan orang lain, sebut Masako Kakizaki dari Tohoku University yang memimpin analisis tersebut. BMI merupakan sebuah standar kegemukan yang banyak digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengawasi beberapa faktor lain, seperti merokok, pria yang termasuk dalam kategori paling ekstrover 1,73 kali lebih berpotensi mengalami kegemukan dari pada rekan-rekan mereka yang introver. Sementara wanita ekstrover 1,53 kali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan orang-orang yang tergolong sering merasa cemas dua kali lebih berpotensi kurus atau memiliki BMI kurang dari 18,5, ungkap studi tersebut. “Hasil ini dapat dijadikan petunjuk untuk menemukan upaya untuk mencegah kelebihan berat badan, obesitas atau kekurangan berat badan,” jelas para peneliti dalam studi mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-1723191908520881206?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/1723191908520881206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=1723191908520881206' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/1723191908520881206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/1723191908520881206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/01/anda-ramah-awas-gemuk-mengancam.html' title='Anda Ramah? Awas, Gemuk Mengancam!'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-788642876308620411</id><published>2008-01-16T02:23:00.001+07:00</published><updated>2008-01-16T02:23:57.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sorbitol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pencahar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diare'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kurus'/><title type='text'>Kunyah Permen Karet Sebabkan Diare Kronis?</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Pernahkah Anda mengetahui bahwa kaum pengunyah permen karet diduga rentan menderita diare kronis yang menyebabkan turunnya berat badan, jika mereka mengonsumsi sorbitol – pengganti gula yang juga merupakan obat pencahar – dalam jumlah besar? Informasi ini diungkap para dokter di Jerman belum lama ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span id="more-79"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah studi terhadap kasus langka yang dilaporkan British Medical Journal (BMJ), para ahli gastro-entrologi di rumah sakit Charite, Berlin, memaparkan bagaimana mereka memeriksa dua pasien yang menderita diare berkepanjangan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seorang di antaranya adalah seorang wanita 21 tahun yang pernah mengalami diare dan sakit di bagian perut selama delapan bulan. Berat badan wanita itu yang sebelumnya 51,8 kilogram lalu turun sampai 11 kilogram.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara itu, seorang pria 46 tahun yang menderita perut kembung dan diare kronis, mengalami penurunan berat badan sebanyak 22 kilogram atau seperlima bobotnya dalam setahun belakangan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun para dokter merasa heran sebab menurut tes darah, pemeriksaan usus besar, &lt;i&gt;ultrasound&lt;/i&gt; dan pemindai tomografi menunjukkan bahwa kedua pasien itu sehat.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada tahap berikutnya, mereka memeriksa elektrolit pada kotoran pasien dan menemukan kandungan kalium dan sodium yang sangat tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat ditanya tentang makanan yang biasa mereka santap, wanita muda itu mengatakan bahwa ia mengunyah lebih dari selusin permen karet bebas gula setiap harinya, sementara si pasien pria mengonsumsi hingga 20 permen karet dan 20 gram gula-gula setiap hari.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut perhitungan para dokter, si pasien wanita menelan 20 gram sorbitol setiap hari, sedang si pasien pria mengonsumsi sekitar 30 gram.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kedua pasien itu kemudian membatasi kebiasaan mengunyah permen karet dan dalam setahun kesehatan usus mereka kembali normal, ungkap BMJ. Bobot si pasien wanita naik tujuh kilogram, sedangkan si pasien pria naik lima kilogram.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Berdasarkan kasus tersebut, pengonsumsian sorbital tidak hanya menyebabkan diare kronis dan masalah fungsi usus besar, namun juga penurunan berat badan,” papar para dokter. (glob/wire)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-788642876308620411?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/788642876308620411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=788642876308620411' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/788642876308620411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/788642876308620411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/01/kunyah-permen-karet-sebabkan-diare.html' title='Kunyah Permen Karet Sebabkan Diare Kronis?'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-589093777602109579</id><published>2008-01-16T02:20:00.000+07:00</published><updated>2008-01-16T02:21:22.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kembar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengacara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sedarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menikah'/><title type='text'>Pasangan Kembar Nyaris Menikah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pasangan muda-mudi yang tanpa disadari ternyata merupakan saudara kembar yang terpisah sejak lahir nyaris menikah. Pengadilan Inggris terpaksa membatalkan pernikahan mereka setelah terkuak ternyata keduanya memiliki pertalian darah yang kuat.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span id="more-80"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lord David Alton, seorang pengacara, mendesak dukungan informasi lebih banyak terkait akte kelahiran bahwa keduanya anak angkat. “Setiap orang berhak untuk mengetahui silsilah, gen keturunannya, serta jati dirinya. Dan jika mereka tidak ingin, maka mereka akan terbawa pada kasus perkawinan sedarah,” kata Alton kepada AP.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Alton pertama kali menguak kasus langka ini bulan lalu saat terjadi perdebatan lima jam terkait rancangan yang merubah perundang-undangan untuk embriologi manusia.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ditambahkan Alton, “Baru-baru ini saya terlibat dalam sebuah percakapan dengan seorang hakim Pengadilan Tinggi yang memberitahukan saya kasus yang ditanganinya. Berdasarkan transkrip perdebatan pada 10 Desember lalu kasus itu melibatkan kelahiran dua bersaudara kembar yang terpisah sejak lahir dan diasuh orang tua yang berbeda. Mereka tidak pernah diberitahukan bahwa mereka adalah saudara kembar. “Mereka bertemu di kemudian hari dan muncullah rasa saling ketertarikan dan hakim itu biar bagaimanapun harus membatalkan perkawinan mereka,” kata Alton.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Alton tidak menyebutkan nama pasangan kembar tersebut dan juga hakim yang menanganinya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Alton, pengacara independen yang bekerja di Universitas John Moores, Liverpool ini mengatakan pernikahan sedarah akan memperlebar masalah pentingnya memperkokoh hak-hak anak mengetahui jati diri kedua orang tua kandung mereka termasuk anak-anak yang terlahir melalui pembuahan vitro.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut UU Inggris, hanya seorang ibu saja yang namanya dicantumkan di akte kelahiran. Akte semacam itu juga tidak sangat membantu dari hasil IVF atau mengidentifikasi pendonoran sperma.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebagai tambahan, UU Inggris tidak memerlukan para orang tua wajib memberitahukan anak-anak mereka bahwa mereka adalah hasil dari sumbangan sperma.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Alton yakin hal tersebut bisa berubah. Dia menyebutkan lagi rancangan peraturan Embriologi yang kini masih diperdebatkan di Parlemen membutuhkan akte kelahiran anak yang lahir dari hasil sumbangan sperma untuk mengetahui ayah genetiknya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Merujuk pada kasus saudara kembar ini, dia menjelaskan, “Jika kita mulai mencoba menyembunyikan jati diri seseorang, cepat atau lambat kebenaran akan terungkap. Dan jika kita tidak tahu diri kita ada kaitan biologis dengan seseorang, kita bisa tertarik dengannya dan tragedi semacam ini pun bisa saja terjadi.” (glob/wire)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-589093777602109579?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/589093777602109579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=589093777602109579' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/589093777602109579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/589093777602109579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2008/01/pasangan-kembar-nyaris-menikah.html' title='Pasangan Kembar Nyaris Menikah'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-8304205816264145479</id><published>2007-12-29T02:28:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:55.278+07:00</updated><title type='text'>Kematian Benazir, Pelengkap Tragedi Kehidupan Keluarga Bhutto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R3VP_V5nZrI/AAAAAAAAAFg/4xy6GJ7zFxU/s1600-h/apAPASIA_PAKISTAN_1JZ26.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 231.66px; height: 324px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R3VP_V5nZrI/AAAAAAAAAFg/4xy6GJ7zFxU/s400/apAPASIA_PAKISTAN_1JZ26.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149109698597185202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Benazir Bhutto adalah tokoh populer hampir dalam segala hal, mulai dari pendamping legasi almarhum ayahnya, tokoh aristokrat, wanita yang sedikit bebal hingga menjadi salah seorang dari 50 tokoh tercantik menurut Majalah People. Meski akhirnya dirinya menjadi korban perebutan kekuasaan di negaranya sendiri, saat ia ingin memimpin negaranya untuk ketiga kalinya.     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagi dunia Barat, dia adalah sosok wanita glamour yang memikat dengan wajah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Ia juga merupakan wanita pertama yang memimpin sebuah negara Islam di era modern meski auranya mengalami kepudaran terkait tuduhan korupsi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun, bagi kebanyakan warga &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, dia adalah pemimpin yang mewakili suara, kebutuhan dan harapan rakyat. Bahkan sejumlah kritikan menyebut dirinya sebagai “politisi ulung”. Dia tahu apa yang negaranya inginkan, kata Zaffar Abbas, editor suratkabar Dawn.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Jika Anda orang biasa dari apa yang mereka peroleh ketika Benazir Bhutto masih berkuasa, mereka akan mengatakan setidaknya dia memberikan kami suara dan dia membicarakan mengenai kita dan masalah kita. Itulah apa yang sebenarnya diperolehnya,” kata Abbas.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hidupnya merupakan epik yang sangat memilukan. Ayahnya, yang pernah menjabat sebagai presiden dan perdana menteri &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; digantung. Saudara lelakinya tewas secara misterius. Saudara lelaki lainnya tewas tertembak. Dia menghabiskan masa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tahun di penjara oleh para penasihat ayahnya, sebelum naik dua kali menjabat sebagai perdana menteri. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Benazir kabur ke luar negeri selama delapan tahun sebelum pembuktian dugaan korupsinya. Meski hidup di luar negeri lebih nyaman, ia tidak memilihnya. Dan ketika ia kembali ke negaranya pada Oktober, seorang pelaku serangan bom bunuh diri menargetkan paradenya di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Karachi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Sedikitnya 140 orang tewas ketika itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Benazir yang berusia 54 tahun luput dari serangan tersebut, meski mengalami luka-luka ringan. “Kami tidak ingin dihalangi,” tegasnya saat itu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hidup Bhutto! Hidup Bhutto!&lt;/span&gt;”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pekiknya saat melakukan pawai Desember lalu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti keluarga Nehru-Gandhi yang sudah menjadi kekuatan dalam kancah politik di negara tetangga &lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;, keluarga Bhutto memegang peran penting di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; selama hampir setengah abad. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto adalah putra dari keluarga pemilik tanah kaya di selatan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:country-region&gt; dan pendiri &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; People's Party. Dengan pesan demokrasi, dia mulai berkuasa pada 1971.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun, enam tahun kemudian, ayahnya digulingkan melalui kudeta militer. Pada 1979, ayahnya dieksekusi pemerintahan Jenderal Mohammad Zia-ul Haq terkait tuduhan perencanaan pembunuhan ayah seorang lawan main politiknya. &lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sehari sebelum digantung, Benazir menjenguknya di penjara. “Saya katakan kepada ayah saya bahwa saya bersumpah di kamar sel kematiannya, saya akan meneruskan tugasnya,” kenang Benazir. Namun, selama beberapa tahun kemudian, ia tidak bisa meneruskan perjuangan ayahnya karena dikenakan tahanan rumah.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya menyuruh Benazir belajar politik dan pemerintahan di Harvard dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Oxford&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Ia lalu terpilih memimpin lembaga debat bergengsi Oxford Union. &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Adik laki-lakinya, Shahnawaz mengurus oposisi tersebut dari Prancis, namun tewas secara misterius di apartemennya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Riviera&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; pada 1980. Keluarganya menduga Shahnawaz diracun, namun dakwaan mereka tidak berhasil. Setelah dilepaskan dari penjara pada 1984 untuk mengobati infeksi luka yang dialaminya, di London, Benazir mendirikan kantor People's Party di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan menunggu kesempatan untuk menyerang kembali.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dua tahun kemudian, dia kembali memimpin pawai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; menyerukan agar Zia turun dan memberi kesempatan bagi pemerintahan sipil serta digelarnya pemilu. Zia tegas-tegas menolak, namun pada 1988, pemimpin ini tewas dalam sebuah ledakan di pesawat.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Benazir berhasil menguasai panggung untuk “makanan, pakaian dan tempat teduh bagi rakyat” dan dalam waktu beberapa bulan usai melahirkan anak pertamanya, dia mulai menjabat posisi yang dulu pernah diemban ayahnya. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dua puluh bulan kemudian, Presiden Ghulam Ishaq Khan membubarkan parlemen dan menghentikannya dari jabatannya ditambah tudingan dari pihak militer yang memberkaskan korupsi terhadapnya. Sementara para ulama Islam mencoba melarangnya untuk ambil bagian dalam pemilu dengan alasan dirinya seorang wanita Muslim yang buruk.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Siapa saja yang mendukung Pakistan People's Party tidak akan masuk surga,” demikian yang ditegaskan ulama Muslim di Lahore, Abdul Qadir dalam salat Jumat menjelang pemilu Oktober 1990. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Benazir kalah dalam pemilu dari Nawaz Sharif (yang dua tahun kemudian juga akan diasingkan dan kembali menentang pemerintahan Musharraf). Sharif menjabat tidak lama karena munculnya tuduhan terlibat korupsi. Di bawah tekanan rakyat, dia akhirnya mengundurkan diri pada 1993 dan Benazir - saat itu seorang ibu beranak tiga - berhasil memenangkan pemilu untuk menjabat sebagai perdana menteri kedua kalinya pada Oktober 1993. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pada 1996, pemerintahannya mengalami kemerosotan saat menghadapi tuduhan nepotisnme dan salah pengelolaan perkonomian. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di seluruh dunia, Bhutto adalah sosok pahlawan wanita. Dan dalam serangkaian kampanyenya, dia mendukung pelayanan baru bagi kaum wanita dan menentang adanya diskriminasi gender meski beberapa masalah muncul dalam pemerintahannya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam kehidupan pribadinya, Bhutto mengejutkan banyak orang dengan menyetujui perjodohan pernikahan pada 1987 dengan seorang pengusaha &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Karachi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bernama Asif Ali Zardari. Sebagai pemimpin sebuah partai Islam, dia tidak memiliki kesempatan untuk mencari cinta yang justru akan menghancurkan karir politiknya, katanya kepada The New York Times di tahun 1994. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun, pernikahannya dengan Zardari justru menghancurkan karirnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selama beberapa tahun, pasangan ini dihadapkan tudingan “komisi” jutaan dolar dari sejumlah perusahaan asing. Saat itu Zardari dijuluki "Mr. 10 Percent" karena dukungannya di masa pemerintahan pertama dan pada masa pemerintahannya kedua dia dijuluki "Mr. 40 Percent." &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Zardari menghabiskan delapan tahun penjara di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sebelum dibebaskan pada 2004, meski dia tidak pernah terbukti bersalah dan keduanya mengungkapkan tudingan-tudingan semacam itu hanya taktik politik saja. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Saya tidak pernah memengaruhi penyerahan kontrak dan hingga saya mati saya tidak akan melakukannya. Mereka hanya mencoba menghancurkan saya sebab mereka ingin menghancurkan konsep pluralistik, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; liberal. Dituduh merampok merupakan hal yang sangat menyakitkan saya,” ujarnya pada 1999. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Switzerland&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; membekukan lebih dari US$ 13 juta rekening pasangan ini dan menuduh Bhutto terlibat dalam kasus money laundering yang pada akhirnya dicabut ketika dia berkampanye. &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Zardari juga dituduh terlibat dalam perekayasaan kematian Murtaza Bhutto pada 1996 yang tewas dalam aksi &lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt; tembak dengan polisi di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Karachi&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Kematiannya membuat jatuhnya pemerintahan Benazir sebulan kemudian. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Benazir mencoba menjabat untuk ketiga kalinya, namun dia kalah. Kemudian pada 1999 dia meninggalkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; persis sebelum pengadilan membuktikannya terlibat dalam korupsi dan melarangnya untuk ambil bagian dalam politik. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di &lt;st1:city st="on"&gt;London&lt;/st1:city&gt; dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Dubai&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bersama keluarganya serta ibunya yang dulu pernah menentangnya dalam karir politik. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemudian Musharraf menandatangani sebuah amnesti, mencabut segala tuduhan korupsi bagi dirinya dan yang lainnya. Wanita ini kemudian memutuskan kembali ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dan terjun kembali ke arena politik lagi. Saat Musharraf menyatakan negara dalam keadaan darurat, Benazir dikenakan tahanan rumah. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebagaimana yang pernah dilakukannya sebelumnya, dia berkampanye dengan mengangkat masalah-masalah sosial, yang pada dasarnya menyerukan pesan anti-korupsi yang membuat dirinya menjadi perhatian para pejabat Amerika. Pekan lalu, usai menggelar pawai kampanye di kediaman Nawab Shah, dia merasa tenang. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Sangat luar biasa rasanya bisa kembali pulang. Kunjungan ke setiap &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; merupakan pengalaman yang baru bagi saya. Saya merasa seperti diberikan kehidupan baru sekali lagi di antara rakyat saya,” ucapnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tiga belas tahun lalu, ketika seorang wartawan dari Times menyebut kehidupannya ibarat drama Yunani, dia hanya tertawa. “Yah, saya harap tidak setragis itu. Apa memang semua drama Yunani berakhir dengan tragedi?” tanyanya. (harian global - associated press)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-8304205816264145479?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/8304205816264145479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=8304205816264145479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8304205816264145479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8304205816264145479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/12/kematian-benazir-pelengkap-tragedi.html' title='Kematian Benazir, Pelengkap Tragedi Kehidupan Keluarga Bhutto'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R3VP_V5nZrI/AAAAAAAAAFg/4xy6GJ7zFxU/s72-c/apAPASIA_PAKISTAN_1JZ26.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-6093582079069702003</id><published>2007-12-29T02:00:00.000+07:00</published><updated>2007-12-29T02:10:13.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='piramid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mexico'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aztec'/><title type='text'>Piramid Kuno Ditemukan di Meksiko Tengah</title><content type='html'>&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; arkeolog belum lama ini menemukan reruntuhan piramid Aztec berusia 800 tahun di jantung ibukota Meksiko. Temuan ini diyakini dapat mengungkap fakta bahwa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kuno tersebut mungkin seabad lebih tua dari perkiraan sebelumnya.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; arkeolog Meksiko menemukan reruntuhan yang tingginya sekitar 36 kaki itu di daerah Tlatelolco bagian tengah – sebuah kawasan yang sebelumnya pernah menjadi pusat politik dan keagamaan bagi golongan elit Aztec.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejak sebuah piramid lainnya ditemukan di lokasi itu 15 tahun lalu. Para ahli sejarah menduga Tlatelolco didirikan bangsa Aztec pada 1325 – sama seperti kota kembar Tenochtitlan, ibukota kekaisaran Aztec yang diratakan bangsa Spanyol pada 1521 untuk menemukan Mexico City dan menaklukkan Aztec.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Piramid yang ditemukan bulan lalu sebagai bagian dari sebuah penyelidikan sejak Agustus lalu itu, diduga telah dibangun pada 1100 atau 1200. Hal ini menandakan, bangsa Aztec sudah mulai mengembangkan peradaban mereka di pegunungan Meksiko tengah lebih awal dari perkiraan sebelumnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kami telah menemukan tangga piramid yang usianya jauh lebih tua. Urutan waktu peradaban bangsa Aztec perlu direvisi,” sebut arkeolog Patricia Ledesma di situs tersebut, Kamis (28/12). Meski dikunjungi ribuan turis karena reruntuhan pra-Hispanik serta gereja dan biara Spanyol era kolonialnya, Tlatelolco juga dikenal karena pembantaian mahasiswa sayap kiri pada 1968 oleh pasukan keamanan negara beberapa hari sebelum Meksiko mengelar Olimpiade.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut Ledesma dan koordinator kelompok arkeolognya, Salvador Guilliem, mereka akan meneruskan penggalian dan mempelajari area itu tahun depan. Hal ini dilakukan agar mereka mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai ukuran dan usia piramid.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; arkeolog juga telah menemukan sebuah patung yang diduga merupakan patung dewa hujan Aztec, Tlaloc, atau dewa langit dan bumi Tezcatlipoca.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ditambahkan, proyek penggalian tersebut juga telah menemukan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tengkorak kepala dan beberapa ruangan di dekat piramid yang kemungkinan berasal dari tahun 1431. “Kami berharap temuan selanjutnya dapat menerangkan lebih jauh mengenai masyarakat Tlatelolco,” kata Ledesma.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Mexico City&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; penuh dengan reruntuhan pra-Hispanik. Pada Agustus, para arkeolog di distrik Iztapala menemukan bangunan yang mereka yakini sebagai piramid utama &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Tenochtitlan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Bangsa Aztec memerintah kawasan mulai dari Teluk Meksiko hingga Samudera Pasifik dan meliputi wilayah Meksiko saat ini. (harian global - xinhua)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-6093582079069702003?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/6093582079069702003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=6093582079069702003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/6093582079069702003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/6093582079069702003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/12/piramid-kuno-ditemukan-di-meksiko.html' title='Piramid Kuno Ditemukan di Meksiko Tengah'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-8642424894225330460</id><published>2007-12-04T01:54:00.001+07:00</published><updated>2007-12-04T01:54:36.358+07:00</updated><title type='text'>Malaysia Meradang, Peringatkan Negara Asing Tidak Ikut Campur</title><content type='html'>Pemerintah Malaysia nampaknya mulai meradang menyikapi ekses gejolak politik di dalam negeri mereka. Mereka, Senin (2/12) memperingatkan pemerintah-pemerintah asing tidak campur tangan dalam politik-politiknya setelah New Delhi mengutarakan kecemasannya atas tindakan polisi terhadap etnik minoritas India di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah Malaysia. Kami akan menangani persoalan-persoalan dan masalah-masalah kami sesuai dengan undang-undang kami, Negara-negara lain harus berhati-hati tentang hak-hak kami,” kata Menteri Luar Negeri Syed Hamid Albar dikutip Bernama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan lalu PM India Manmohan Singh mengatakan, New Delhi terganggu laporan-laporan tentang penggunaan kekerasan terhadap para pemrotes di negara yang multi budaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat juga mendukung hak rakyat Malaysia untuk melakukan protes-protes damai dan mengecam ancaman untuk menggunakan undang-undang keamanan dalam negeri yang keras untuk menahan para pemrotes untuk waktu yang tidak terbatas tanpa diadili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Syed Hamid mengatakan, Malaysia punya hak untuk menangani masalah-masalah dalam negerinya secara layak dan negara-negara lain harus menghormati kedaulatan negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak 8.000 warga India melakukan protes termasuk wanita dan orang muda  berkumpul di Menara Petronas  Kuala Lumpur bulan lalu, mendapat perlawanan keras dari polisi, yang memukul mereka dengan tongkat dan menggunakan gas air mata dan meriam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendatipun etnik Melayu menguasai bidang politik dan penduduk Tionghoa Malaysia di bidang bisnis, etnik India mengeluh mereka menduduki tempat ketiga berkaitan dengan kekayaan dan pendidikan dan kesempatan-kesempatan. Sumber: Harian Global/ ANTARA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-8642424894225330460?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/8642424894225330460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=8642424894225330460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8642424894225330460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8642424894225330460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/12/malaysia-meradang-peringatkan-negara.html' title='Malaysia Meradang, Peringatkan Negara Asing Tidak Ikut Campur'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-7870180214946068987</id><published>2007-12-04T01:41:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T11:58:03.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Padang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gempa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsunami'/><title type='text'>Gempa 9 SR Hantui Sumbar</title><content type='html'>Mimpi buruk nampaknya masih terus menghantui warga Sumatera Barat. Disebut-sebut, gempa maha dahsyat yang akan menimbulkan gelombang pembunuh tsunami berpotensi terjadi di Mentawai Sumatera Barat. Gempa itu diperkirakan berkekuatan 9 SR dan, wallahuallam, akan menggetarkan Bengkulu dan provinsi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi mengerikan itu disampaikan ahli dari Pusat Penelitian LIPI Danny Hilman Natawijaya, Senin (3/12). Ia mengaku telah mempelajari siklus gempa selama ini yang mengguncang Mentawai Sumbar. “Gempa dengan kekuatan seperti itu bisa dirasakan di Bengkulu dan Padang dengan kekuatan setara VIII MMI (Modified Mercalli Intensity) yang disusul dengan gelombang tsunami,” kata Danny pada Seminar Geoteknologi "Kontribusi Ilmu Kebumian dalam Pembangunan Berkelanjutan" di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, gelombang tsunami di Padang akan mencapai ketinggian empat meter dan pergerakannya sekitar 1,5 kilometer dari pantai. Sedangkan untuk Bengkulu bisa lebih tinggi yang mencapai tujuh meter. Sejumlah pulau yang berada di seputar kawasan gempa akan tersapu gelombang tsunami, seperti Kepulauan Mentawai. Hal ini karena pulau itu lebih dekat pergerakannya dengan pusat gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber gempa itu sendiri diduga di bawah Pulau Mentawai dengan kedalaman antara 20-30 kilometer. Perkiraan itu, kata Danny, terbukti dari saat gempa besar di kawasan Kepulauan Mentawai pada 12 September 2007 dengan kekuatan 8,4 SR. Gempa itu terjadi setelah rentetan gempa besar di Aceh dan Nias pada 2004 dan 2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gempa berskala 8,4 SR itu kemudian diikuti banyak gempa susulan yang muncul sambung-menyambung di wilayah sekitar lempeng yang pecah. Yang mengagetkan, sekitar 12 jam kemudian, sebuah gempa besar lagi dengan skala magnitudo 7,8 SR kembali,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa inilah yang banyak menimbulkan kerusakan bangunan di Kota Padang. Meskipun kekuatannya lebih kecil, tapi letak episentrumnya di sekitar Pulau Pagai Selatan yang lebih dekat dengan Padang. “Gempa ini sukar untuk diklasifikasikan sebagai gempa susulan, karena skalanya terlalu besar. Pada umumnya gempa susulan paling besar adalah satu skala di bawah gempa utamanya yakni 7,4 SR, bahkan lebih umum cenderung dua skala atau lebih di bawah skala gempa utama,” sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang menjadi pertanyaan apakah ancaman dari rentetan gempa-gempa ini sudah berakhir? Kita semua berharap demikian, tapi data dan praduga ilmiah menunjukkan sebaliknya. Gempa raksasa yang "bertapa" sejak terakhir bangun di tahun 1797 dan 1833 ternyata belum sepenuhnya terusik,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terlihat dari hasil "plotting" dari gempa-gempa yang sudah terjadi dan tampaknya baru melepaskan akumulasi energi yang terkumpul di bagian pinggirannya saja. Gempa yang bermula dari kakinya di ujung selatan, sekarang ini terlihat menyebar dan mengepung bagian badan dan kepala "sang raksasa", yakni di bawah Pulau Siberut, Sipora dan Pagai. “Bidang sumber gempa di Mentawai itu 12-15 derajat yang setiap tahunnya terjadi pergeseran 5 centimeter. Untuk gempa antara tahun 1797-1833 telah terjadi pergeseran 10 meter. Setiap dihajar gempa, maka pergeseran itu akan turun,” jelasnya. Sumber: Harian Global/ Antara &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-7870180214946068987?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/7870180214946068987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=7870180214946068987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/7870180214946068987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/7870180214946068987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/12/gempa-9-sr-hantui-sumbar.html' title='Gempa 9 SR Hantui Sumbar'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-2691579008322001203</id><published>2007-11-20T02:16:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:55.427+07:00</updated><title type='text'>Dede “Manusia Pohon” Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R0HjwjlWaUI/AAAAAAAAAFY/8jQCVYpaIJw/s1600-h/foto-edit.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 324px; height: 213.03px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R0HjwjlWaUI/AAAAAAAAAFY/8jQCVYpaIJw/s400/foto-edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134635473504201026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;i style=""&gt;Dede, seorang nelayan mengalami luka gores saat m&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;asih remaja. Anehnya, setelah itu beberapa bagian tumbuhnya ditumbuhi sejenis kutil menyerupai akar pohon. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kondisi Dede (35 tahun), seorang nelayan, sungguh sangat mencengangkan para ahli medis ketika melihat kutil-kutil seperti “akar pohon” tumbuh di lengan dan kakinya. Menurutnya, keadaan bagian tubuhnya itu mulai terjadi perubahan setelah lututnya tergores semasa remaja dulu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Karena kelainan pertumbuhan fisik, Dede tidak mampu menjalani tugas-tugas seharian. Tragisnya, dalam kondisi miskin karena tak bisa bekerja dengan baik, ia ditinggalkan istrinya. Dede lalu terpaksa membesarkan dua anaknya yang kini berusia belasan tahun. “Saya hanya bisa pasrah dengan takdir ini. Apalagi para dokter yang memeriksa saya, tidak sanggup mengobati penyakit saya,” katanya. Untuk menafkahi keluarganya, dia bergabung dengan hiburan keliling "Pertunjukan Mengerikan" bersama para penyandang penyakit aneh lainnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun, kepasrahan hatinya itu, ternyata berbuah pengharapan bagi kesembuhan penyakitnya. Seorang pakar dermatologi asal Amerika yang terbang menuju tempat tinggal Dede di selatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; mengungkapkan, telah mengidentifikasi penyakitnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Usai memeriksa sample luka dan darah Dede, Dr Anthony Gaspari dari Universitas &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Maryland&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; menyimpulkan penyakit yang dideritanya itu disebabkan sebuah virus diberinama human papilloma virus (HPV). Pada umumnya, virus ini menyebabkan terjadi infeksi sehingga kutil-kutil kecil tersebut berkembang pada tubuh si penderita. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Masalah yang dialami Dede, menurut Gaspari, ia hanya memiliki sifat genetik yang angka sehingga menghalangi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, virus tersebut menguasai “mesin seluler” sel-sel kulitnya sehingga terbentuklah kutil-kutil aneh dalam jumlah besar yang tumbuh seperti pohon di tangan dan kakinya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Jumlah sel darah putih pada diri Dede pun sangat rendah. Saya semula mengira dia mengidap virus AIDS. Namun sejumlah tes menunjukkan dirinya tidak mengidap virus tersebut sehingga memperjelas kesimpulan bahwa kondisi Dede adalah sesuatu yang langka dan lebih misterius,” katanya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di luar dari penyakit anehnya, Dede menjalani kehidupannya dengan sehat tidak seperti penderita lain yang mengalami gangguan dengan sistem kekebalan tubuh dan baik orang tuanya maupun saudara-saudaranya tidak ada seorang pun yang menderita kelainan seperti itu. “Kondisi seperti dia ini diperkirakan kurang dari satu dalam sejuta orang,” ujar Gaspari.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gaspari yang terlibat dalam kasus ini melalui Discovery Channel merasa yakin bahwa kondisi Dede bisa disembuhkan dengan mendapatkan sintetis vitamin A setiap harinya yang bisa menahan pertumbuhan kutil-kutil tersebut.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Dia tidak akan memiliki tubuh yang normal dan sempurna, tapi setidaknya ukuran kutil di tubuhnya bisa berkurang dan dia bisa menggunakan tangannya. Selang tiga hingga enam bulan, kutil-kutil tersebut akan menjadi kecil dan jumlahnya kian berkurang. Dia akan menjalani kehidupannya lebih normal lagi,” jelas Gaspari.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dr Gaspari berharap dia bisa mendapatkan obat-obatan gratis dari sejumlah perusahaan farmasi. Obat-obatan tersebut akan diurus sejumlah dokter &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; di bawah pengawasannya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap penyakit langka Dede, dokter ini berniat akan membawanya ke Amerika, namun terganjal hambatan birokrasi dan finansial. THE TELEGRAPH&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-2691579008322001203?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/2691579008322001203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=2691579008322001203' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2691579008322001203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2691579008322001203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/11/dede-manusia-pohon-indonesia.html' title='Dede “Manusia Pohon” Indonesia'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/R0HjwjlWaUI/AAAAAAAAAFY/8jQCVYpaIJw/s72-c/foto-edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-75733562455447693</id><published>2007-11-17T02:30:00.000+07:00</published><updated>2007-11-17T02:32:22.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anwar ibrahim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa sayange'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malaysia'/><title type='text'>Anwar Ibrahim: Pers Malaysia Dikontrol Jelekkan Indonesia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rakyat Malaysia tidak berniat jahat terhadap warga negara Indonesia di Malaysia. Rakyat Malaysia hanyalah korban dari pers Malaysia yang dikekang pemerintah, begitu kata mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;“Informasi dibendung. Yang didapat, Indonesia cemburu karena ekonomi Malaysia lebih baik. Yang disebut dari Indonesia hanya case jenayah, pembunuhan,” kata Anwar dalam jumpa pers usai bertemu pimpinan DPD di Gedung DPD Senayan Jakarta, Jumat (16/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita reformasi di Indonesia pun diputar balik oleh pers Malaysia. “Mereka lihat reformasi di Indonesia ini (seperti), perang, bakar!” kata Anwar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia disebut Anwar berada dalam era otoritarian. Pers dikungkung. Pemilu curang, dikontrol partai terbesar, UMNO. Korupsi diamini oleh pemerintahan PM Abdullah Badawi. “Komisi pemilihan raya yang seharusnya bebas menjadi alatnya UMNO. Banyak pengundi (pemilih) hantu,” kata Anwar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada penyelidikan di suatu kampung, ditemukan puluhan kartu pemilih orang yang sudah berusia 100 tahun lebih. Secara nasional, pemilih hantu seperti itu bisa mencapai ratusan ribu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yang kita minta hanya satu saja, jamin pemilihan raya yang bebas. Kita tidak minta kebebasan pers. "Kebebasan pers seperti di Indonesia bagi Abdullah Badawi terlalu radikal,” ujar Anwar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Rasa Sayange Milik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Pada kesempatan ini Anwar Ibrahim mengakui bahwa lagu &lt;em&gt;Rasa Sayange&lt;/em&gt; berasal dari Indonesia. “Kalau saya ditanya soal &lt;em&gt;Rasa Sayange,&lt;/em&gt; ya saya akui &lt;em&gt;Rasa Sayange&lt;/em&gt; berasal dari Indonesia, dari Maluku. Saya minta maaflah kalau mengakui ini warisan kita (Malaysia),” kata Anwar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar pun menuding pemerintah Malaysia telah bertindak bodoh bahkan tak waras jika mengingkari fakta itu. “Jadi setidaknya kita perlu pimpinan yang lebih waraslah,” kata Anwar. “Saya prihatin, sebab Indonesia itu sahabat baik. Sejak saya kuliah, sampai sekarang Indonesia itu sahabat saya,” kata Anwar. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;antara/dtc&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-75733562455447693?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/75733562455447693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=75733562455447693' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/75733562455447693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/75733562455447693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/11/anwar-ibrahim-pers-malaysia-dikontrol.html' title='Anwar Ibrahim: Pers Malaysia Dikontrol Jelekkan Indonesia'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-681819173286453102</id><published>2007-11-17T02:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:55.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='siklon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='badai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangladesh'/><title type='text'>Badai Siklon Sapu Bangladesh, 1.100 Tewas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rz3tzjlWaQI/AAAAAAAAAE4/2xSFfNs38QE/s1600-h/AP07111609628.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rz3tzjlWaQI/AAAAAAAAAE4/2xSFfNs38QE/s400/AP07111609628.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5133520620253243650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:8;color:black;"   &gt;BANTUAN GAJAH. Seekor gajah mendorong sebuah bus untuk membersihkan jalanan di Barishal, 120 kilometer sebelah selatan Dhaka, ibukota &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangladesh&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Jumat. Badai siklon menyapu pesisir Bangladesh dengan kecepatan angin 240 kilometer perjam, sehingga menewaskan sedikitnya 1.100 orang, meratakan ribuan rumah dan memaksa dilakukannya evakuasi terhadap 650.000 penduduk sebelum bergerak ke bagian dalam Bangladesh dan akhirnya mereda pada Jumat, sebut otoritas. AP Photo/Pavel Rahman&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:8;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Badai siklon yang menghantam Bangladesh telah menewaskan sedikitnya 1.100 orang di selatan dan juga memutus jalur darat ke Bangladesh, namun pada Jumat badai ini bergerak ke pedalaman dan mulai melemah, sebut para pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nahid Sultana, pejabat pengendali badai di Dhaka menuturkan badai tropis Sidr ini mengamuk di sepanjang baratdaya pantai negara ini pada Kamis disertai hujan lebat dan ombak tinggi sehingga permukaan air naik 4 kaki yang merendam kawasan rendah dan pulau-pulau kecil lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada Jumat pagi, badai ini mulai melemah saat bergerak ke timurlaut dengan kecepatan angin 37 mph, kata departemen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai meratakan ribuan rumah dan pondok yang terbuat dari jerami, menumbangkan pepohonan, tiang listrik dan telepon serta menghancurkan sekian lahan pertanian dan peternakan ikan di 15 distrik berpantai, jelas para pejabat dan saksi mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan terburuk yang terkena bencana ini adalah di selatan Bangladesh di mana sebagian besar korban dilaporkan tewas tertimpa pohon atau bangunan lainnya. Sementara lainnya dilaporkan tewas tenggelam setelah kapal mereka terbalik di lautan, lanjut Sultana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Jumat, banyak daerah tanpa arus listrik dan telepon sementara jalanan, rel kereta api dan sungai tak bisa dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Listrik dan komunikasi di Dhaka juga melemah. Angin kencang menumbangkan  pepohonan, memutuskan arus listrik dan telepon serta menumbangkan sejumlah papan iklan sehingga mencederai beberapa orang, ujar Ashraful Zaman, pejabat di pengendalian badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya 650.000 penduduk desa pada Kamis dievakuasi ke kawasan pantai di mana mereka mendapatkan sedikit bantuan, kata Ali Imam Majumder, pejabat senior pemerintah kepada wartawan di Dhaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Jumat, pemerintah dan badan-badan relawan turun ke lokasi bencana dan sejumlah tim medis juga turut ke lokasi yang terimbas dengan mengirimkan makanan, obat-obatan, tenda dan selimut, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bala bantuan ini sempat tertunda di dua pelabuhan, Chittagong dan Mongla di mana jasa kapal feri dan penerbangan belum bisa menjangkau kawasan berpantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, badai tidak melintas di kawasan pantai timur, di mana pada Jumat saat itu cuacanya tenang. Departemen Meteorologi India memprediksi hujan lebat disertai banjir akan melanda Bengali Barat dan Orissa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangladesh yang merupakan negara dengan beting yang rendah kerap mengalami bencana badai siklon musiman yang mengakibatkan jatuhnya korban dan kerugian harta benda dalam jumlah besar. Kawasan perbatasan pantai di timur India ini terkenal akan hutan bakau Sundarbans, sebuah situs peninggalan dunia yang menjadi habitatnya Harimau Bengali. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Associated Press&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-681819173286453102?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/681819173286453102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=681819173286453102' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/681819173286453102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/681819173286453102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/11/badai-siklon-sapu-bangladesh-1100-tewas.html' title='Badai Siklon Sapu Bangladesh, 1.100 Tewas'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rz3tzjlWaQI/AAAAAAAAAE4/2xSFfNs38QE/s72-c/AP07111609628.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-4411435999684893549</id><published>2007-11-16T02:11:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T02:13:25.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sawit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='greenpeace'/><title type='text'>Di Riau, Greenpeace Hadang Tanker Sawit</title><content type='html'>&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kapal Rainbow Warrior milik kelompok pecinta alam Greenpeace, Kamis (15/11), menghadang tanker MT Westama bermuatan lebih 30 ribu ton kelapa sawit ketika hendak meninggalkan Pelabuhan Dumai, Riau. Greenpeace juga memblokir seluruh jalur keluar kapal itu.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rainbow Warrior menghalangi MT Westama sebagai upaya menghentikan ekspor kelapa sawit. Rainbow juga membentangkan spanduk bertuliskan: “Palm Oil Kills Forests and Climate” (kelapa sawit membunuh hutan dan iklim). “Kami bertindak untuk menunjukkan dampak buruk dari industri kelapa sawit terhadap lahan gambut serta hutan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan iklim global,” kata juru kampanye kehutanan Greenpeace International Sue Connor dalam siaran persnya, Kamis (15/11).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pengiriman kelapa sawit yang diangkut MT Westama berasal dari PT Permata Hijau Sawit, salah satu pengekspor besar kelapa sawit di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Jumlah ekspor perusahaan ini mencapai 15 persen dari seluruh ekspor di semester pertama tahun 2007.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Permata Hijau Sawit mengekspor kelapa sawit dari perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam pembabatan dan kebakaran hutan di Riau. Kelapa sawit itu akan dikirim ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. “Diperluasnya perkebunan kelapa sawit ke hutan dan lahan gambut merupakan ancaman serius bagi iklim global dan hutan di Indonesia,” ucap Sue Connor.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut dia, rencana pengembangan kelapa sawit di Riau sangat mungkin mengakibatkan "bom waktu iklim". “Lahan gambut di Riau yang menyimpan 14,6 miliar ton karbon, besaran yang menyamai emisi gas rumah kaca di dunia selama setahun,” terang dia.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Provinsi Riau, sambungnya, merupakan tempat bagi 25% dari seluruh perkebunan kelapa sawit &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Rencana perluasan perkebunan kelapa sawit yang sudah disiapkan mencapai tiga juta hektar, setengah dari luas provinsi ini. “Permintaan global terhadap kelapa sawit untuk digunakan produksi makanan, kosmetik dan bahan bakar (biofuel) telah menyebabkan deforestasi dan perubahan iklim,” kata Connor.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Membabat, mengeringkan dan membakar hutan lahan gambut di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menyebabkan terlepasnya sejumlah besar simpanan karbon ke udara. Hal ini menyebabkan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menjadi negara penyumbang emisi (emiter) karbon ketiga terbesar di dunia,” bebernya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Laporan Greenpeace yang dikeluarkan pekan lalu menunjukkan sejumlah perusahaan besar dunia yang menggunakan kelapa sawit dalam produk-produk mereka, diduga telah terlibat dalam penghancuran hutan. Mereka tidak mengetahui kelapa sawit untuk mereka berasal dari pengalihan hutan. “Perusahan-perusahaan tersebut harus segera menghentikan pembelian kelapa sawit sampai mereka berani menjamin bukan berasal dari kebun yang terkait dengan pembabatan hutan,” tegas Connor.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kami menginginkan agar Pemerintah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; segera mengeluarkan moratorium atas pengalihan lahan gambut dan pengrusakan hutan demi mencegah perubahan iklim yang berbahaya,” kata Bustar Maitar, juru kampanye solusi hutan Greenpeace Asia Tenggara.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada perundingan iklim di &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt; nanti, Greenpeace akan menyerukan agar ada kesepakatan untuk merundingkan mekanisme baru pembiayaan guna mengurangi deforestasi dengan tajam. Penurunan emisi akibat deforestasi harus melengkapi penurunan emisi dari pembakaran bahan bakar fosil. (antara-detik.com/global)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-4411435999684893549?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/4411435999684893549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=4411435999684893549' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4411435999684893549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/4411435999684893549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/11/di-riau-greenpeace-hadang-tanker-sawit.html' title='Di Riau, Greenpeace Hadang Tanker Sawit'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-809775265734895533</id><published>2007-10-31T02:23:00.000+07:00</published><updated>2007-10-31T02:27:29.883+07:00</updated><title type='text'>Lagi, Bunuh Diri di Plaza di Medan</title><content type='html'>Hari masih pagi. Toko-toko di Thamrin Plaza Medan masih banyak yang belum dibuka. Pengunjung juga masih sepi. Hanya beberapa karyawan dan sejumlah pemilik toko memulai aktivitas dengan membuka toko masing-masing.     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat itu Patar Simanjuntak (30 tahun) warga Jalan Menteng VII Gang Sipirok Medan baru saja membuka pintu masuk utama di lantai II, atrium gedung plaza yang dibuka pada era 80’an itu. Tiba-tiba, “buuukkkk…” Ia mendengar suara benturan keras disusul jeritan. Patar menoleh, di belakangnya ternyata “sesuatu” jatuh dari lantai atas. Saat itu ia belum menyadari apa yang terjatuh keras itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Saat saya membuka pintu masuk lantai II kawasan atrium pameran, tiba-tiba ada suara benturan keras disertai suara jeritan. Setelah saya lihat, ternyata ada yang jatuh dari lantai atas,” tutur Patar, petugas satpam di plaza itu saat memberikan kesaksian di Mapolsek Medan Area.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Sesuatu” yang meluncur kencang dari lantai VII plaza itu ternyata seorang pria bernama Hasnan Siregar (38 tahun). Pria berkulit coklat itu mengenakan celana kain berwarna hitam dan t-shirt berkerah bercorak berwarna abu-abu. Pagi itu sekitar pukul 10.00, entah setan apa yang membisik di telinganya, Hasnan nekat terjun untuk menyudahi hidupnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tubuh Hasnan mendarat dengan posisi miring. Darah segar mengalir dari kepala dan kakinya. Saat itu, ia masih bernafas. Petugas satuan pengaman &lt;st1:placename st="on"&gt;Thamrin&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Plaza&lt;/st1:placetype&gt; lalu melarikannya ke RS Methodist Medan, sekitar 700 meter dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Thamrin&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Plaza&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;. Percikan darah di lokasi kejadian lalu buru-buru dibersihkan pihak plaza. Sayang, nyawa Hasnan tak tertolong. Ia tewas dalam perjalanan. Dari rumah sakit itu, jasad Hasnan dirujuk ke RS Pirngadi untuk otopsi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Pelaku bunuh diri diduga kuat karena tak tahan menanggung beban persoalan hidup yang berat. Sesaat setelah jatuh, dia masih bernafas. Pada saat diselamatkan petugas ke rumah sakit terdekat, dia meninggal,” kata Kapolsek Medan Area AKP Masdianto. Ia menyesalkan sikap manajemen &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Thamrin&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Plaza&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; yang langsung membersihkan tempat kejadian perkara sehingga menyulitkan polisi untuk melakukan penyelidikan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Seorang kerabat Hasnan mengatakan korban depresi sejak kematian anaknya. Kejiwaannya semakin terganggu ketika istri tercinta juga pergi meninggalkannya. Hasnan yang bekerja sebagai PNS di salah satu instansi ini menjadi kehilangan arah. “Ia sedikit mengalami gangguan saat ditinggal mati anaknya. Kemudian istrinya pergi entah kemana,” ujar kerabatnya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Belum diketahui bagaimana Hasnan masuk ke plaza itu. Pagi itu, pintu yang baru dibuka hanya pintu masuk lantai II. Diduga, Hasnan masuk melalui lift barang di belakang gedung yang biasa digunakan karyawan pagi hari. “Kalau dari pintu masuk depan, tidak mungkin,” kata Patar.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setahun lalu, Tio Bun An, alias Johan (30 tahun), warga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jalan Bambu Medan juga nekat meloncat dari lantai V plaza yang sama. T&lt;span style=""&gt;ubuhnya menimpa Latifah Sari (22), penjaga stand kartu kredit Bank ANZ di lantai dua atrium. Saat kejadian, keduanya terluka parah. Insiden itu terjadi pada Selasa (26/9/2006). Johan akhirnya tewas beberapa hari kemudian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dua bulan sebelumnya, Rita Wongso (32 tahun) juga nekat terjun dari lantai IV Sun Plaza, pusat perbelanjaan terbesar saat ini di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Insiden itu terjadi pada 24 Juli 2006. Rita, tewas di tempat kejadian. Tubuhnya mendarat di lower ground, di dekat pintu masuk utama plaza di Jalan Zainul Arifin Medan itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-809775265734895533?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/809775265734895533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=809775265734895533' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/809775265734895533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/809775265734895533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/10/lagi-bunuh-diri-di-plaza-di-medan.html' title='Lagi, Bunuh Diri di Plaza di Medan'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-6024507351897251306</id><published>2007-10-27T20:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:55.979+07:00</updated><title type='text'>The Next....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RyNASPgX1MI/AAAAAAAAAEo/Fco3Y1kIKig/s1600-h/AP07102609921.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RyNASPgX1MI/AAAAAAAAAEo/Fco3Y1kIKig/s400/AP07102609921.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126011483021890754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RyNASPgX1MI/AAAAAAAAAEo/Fco3Y1kIKig/s1600-h/AP07102609921.jpg"&gt;&lt;/a&gt;A young guest snaps a Chinese model at "Eve's temptation" fashion show as part of Shanghai Mode Lingerie 2007 on Friday, Oct. 26, 2007 in Shanghai, China. The international trade show for the whole lingerie and beachwear industry is held every year since 2005 to offer the Asian market a new platform entirely dedicated to the Lingerie and Beachwear market. (AP Photo/Eugene Hoshiko)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-6024507351897251306?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/6024507351897251306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=6024507351897251306' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/6024507351897251306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/6024507351897251306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/10/next.html' title='The Next....'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RyNASPgX1MI/AAAAAAAAAEo/Fco3Y1kIKig/s72-c/AP07102609921.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-155225071977737365</id><published>2007-10-12T03:30:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T11:51:52.317+07:00</updated><title type='text'>Bocah Kristen di Tengah Gema Takbir</title><content type='html'>Jumat subuh, satu hari sebelum lebaran. Malam takbiran hampir tiba. Dan setiap kali ia datang aku selalu teringat dengan suatu peristiwa di satu masa yang aku lupa waktu pastinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu aku masih kecil. Aku lupa, saat itu aku sudah sekolah atau belum. Satu yang pasti, hari itu adalah satu hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Malam takbiran. Aku sedang berada di suatu kota di Kabupaten Aceh Timur. Aku lupa nama tempatnya, tapi aku ingat, kota itu memiliki pantai yang indah. Pantai Idi namanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu sangat istimewa. Mungkin tak akan terlupakan seumur hidupku. Bagaimana tidak, malam itu, bersama pamanku (orang batak menyebutnya Tulang), kami ikutan rombongan takbiran bersama sejumlah orang. Tepatnya, puluhan orang. Malam itu kami berkeliling di seantero kota bersama rombongan pawai takbir lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang istimewa malam itu. Aku dan Tulangku adalah penganut Kristiani. Aku yakin, malam itu, di bus itu, cuma kami berdua yang non Muslim. Tapi, malam itu aku merasa sangat istimewa dan aku masih meringis dan merinding setiap mengingatnya kembali. Malam itu, Tulangku yang anggota Polantas menyupiri bus itu. Dan aku secara tak langsung menjadi asistennya. Malam itu, seingatku, aku memegang pengeras suara (aku lupa entah dalam bentuk toa, atau sekadar mikrofon yang tersambung ke pengeras suara) yang digunakan untuk mengumandangkan gema takbir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar.... Allahu Akbar.... Allahu Akbar…. Laailahaillallahu Allahu Akbar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar walillahilhamid….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rw6KjmPi8rI/AAAAAAAAAEg/3cSK_WnLefo/s1600-h/masih+kecik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rw6KjmPi8rI/AAAAAAAAAEg/3cSK_WnLefo/s320/masih+kecik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5120182170532639410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengeras suara itu terus berpindah tangan. Kadang aku yang pegang, kadang sudah di tangan orang lain. Semua bersemangat, termasuk aku. Bayangkan, seorang Denny kecil yang tidak bertampang Aceh sedikitpun berada di tengah-tengah puluhan orang Aceh. Bukan bermaksud diskriminasi, keberadaanku pasti terlihat aneh di situ. Kulitku putih, rambutku agak kepirang-pirangan. Padahal orang-orang di situ berkulit coklat gelap hampir kehitam-hitaman. Rambut mereka legam. Tapi aku cuek. Seolah tak kenal lelah, gema takbir terus berkumandang dari mulut kecilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu tentu aku tak pernah berpikir, apa yang ada dalam pikiran mereka melihat aku ada di tengah kerumunan mereka. Anak siapa ini? Kok ada di sini? Kok begitu bersemangat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, mereka sebenarnya menyimpan pertanyaan itu. Tapi melihat kedekatanku dengan si pengemudi bus – pasti ada juga yang mengetahui kalau aku adalah kerabat si supir bis - yang mereka kenal sebagai anggota Polantas, mereka tentu menyimpan tanya itu. Masa itu, polisi atau anggota ABRI statusnya berada di atas orang-orang kebanyakan. Mereka selalu terlihat angker. Delikan matanya saja sudah bisa membuat orang sekampung keder. Setelah aku dewasa, aku baru tahu kalau pada masa itu pemerintahan orde baru sedang menerapkan Daerah Operasi Militer (DOM) di sana. Pantas saja semua orang-orang segan sama Tulangku itu. Akan lebih nyaman bagi mereka untuk bersikap tak mau tahu. Nikmati aja suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar.... Allahu Akbar.... Allahu Akbar…. Laailahaillallahu Allahu Akbar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar walillahilhamid….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus yang kami tumpangi berputar-putar mengelilingi kota sekitar 2 – 3 jam. Kota itu kecil, jadi kami cuma berputar-putar saja. Tapi orang-orang di kiri-kanan jalan menyambut meriah padahal kami-kami juga yang melintas. Apalagi anak-anak kecil. Mereka selalu menyambut gema takbir yang kami siarkan lewat pengeras suara. Semua gembira. Mungkin Tuhan pun tersenyum malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pawai takbir berlangsung aman sampai berakhir. Pas turun dari bus, semua yang ada di bus salam-salaman. Semua saling meminta dan memberikan maaf dengan ringan. Tak lupa menyampaikan undangan untuk silaturrahmi ke rumah masing-masing esoknya, usai salat Ied. Malam itu semuanya terasa indah. Badan memang capek, tapi ia dikalahkan oleh semangat kebersamaan yang tak sengaja tercipta malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu sudah berlalu belasan tahun lalu. Tapi yang jelas, malam itu tak akan pernah aku lupakan. Itu adalah salah satu pengalaman terdahsyat dalam hidupku. Seorang anak Kristen terselip di dalam rombongan warga Muslim dalam suatu kesempatan yang sangat istimewa. Entah itu dibenarkan atau tidak aku tidak perduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman malam itu membuat aku lebih toleran kepada pemeluk agama lain di luar keyakinan yang aku anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi adalah hari terakhir aku bekerja. Besok (Jumat) kami sudah libur. Besok, saudara-saudara kita Muslim yang Muhammadiyah sudah merayakan Hari Raya. Dan pemerintah sudah mengumumkan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1428 Hijriah pada Sabtu (13/10). Mungkin, kami tidak ada bertemu kembali sampai pada hari yang fitrah itu. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk bersalam-salaman. Meminta dan memberi maaf satu sama lain dengan ringan. Seketika keindahan termanifestasikan di ruang kerja kami itu. Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar.... Allahu Akbar.... Allahu Akbar…. Laailahaillallahu Allahu Akbar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar walillahilhamid….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barusan tadi, gema takbir mengumandang dari sepasang speaker kecil yang ada di komputerku sebelum aku pulang. Aku teringat kembali saat takbiran di Aceh Timur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar.... Allahu Akbar.... Allahu Akbar…. Laailahaillallahu Allahu Akbar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar walillahilhamid….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 Hijriah. Mohon Maaf Lahir dan Batin. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-155225071977737365?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/155225071977737365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=155225071977737365' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/155225071977737365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/155225071977737365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/10/bocah-kristen-di-tengah-gema-takbir.html' title='Bocah Kristen di Tengah Gema Takbir'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rw6KjmPi8rI/AAAAAAAAAEg/3cSK_WnLefo/s72-c/masih+kecik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-5814995463068201553</id><published>2007-10-11T03:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:56.314+07:00</updated><title type='text'>Vespa Mogok di Jalan…</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rw06AmPi8qI/AAAAAAAAAEY/twKhu4toCwg/s1600-h/vespaku.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119812133330285218" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rw06AmPi8qI/AAAAAAAAAEY/twKhu4toCwg/s400/vespaku.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rw02_mPi8pI/AAAAAAAAAEQ/Q-yilPkx5ac/s1600-h/vespaku.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hampir dua tahun sudah si Ijo – dulu sempat dijuluki si biru – terduduk di koridor sempit rumahku. Si Ijo, adalah sebuah skuter bermerk Vespa keluaran tahun 1981. Vespa itu sudah kami pake sejak dibeli tahun 1981. Pertama kali dibeli, ia masih berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpindah tangan – aku mulai rutin mengendarainya sejak kuliah semester dua, ketika itu tahun 1994 – Vespa itu sudah dua kali berubah warna. Yang pertama, kombinasi warna &lt;em&gt;blue metallic&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;gold metallic&lt;/em&gt;. Terakhir kali - sekitar 6 tahun lalu - Vespa itu berganti warna menjadi ijo. Tepatnya ijo telur asin. Si Adek, tukang catnya mengoplos warna itu dari cat keluaran &lt;em&gt;Danagloss &lt;/em&gt;dari &lt;em&gt;Dana Paint&lt;/em&gt;. Inspirasi warna itu aku dapatkan dari majalah VW Trend.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Si Ijo mulai tergusur sejak aku beli motor Suzuki TS125 yang tipe trail itu. Dibilang tergusur juga sebenarnya tidak. Karena saat itu si Ijo sesekali masih dipake. Ya kalau ngga aku, si Rudy adekku. Tapi, karena repot mengeluar-masukkannya, akhirnya ia diletakkan di koridor rumah. Sejak itu ia hampir tidak pernah dikeluarkan lagi. Berdebu dan ban kempis. Paling kalau sedang mencuci motor lainnya, si Ijo aku sambi dilap. &lt;em&gt;At least&lt;/em&gt;, debu yang menempel bisa berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar sebulan lalu, si Ijo aku keluarkan dari pengasingannya. Rencananya, Vespa itu mau dibenahi ulang. Paling tidak bisa digunakan untuk perjalanan yang tak terlalu jauh dari rumahku. Mengingat dan menimbang surat-surat Vespa itu entah sudah ke mana. Ssstttt… plat nomornya juga udah palsu. Sudah yang ketiga kali malah. Itu berarti sudah lebih dari 10 tahun. Makanya, buat apa ambil risiko, terkena razia polisi misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Ijo lalu dicuci bersih. Tangkinya dikosongkan. Busi dibersihkan. Hanya dengan sedikit menggeser posisi platinanya (pengapian), mesin si Ijo langsung mau hidup. Cuma, hidupnya tak bisa lama. Itu artinya, sudah terjadi penyumbatan karena bensin yang sudah 2 tahun di tangki itu sudah &lt;em&gt;basi &lt;/em&gt;dan menyumbat kran minyaknya. Kalau sudah begini, aku malas untuk mengerjakannya sendiri. Mending diserahkan kepada mekaniknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, si Ijo sudah hidup kembali. Pak Jan, seorang mekanik tua yang sudah puluhan tahun mengotak-atik Vespa hanya menguras tangki minyaknya. &lt;em&gt;Plus &lt;/em&gt;menyetel ulang posisi platina, si Ijo kembali meraung. Sorenya, si Ijo sudah bisa aku bawa keliling-keliling. Malah sempat singgah di warkop dan akhirnya nongkrong di Omerta, &lt;em&gt;café &lt;/em&gt;punya si Philip di kompleks Asia Mega Mas. Sialnya, malam itu pengapiannya kembali mengulah. Aku yakin platina dan kondensernya memang sudah tidak beres. Ia kembali nongkrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sebulan setelahnya, tepatnya Selasa kemarin, si Ijo kembali kubawa ke Pak Jan. dengan sigap, si bapak yang bertubuh kecil dan berambut agak keriting itu lalu mengganti platina dan kondesernya. Aku juga minta dia mengganti oli di girboksnya. Gila, sudah lebih dari 2 tahun oli itu mengendap di sana. Pasti &lt;em&gt;viskositas&lt;/em&gt;nya sudah ngga bener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nah&lt;/em&gt;, habis dari Pak Jan, si Ijo aku cobain keliling di dekat rumah. Awalnya sih lancar-lancar aja. Cuma, pas di jalan pulang – hampir dekat rumah – tarikannya mulai mbrebet. Pasti ada yang ngga benar dengan pengapiannya, pikirku. Tapi aku cuek, si Ijo aku pake ngantor. Konsekwensinya, sepanjang perjalanan mesinnya meledak-ledak. Gilanya, pulang dari kantor aku gak langsung pulang karena bela-belain ke warkop lagi. Secara perut sudah kelaparan, teman-teman juga sudah menunggu di sana. Lagi-lagi, di perjalanan mesinnya batuk-batuk. Tapi si Ijo kugeber terus. Kayaknya kecepatannya hampir menembus angka 100/kmh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan nongkrong, kami pun pulang. Kali ini dia benar-benar “kesal” kayaknya. Menghidupkan mesinnya saja sudah susah betul. Berkali-kali aku engkol (selah), mesinnya tak hidup. Akhirnya kami coba dorong. Mesin hidup. Aku langsung aja geber, maksudnya biar cepat sampai di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Eh&lt;/em&gt;, mesin yang tadi batuk-batuk, akhirnya betulan mati di separuh perjalanan. Tepatnya di Jalan Halat, mesin Ijo benar-benar padam. Kalau diengkol ia mau hidup. Tapi waktu mau dibawa jalan, mesin langsung mati. Terus aku coba ganti busi. Platinanya juga sempat aku stel dikit. Spekulasi, siapa tau malah nemu titik yang pas. Alih-alih hidup, mesin Ijo makin nembak. Dan ini berarti kondensernya yang “tewas”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, saat lepas tali klos setelah masuk gigi satu, mesin langsung tewas. &lt;em&gt;Feeling &lt;/em&gt;sih itu udah gak ketolong lagi. Tak ada jalan lain, Ijo mesti ditarik. Cuma, karena sudah hampir lewat jam 3.00 pagi, becak motor hampir tak ada yang lewat. Mau menghubungi Chalid atau Fahmi sudah tidak mungkin, pasti mereka sudah terlalu jauh. Fahmi malah mungkin sudah sampai di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu udah niat mau mendorong saja, tiba-tiba hape ku bunyi. Satu sms masuk. Eh, ternyata si Butet yang sms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Abang di mana?”&lt;br /&gt;“Mogok Vespaku jln pulang dari Kumis (warkop). Platina nya kayaknya.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aku pikir mungkin si Butet sudah pulang dan mau nanyakan sesuatu soal si Chalid. Soalnya si Amir – nama Vespa si Butet – teronggok di kantor Chalid karena masalah yang kurang lebih serupa dengan si Ijo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kenapa bang?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Eh, tiba-tiba si Butet sudah di sampingku aja pake mobil merah. Dia berdua abangnya. Katanya habis anterin teman abangnya tak jauh dari tempat aku sedang kepayahan. Eh, taunya mereka tadi sudah melewati aku. Dia udah liat sih sebenarnya ada laki-laki pengendara Vespa yang mogok di pagi jam segitu. Sangat tak pantas! Tapi berhubung karena VESPA, katanya dia meliat juga. Entah gimana, pas balik lagi dia lagi-lagi ngeliat ke aku sambil kirim sms tadi. Akhirnya dia ngeh kalau yang mogok itu adalah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak ada cara lain, akhirnya dua kakak-beradik itu menarik aku sampai ke rumah. Kaca pintu mobil sebelah kiri lalu diturunkan dan aku berpegangan di pilar pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil merambat pelan. Sambil jalan kami ngobrol dan tertawa-tawa. Dia juga cerita, kemarin mereka juga sempat mendorong si Amir karena mogok di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur juga sih secara gak sengaja ketemu mereka di jalan. &lt;em&gt;At least&lt;/em&gt; kakiku gak mesti bengkak karena mesti mendorong Vespa yang sudah berkali-kali lipat beratnya karena modifikasi bodi di sana-sini. Belum lagi andil dempul untuk lebih membentuk plat besi tebalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 10 menit, kami sampai juga di rumah. Butet dan abangnya langsung pulang. Wah, aku berhutang budi sama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu siang, si Ijo kubawa kembali ke Pak Jan. Benar saja, stelan platinanya memang udah tidak benar. Pak Jan sudah membereskannya dan menambahkan satu kondensor lagi. Tadi, waktu aku coba udah gak mberebet lagi. Tapi aku gak mau ambil risiko mesti mendorong lagi. Besoklah aku coba lagi. Mudah-mudahan sudah gak ada masalah. Seumur-umur mengendarai si Ijo, baru kali itulah aku “dikerjain” sama dia. Sebelum-sebelumnya gak pernah alamin yang separah itu. Paling putus tali klos atau gigi. Cuma seringkali tak jauh dari bengkel, jadi gak mesti capek mendorong. Pernah juga bocor ban, itupun untungnya tak jauh dari tukang tambal. Nah, Rabu subuh itu dia “ngulah”, memang jauh dari rumah dan bengkel, tapi untungnya pertolongan tak jauh dari aku dan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Vespa mogok di jalan… turun pula hujan… hahahaha…&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-5814995463068201553?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/5814995463068201553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=5814995463068201553' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5814995463068201553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5814995463068201553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/10/vespa-mogok-di-jalan.html' title='Vespa Mogok di Jalan…'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rw06AmPi8qI/AAAAAAAAAEY/twKhu4toCwg/s72-c/vespaku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-3720021299225681311</id><published>2007-10-10T01:17:00.000+07:00</published><updated>2007-10-10T01:20:02.826+07:00</updated><title type='text'>Hati-hati, Kado Bisa Berbuntut ke Pengadilan</title><content type='html'>Tahukah Anda bahwa sebuah kado tanda terima kasih ternyata bisa juga mengirim seseorang ke pengadilan? Ini terjadi di Jepang belum lama ini. Seorang pekerja yang tidak puas tiba-tiba melabrak kantor majikannya karena kesal bosnya mengabaikan kado jelli pemberiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan di Osaka sudah menggelar sidang dengar pendapat. Tersangka, seorang pria  berusia 31 tahun yang bekerja di perusahaan pakaian ini memberikan sekotak jelli pencuci mulut kepada presiden perusahaan tempatnya bekerja sebagai tanda rasa terima kasihnya, tulis suratkabar berbahasa Inggris, Asahi Shimbun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak warga Jepang mempertahankan tradisi pemberian hadiah dalam bisnis penting di musim panas dan musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengetahui sang bos mencuekin pemberiannya – ditinggalkan begitu saja di bawah mejanya – pria itu lalu mengamuk hebat di kantor itu. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu lalu dinyatakan bersalah. Ia dijerat dakwaan memaksakan kehendak secara paksa. “Saya ingin presiden perusahaan itu menaruh perhatian sedikit saja, itu saja,” harapnya. Jaksa penuntut mengungkapkan, sang majikan terlalu sibuk untuk membuka hadiah itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-3720021299225681311?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/3720021299225681311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=3720021299225681311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/3720021299225681311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/3720021299225681311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/10/hati-hati-kado-bisa-berbuntut-ke.html' title='Hati-hati, Kado Bisa Berbuntut ke Pengadilan'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-7227671162578814387</id><published>2007-09-28T03:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:56.769+07:00</updated><title type='text'>Demonstran Ditembaki, 1 Wartawan Jepang Tewas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvwQ32Pi8mI/AAAAAAAAAD4/X8n1wYXpW1Y/s1600-h/1448507608_3cc8941e5e_o.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvwQ32Pi8mI/AAAAAAAAAD4/X8n1wYXpW1Y/s400/1448507608_3cc8941e5e_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114981828425609826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; tentara menerobos pintu gerbang vihara sambil merusak gembok dan memaksa masuk ke dalam. Mereka membanting pintu, menghancurkan jendela dan perabotan lainnya. Ketika para bhiksu mencoba bertahan, mereka melepaskan tembakan dan menggunakan gas air mata sambil memukuli dan menyeret mereka ke dalam truk,” ujar seorang bhiksu kepada Associated Press, Kamis. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Si bhiksu di vihara Ngwe Kyar Yan itu lalu menunjukkan bercak darah di lantai. Sejumlah selongsong, kaca pintu yang pecah bertaburan berlumur darah di lantai vihara. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ceritanya mengalir. Mulutnya dengan lancar – sesekali bergetar - lalu menuturkan sejumlah teman-temannya dipukuli dan sedikitnya 100 dari 150 bhiksu diculik dengan mengendarai kendaraan. Suara tembakan menggema di udara. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="spelle"&gt;Di sudut jalanan lain, masih di &lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;Yangon&lt;/st1:place&gt;, Kenji Nagai (50 tahun) sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. Ia adalah fotografer dan sekaligus juru kamera kantor berita APF News, Jepang. Nagai berada di &lt;st1:place st="on"&gt;Yangon&lt;/st1:place&gt; untuk peliputan aksi yang dimulai sejak 19 Agustus lalu itu. Tidak jelas, ia sudah berapa lama di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="spelle"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvwRJ2Pi8nI/AAAAAAAAAEA/P-qy80ybOuc/s1600-h/2007_09_27t113410_450x311_us_myanmar.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvwRJ2Pi8nI/AAAAAAAAAEA/P-qy80ybOuc/s400/2007_09_27t113410_450x311_us_myanmar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114982137663255154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis itu, Nagai sedang sial. Ia terjebak dalam pembubaran paksa yang dilakukan militer. Dada Nagai tertembak. Ia jatuh dan lalu ditembak mati oleh seorang tentara. Seorang wartawan televisi Jepang lainnya bersaksi melihat peristiwa itu. Ia lalu mempostingkan sebuah foto pada website nya. Di situ terlihat seorang pria – diyakini sebagai Nagai – terbaring di tanah. Terluka. Namun ia masih memegang kamera videonya. Di depannya, seorang tentara bersendal jepit menodongkan senjatanya. Nagaipun tewas.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="spelle"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 13.2pt 0in;"&gt;&lt;span class="spelle"&gt;Berita duka itu sudah diterima Kedubes Jepang di Yangon yang disampaikan oleh Badan&lt;/span&gt; K&lt;span class="spelle"&gt;ementerian&lt;/span&gt; L&lt;span class="spelle"&gt;uar&lt;/span&gt; N&lt;span class="spelle"&gt;egeri&lt;/span&gt; &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Nagai menjadi korban &lt;span class="spelle"&gt;warga&lt;/span&gt; &lt;span class="spelle"&gt;asing&lt;/span&gt; pertama dalam “kerusuhan” di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Kamis situasi di &lt;st1:place st="on"&gt;Yangon&lt;/st1:place&gt; tegang. Aksi para bhiksu dan warga sipil terus berlanjut. Tentara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; melepaskan tembakan ke kerumunan pemrotes anti-pemerintah di saat puluhan ribu orang menentang pemerintah junta militer. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketegangan ini terjadi sehari setelah pemerintah setempat meluncurkan aksi pembubaran di &lt;st1:place st="on"&gt;Yangon&lt;/st1:place&gt; yang disebutkan telah menewaskan sedikitnya satu orang. Para pemberontak di luar &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; melaporkan telah menerima berita korban yang tewas mencapai delapan orang pada Rabu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvwRhGPi8oI/AAAAAAAAAEI/GEkphCqPR4c/s1600-h/1447768549_88a385f985.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvwRhGPi8oI/AAAAAAAAAEI/GEkphCqPR4c/s400/1447768549_88a385f985.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114982537095213698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejumlah laporan lainnya menyebutkan mereka yang tewas adalah para bhiksu Buddha yang banyak tersebar di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan insiden ini menyulut kemarahan publik terhadap rezim pemerintah dan menimbulkan aksi kerusuhan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebagai bagian dari kerusuhan tersebut, sejumlah vihara digerebek pasukan pro-junta. Ratusan bhiksu dianiaya dan mereka lalu digelandang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di negeri itu, para bhiksu merupakan ujung tombak tantangan terbesar bagi pemerintah militer di negara Asia Tenggara ini sejak 1988. Dalam krisis tersebut, sejumlah tentara melepaskan tembakan ke arah kerumunan demonstran yang menewaskan 3.000 orang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Berikan kami kebebasan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikan kami kebebasan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikan kami kebebasan!” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teriakan seperti itu terdengar di sejumlah bagian di Yangon. Teriakan itu dilemparkan ke arah para tentara. Ribuan orang turun ke jalanan setelah tembakan peringatan dilepaskan ke arah kerumunan yang berjumlah sekitar 70.000. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Para saksi mata mengungkapkan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pria ditahan dan dipukuli setelah tentara menembaki kerumunan dekat sebuah jembatan di seberang Sungai Pazundaung di timur Kota Yangon. Tembakan dilepaskan setelah ribuan pemrotes yang berada di barat sungai tersebut mengacuhkan perintah untuk bubar. Sejumlah sandal berlumuran darah tertinggal di jalanan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Krisis ini dimulai pada 19 Agustus yang merupakan tantangan terberat bagi para jenderal selama dua dasawarsa. Aksi di negeri itu dipicu oleh kenaikan harga BBM akibat dikuranginya subsidi oleh pemerintahan junta. Naiknya harga BBM membuat harga-harga barang kebutuhan naik hampir &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kali lipat. Inilah penyebab aksi. Tak jauh beda dengan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada Mei 1998.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kerusuhan” itu lalu memicu tekanan internasional terhadap rezim junta, khususnya dari RRC. “RRC berharap semua pihak di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mampu mengendalikan diri dan menangani masalah mereka guna memastikan situasi yang aman dan tidak menimbulkan konflik,” ujar jurubicara Kementerian Luar Negeri Jiang Yu, Kamis. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Para diplomat Uni Eropa sepakat untuk mempertimbangkan pemberlakuan sanksi ekonomi terhadap &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Sanksi semacam ini pernah diterapkan pada 1996 dan termasuk juga larangan mengadakan perjalanan ke Eropa bagi para pejabat tinggi Myanmar, pembekuan sejumlah asset dan pelarangan penjualan senjata kepada Myanmar.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;AS menyerukan para pemimpin militer &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; untuk membuka dialog dengan para pemrotes dan mendesak RRC untuk melakukan apa yang bisa dilakukan dalam mencegah terjadinya pertumpahan darah lebih lanjut. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kami semua perlu menyepakati adanya fakta bahwa pemerintah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; harus berhenti memikirkan bahwa ini bisa diatasi polisi dan militer dan mulai memikirkan seputar perlunya rekonsiliasi dengan spektrum luas dari para aktivis politik di negara itu,” jelas Asisten Menlu AS Christopher Hill di Beijing.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekjen PBB Ban Ki-moon yang tengah mengutus perwakilan khusus ke daerah ini mendesak pihak junta “untuk bisa mengendalikan diri dalam menangani demonstrasi damai itu karena dengan hal itu dapat mengarah ke hal perdamaian, kesejahteraan dan kestabilan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.”&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suratkabar yang dikelola pemerintah &lt;st1:country-region st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:country-region&gt; menuding adanya pihak-pihak dari luar dan dalam negara ini yang “mengompori” aksi protes di &lt;st1:place st="on"&gt;Yangon&lt;/st1:place&gt;. Menurut mereka, demonstrasi tersebut sebenarnya dalam skala kecil, namun dibesar-besarkan media. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pelaku sabotase dari dalam dan luar negara ini dan juga beberapa stasiun radio asing yang iri dengan perdamaian dan pembangunan negara ini sudah melakukan tindakan penghasutan yang menyebabkan ketidakstabilan internal dan keributan sipil,” tulis The New Light of Myanmar, media corong pemerintah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pasukan keamanan juga telah menahan Myint Thein, jurubicara pemimpin oposisi partai politik pimpinan Aung San Suu Kyi, sebut anggota keluarganya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gambaran dramatis aksi protes Rabu lalu disebarluaskan para penentang dengan menggunakan ponsel mereka dan melalui internet sehingga memicu perhatian dan keprihatinan dunia guna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 13.2pt 0in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Persatuan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Myanmar&lt;/st1:country-region&gt; juga dikenal dengan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Burma&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah sebuah negara di Asia Tenggara. Negara seluas 680 km². Negara ini diperintah oleh pemerintahan militer sejak kudeta tahun 1988. Negara berkembang ini memiliki populasi sekitar 43 juta jiwa. Ibukota negara ini sebelumnya terletak di &lt;st1:place st="on"&gt;Yangon&lt;/st1:place&gt; sebelum dipindahkan oleh pemerintahan junta militer ke Pyinmana pada 7 November 2005.&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-7227671162578814387?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/7227671162578814387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=7227671162578814387' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/7227671162578814387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/7227671162578814387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/demonstran-ditembaki-1-wartawan-jepang.html' title='Demonstran Ditembaki, 1 Wartawan Jepang Tewas'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvwQ32Pi8mI/AAAAAAAAAD4/X8n1wYXpW1Y/s72-c/1448507608_3cc8941e5e_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-937139795669904226</id><published>2007-09-27T02:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:56.886+07:00</updated><title type='text'>Unjuk Rasa di Myanmar, 8 Tewas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvqvU2Pi8hI/AAAAAAAAADQ/OPcza7UXD_4/s1600-h/apIOMHA_CORRECTION_MYANM_1H.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvqvU2Pi8hI/AAAAAAAAADQ/OPcza7UXD_4/s400/apIOMHA_CORRECTION_MYANM_1H.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114593099525583378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Kekhawatiran dunia akhirnya terbukti. Rabu (26/9), unjuk rasa para bhiksu Buddha dan warga umum yang coba dibubarkan militer menewaskan 8 orang, termasuk 5 bhiksu. Peristiwa 1988 yang menewaskan sekitar 3.000 orang seolah terulang kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Khim Maung Win, deputi editor Suara Demokrasi Burma, radio anti pemerintahan junta yang berbasis di Oslo, Norwegia, mengatakan 8 orang – 5 bhiksu dan 3 warga sipil – dilaporkan tewas dan sedikitnya 5 orang terluka serius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun, pemerintah setempat mengatakan hanya satu orang tewas dalam insiden yang mereka sebutkan terpaksa dilakukan setelah militer gagal membubarkan aksi itu dan terpaksa melepaskan tembakan. Para saksi mata menyebutkan, polisi memukuli dan menyeret belasan bhiksu yang sudah memulai aksi itu sejak bulan lalu di Myanmar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Militer melepaskan tembakan peringatan di hadapan pemrotes di Yangon tengah dan membuat orang kocar-kacir mencari tempat berlindung. Saat itu, para warga sipil berkumpul dekat Pagoda Sule menunggu kedatangan prosesi sekitar 10.000 bhiksu dan warga sipil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Sebagai upaya perlindungan menghadapi gas air mata, banyak bhiksu mengenakan masker, kata saksimata. Ditambahkan, sejumlah bhiksu dipukuli dan dibawa dari Pagoda Shwedagon, tempat awal unjukrasa menentang junta militer yang berkuasa 45 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Pemerintah junta militer mengumumkan dalam radio dan televisi tindakan itu dilakukan untuk menekan para pemrotes. Menurut mereka, ini merupakan pertumpahan darah yang pertama kalinya terjadi. Kelompok penentang menambahkan sekitar 300 bhiksu dan aktivis ditahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Pemerintah Myanmar menyebutkan militer dan polisi terpaksa melepaskan tembakan setelah kerumunan yang berjumlah 10.000 orang termasuk para bhiksu yang gagal untuk dibubarkan di Pagoda Sule, Yangon. Disebutkan, polisi hanya menggunakan kekuatan minim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Menurut pengumuman pemerintah, pria yang tewas tersebut berusia 30 tahun tewas terkena pantulan tembakan. Ditambahkan juga, beberapa orang terluka yakni dua pria berusia 25 tahun dan 27 tahun serta seorang wanita berusia 47 tahun. Para saksi mata mengatakan melihat dua wanita dan satu orang pria luka terkena tembakan dalam bentrokan tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Zin Linn, Menteri Penerangan Pemerintah Koalisi Nasional Uni Burma yang berbasis di Washington yang merupakan pemerintahan berdiri sendiri dalam pembuangan menguatkan laporan itu. Ia mengatakan, sedikitnya 5 bhiksu tewas. Laporan tersebut belum bisa dikonfirmasikan oleh AP. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Sementara itu sebuah kelompok organisasi aktivis politik pembuangan di Thailand, Liga Nasional untuk Daerah Demokrasi Merdeka mengungkapkan sebanyak 3 bhiksu dikonfirmasikan tewas dan 17 lainnya terluka.   &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Pasukan keamanan melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata mencoba membubarkan kerumunan demonstran saat menghalau para bhiksu Buddha di dalam truk-truk. Aksi ini merupakan penahanan massa pertama sejak munculnya aksi protes pada 19 Agustus lalu. Aksi ini merupakan yang terbesar terhadap pemerintah militer dalam 20 tahun terakhir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Merespon seruan para pemimpin dunia, Dewan Keamanan PBB akan menggelar rapat tertutup di Myanmar. Rapat ini akan dihadiri oleh Ibrahim Gambari, perwakilan khusus sekjen untuk Myanmar, ujar jurubicara deputi PBB Marie Okabe. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-937139795669904226?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/937139795669904226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=937139795669904226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/937139795669904226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/937139795669904226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/unjuk-rasa-di-myanmar-8-tewas.html' title='Unjuk Rasa di Myanmar, 8 Tewas'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvqvU2Pi8hI/AAAAAAAAADQ/OPcza7UXD_4/s72-c/apIOMHA_CORRECTION_MYANM_1H.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-9906384698149524</id><published>2007-09-21T04:39:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:57.053+07:00</updated><title type='text'>Merekam Gelora 'Indie'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvLpT2Pi8gI/AAAAAAAAADI/f-0G0oJSrJg/s1600-h/logo%2520TEMPO%2520Web%2520Version.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 198.45px; height: 72.9px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvLpT2Pi8gI/AAAAAAAAADI/f-0G0oJSrJg/s400/logo%2520TEMPO%2520Web%2520Version.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112405054206439938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media independen tumbuh subur di berbagai kota. Kebebasan yang mereka suarakan cukup jitu memikat jiwa-jiwa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kencangkan sabuk pengaman. Anda akan bertamasya ke dunia yang sama sekali lain. Sebuah jagat majalah terbitan anak muda zaman sekarang yang betul-betul jauh dari tertib jurnalistik. Majalah yang punya jurus kritis tapi juga bodor, segar, dan cenderung seenak gue, kocak lagi nyentrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah "indie" (diambil dari kata "independen", karena tidak disokong dana oleh penerbitan besar) ini memang edan. Tata letak keren, sarat eksperimen, dan tidak jarang ruwet sampai bikin bingung. Semua artikel ditulis dengan bahasa gaul gado-gado, slank campuran Inggris-Indonesia, semisal awrite (all right), bro (brother), dan begowl (bergaul). Pendeknya, kosakata yang ada di majalah indie ini bakal membuat para pembaca majalah konvensional merasa sudah uzur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tulisan yang dimuat cukup beragam, dari sejarah musik jazz, sejarah perbudakan, asal-muasal pionir kelompok musik punk The Sex Pistols, sampai artikel ringan tentang "burket" atawa bubur ketek. Seluruhnya diramu dengan gaya terjun bebas. Ada artikel yang belum tuntas dan hanya dipungkasi dengan kalimat "Udahan ya, gue males nih". Artikel lainnya diawali dengan umpatan "anjing" yang dipelesetkan menjadi "anjirrr". Pengantar redaksi pun tidak kalah seru: maap, so bloody sorry karena terlambat terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus nyentrik habis tersebut sukses memikat anak-anak muda. Ripple Magazine, misalnya, bermula pada tahun 1999. Kala itu Ripple hanya berupa katalog produk-produk busana yang dipajang di distro (distribution outlet, toko independen yang menjajakan barang-barang indie) 347, Bandung. Isi katalog pun makin gurih dengan liputan aktivitas gaya hidup seperti papan luncur (skateboard), selancar, serta dinamika komunitas punk yang ada di pojok-pojok Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ripple kian berwarna dengan adanya ulasan musik, juga laporan pertunjukan berbagai band indie label yang memang sedang marak di Bandung. The Milo, Mocca, KOIL, Rocket Rockers, Superman Is Dead adalah contoh band indie yang melejit namanya setelah diulas oleh Ripple. "Secara enggak sadar, kita ikut mempengaruhi perkembangan musik indie di negeri ini," kata Noor al-Kautsar, 24 tahun, Redaktur Senior Ripple. Sampai kini, menurut Noor, tidak kurang dari seribu contoh rekaman yang sudah dikirim berbagai band indie kepada redaksi Ripple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamor Ripple pun tambah mencorong. Oplah yang 5.000 di awal terbitan terus melonjak hingga 10 ribu eksemplar. Padahal, harganya berangsur menanjak dari Rp 3.500, Rp 6.500, hingga kini jadi Rp 20.000 per buah. Wilayah peredaran pun telah meluas meliputi Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, Ripple bukan pemain pertama di ladang media indie. Pada tahun 1999, telah terbit Trolley—antara lain diawaki Dewi "Supernova" Lestari—yang membidik pasar komunitas anak muda pencinta musik dan seni rupa. Sayang, napas Trolley tidak panjang dan berstatus almarhum setelah beberapa kali terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esa hilang, dua terbilang. Berhentinya Trolley disusul terbitnya majalah-majalah indie lain dengan napas serupa. Dari Yogyakarta, muncul Outmagz dan Blank! yang membidik pasar pencinta desain grafis, musik, dan seni rupa. Lalu ada Pause dan Retas Magazine (Bandung), MTeens Magazine (Medan), dan Sinkink (Solo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan predikat yang di- sandang, majalah indie lebih menge- depankan semangat mandiri. Spirit kebebasan inilah yang amat jitu memikat jiwa-jiwa muda. Media independen pun kemudian menjelma menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang berkarakter cenderung pemberontak. "Ini yang gue cari," tutur Anne sembari membolak-balik halaman Outmagz. "Isinya gak kayak majalah remaja lain yang cuma tahu Britney Spears dan Westlife," kata pelajar SMU di Jakarta Selatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bisnis, media independen memang unik. Hitung-hitungan bisnis—balik modal, untung-rugi—yang konvensional tidak bisa sepenuhnya berlaku. Ripple, umpamanya, sampai kini belum bisa menggaji awak redaksinya dengan layak. "Masih di bawah upah minimum regional," kata Noor al-Kautsar sembari terbahak. Maklumlah, media indie menekankan prinsip dasar DIY (do it yourself), dari hulu sampai hilir, yang boleh jadi tidak ekonomis. Segalanya dikerjakan sendiri dengan melibatkan jaringan kalangan indie, misalnya iklan dari band indie, di- pasarkan di outlet distro, juga di- promosikan pada bazar dan perhelatan kaum indie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Denny Sitohang&lt;/span&gt;, 29 tahun, adalah contoh gamblang penerapan prinsip do it yourself. Pemimpin Redaksi &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;MTeens Magazine&lt;/span&gt; di Medan ini menguras tabungannya senilai Rp 5 juta untuk mewujudkan mimpi majalah indie. Ditemani seperangkat komputer pribadi, Denny menulis, menyun-nting, juga merancang tata letak MTeens. "Nekat aja," kata pemuda yang kupingnya berhias anting ini. Untunglah, kenekatan Denny berbuah. Kendati belum meraup untung, setidaknya ongkos operasional MTeens tidak lagi tambal sulam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal isi majalah, Denny lebih banyak mengandalkan jaringan di antara pelajar dan mahasiswa di Medan. "Saya sediakan medianya, silakan mereka manfaatkan," kata Denny. Hasilnya, MTeens menjadi media khas anak muda Medan. Denyut gerak orang-orang muda di kota ini terekam di dalam majalah yang dijual Rp 6.000 per buah dengan oplah 3.000 eksemplar ini. Walhasil, setiap bulan kehadiran MTeens pun selalu dinanti jejaka dan gadis Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MTeens, juga segenap majalah indie, memang punya karakter pasar yang mirip-mirip. Mereka membidik target pasar usia 15-20-an tahun yang cenderung memberontak, anak muda yang tak mau terkungkung aturan kaku, anak muda yang begitu ingin berenang-renang dalam lautan ide. Mereka kalangan yang tampaknya tidak ter- wakili oleh gaya konvensional yang di- tawarkan majalah remaja pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noor al-Kautsar menegaskan karakter komunitas indie. "Maaf saja," tuturnya, "Hai, Gadis, atau Kawanku enggak cocok buat kami-kami." Redaktur Ripple ini memandang media konvensional semata-mata mencekoki remaja dengan selera konsumtif yang dipaksakan industri hiburan global. Pada titik inilah majalah indie membawa misi menyajikan gagasan-gagasan alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah Outmagz edisi ke-2, yang menyuguhkan gambar-gambar aneh karya Jake &amp;amp; Dinos Chapman. Kedua perupa dari Inggris ini bereksperimen membuat boneka manusia berbahan fiber dengan anatomi yang superliar. Ada yang berkepala dua, ada yang perutnya berdempetan, yang lainnya punya selusin badan lantaran manipulasi genetis. "Karya ini bukanlah mengagungkan penyimpangan, tetapi se- kadar mengeksplorasi berbagai kemungkinan bentuk yang tiada habisnya," demikian ditulis Outmagz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajian visual yang diusung media indie pun pasti lain dan nyeleneh. "Sesuatu yang tidak bakal dijumpai pada media konvensional," kata Sigit Djatmiko, Redaktur Outmagz. Untuk gadis sampul, umpamanya, Outmagz lebih memilih gadis bertampang "tetangga sebelah" yang kita lihat sehari-hari. Sosok model, yang biasanya nyaris seragam—tinggi, kurus langsing, dan cantik sempurna—justru tak laku di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jurus biasa-biasa inilah yang mendekatkan Outmagz dengan anak-anak muda pembacanya. Simaklah komentar Andri, pelajar SMU di Yogyakarta: "Gue suka banget sama Outmagz. Abis, isinya deket banget ama yang kita saksiin sehari-hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media independen tumbuh subur di berbagai kota. Kebebasan yang mereka suarakan cukup jitu memikat jiwa-jiwa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mardiyah Chamim, Bobby Gunawan (Bandung), Heru Nugroho (Yogya), Bambang Soedjiartono (Medan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah TEMPO &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;No. 46/XXXII/12 - 18 Januari 2004&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-9906384698149524?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/9906384698149524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=9906384698149524' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/9906384698149524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/9906384698149524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/merekam-gelora-indie.html' title='Merekam Gelora &apos;Indie&apos;'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/RvLpT2Pi8gI/AAAAAAAAADI/f-0G0oJSrJg/s72-c/logo%2520TEMPO%2520Web%2520Version.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-5485138526081970270</id><published>2007-09-21T04:31:00.000+07:00</published><updated>2007-09-21T04:36:58.284+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Dekorasi di Dinding Penjara</title><content type='html'>Lagi iseng browsing, eh ketemu artikel ini. Jadi ingat cerita lama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 3 Juli 2004&lt;br /&gt;Di sebuah lembar majalah. Di halaman tempat pemimpin redaksi menulis editorialnya. Ada foto seorang lelaki telanjang dada, hanya memakai kolor bergambar jeruk nipis kecil-kecil, bersepatu bot sedengkul, berkacamata hitam, dan bertopi pet. Ahoi, ada pula tulisan "#16" di uluhatinya yang menunjukkan edisi majalah itu. Dia bukan model yang disewa mahal untuk tampil sinting, ia adalah pemimpin redaksi yang menulis editorial di bawahnya. Di situ ia mengingat kembali edisi kesembilan di mana ayahnya sendiri ia jadikan cover.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ripple, majalah yang kita bicarakan di atas, memang bukan majalah biasa. Majalah asal Bandung itu adalah salah satu dari sekian banyak majalah di luar arus utama yang kini tengah marak di berbagai kota Indonesia. Di antara majalah-majalah itu ada Pause dan Trolley dari Bandung. Trolley yang antara lain diawaki oleh Dewi Lestari membidik pasar komunitas anak muda pencinta musik dan seni rupa. Apa boleh buat, napas media yang terbit pada 1999 ini tidak panjang lantas berstatus almarhum setelah beberapa kali terbit. Di luar sana ada MTeens Magazine di Medan, dan Sinkink di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jogjakarta ada Outmagz yang beberapa saat lalu melakukan peluncuran kembali dalam pesta yang ingar-bingar di Kemang, Jakarta. Tema pesta kali itu adalah Lollipop your everyday life. "Maksudnya, media kami adalah media anak muda yang bergaya hidup progresif di bidang fashion, musik dan pola pikir. Lollipop mengisyaratkan warna-warni kebebasan, progresif dan be your self," kata Krisnamurti Lumenta, pemimpin umum Outmagz menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, umumnya media seperti ini menyuarakan kebebasan. Niatan awalnya sebagai anti tren. Namun keantitrennya itu justru membuatnya justru menggariskan tren sendiri. Yah, mirip orang yang menolak berfilsafat, tapi secara tak sadar penolakan itu adalah juga berfilsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisna mengakui medianya mulai berkibar serius setahun lalu. Padahal bersama teman-temannya dari desain grafis Universitas Gajah Mada, ia membuat majalah ini sejak 1995. Ide awalnya adalah membuat sesuatu yang berbeda dari majalah anak muda yang ada seperti Hai, Gadis, Kawanku dan sebagainya. Karena pakem dan pola pikir mereka mengarah pada kebebasan, maka mereka pun menyuguhkan aneka artikel tentang kebebasan bermode, bermusik dan berpola pikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ideologi kami progresif, maksudnya selalu berubah, bosan dan tidak menentu. Bagi kami hari ini beda dengan kemarin, hari esok tidak sama dengan lusa," kata Krisna. "Sebagai karya progresif bukan berarti mengagungkan penyimpangan, namun bentuk eksplorasi kreativitas terhadap berbagai kemungkinan bentuk yang tiada habisnya," demikian ia bertutur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide yang sama juga dimiliki oleh majalah-majalah serupa dari luar negeri. "Kita melihat kebebasan pada majalah-majalah yang di luar mainstream itu," kata Imelda Widjaja yang suka membaca majalah-majalah tak konvensional terbitan Amerika, Inggris, atau Jepang. "Mereka lebih bebas mengekspresikan sesuatu. Hal ini amat dibutuhkan dalam membuat karya seni. Tanpa kebebasan, tidak ada kreativitas yang muncul. Kalau bicara tentang fashion harus ada freedom supaya bisa lebih kreativ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat lembaran majalah-majalah di luar mainstream ini kita akan dapat melihat kebebasan berpikir dan berekspresi yang mereka agungkan. Umumnya, dalam hal redaksional, mereka memiliki jurus kritis tapi juga bodor, segar, kocak, nyentrik dan cenderung seenak perut sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua artikel ditulis dengan bahasa gado-gado, slank campuran Inggris-Indonesia, semisal awrite (all right) atau begowl (bergaul). Pendeknya, kosakata yang ada di majalah indie ini bakal membuat para pembaca majalah konvensional merasa sudah uzur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan bahasa yang tidak biasa itu juga dilihat Imelda pada majalah-majalah bawah tanah dari luar. "Mereka banyak memakai kata-kata yang tidak biasa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik tulisan yang dimuat cukup beragam, dari sejarah musik jazz, sejarah perbudakan, asal-muasal pionir kelompok musik punk The Sex Pistols, sampai artikel ringan tentang "burket" atawa bubur ketek. Seluruhnya diramu dengan gaya terjun bebas. Ada artikel yang belum tuntas dan hanya dipungkasi dengan kalimat "Udahan ya, gue males nih." Artikel lainnya diawali dengan umpatan "anjing" yang dipelesetkan menjadi "anjirrr". Pengantar redaksi pun tidak kalah seru: "Maap, so bloody sorry karena terlambat terbit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto yang dimuat pun hancur-hancuran. Jika di majalah mode konvensional seperti Dewi, Femina, atau a+ Anda akan mendapati foto-foto mode yang cantik manis, maka di majalah-majalah pinggiran itu Anda bisa melihat foto perempuan yang sedang muntah di kloset, lengkap dengan lelehan muntah yang kental. "Gue pengen memberi pengalaman visual, bukan sekadar foto tentang baju," kata Syagini Ratnawulan, redaktur mode Ripple, tentang alasannya memakai foto-foto tak biasa di halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata letaknya juga mengintimidasi, sarat eksperimen, dan tidak jarang ruwet sampai bikin bingung. Walhasil, mereka menggunakan segala medium (kata-kata, foto, dan desain) untuk menteror pembacaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Foto-foto di majalah ini tidak pose, dibuat seperti amatiran, hingga memberi kesan natural. Model yang dipilihnya pun bukan model terkenal, kecuali untuk iklan. Model-modelnya seperti gadis rumahan yang familiar dengan mata kita," kata Imelda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang lebih penting dari itu adalah soal isi. Biasanya, majalah-majalah indie Indonesia memiliki komunitas sendiri, atau menampung aspirasi dari semua komunitas indie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morbid Noise, misalnya. Mereka mengklaim sebagai media musik underground dan menyajikan informasi tentang musik metal bawah tanah. "Aliran indie yang kami anut metal artinya musik bersuara sekeras apapun tanpa aturan," kata pemimpin redaksinya, Benino Aspiranto Saptono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ripple memilih untuk memayungi semua komunitas, mulai dari skateboard sampai berbagai aliran musik indie, termasuk dinamika komunitas punk yang ada di pojok-pojok Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarak Ripple kian berwarna setelah adanya ulasan musik, juga laporan pertunjukan berbagai band indie label yang memang sedang marak di Bandung. Mereka juga menyertakan termasuk contoh kaset grup-grup baru di majalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Milo, Mocca, KOIL, Rocket Rockers, Superman Is Dead adalah contoh band indie yang melejit namanya setelah diulas Ripple. "Secara tidak sadar, kita ikut mempengaruhi perkembangan musik indie di negeri ini," kata Noor al-Kautsar, Redaktur Senior Ripple. Sampai kini, menurut Noor, tidak kurang dari seribu contoh rekaman yang sudah dikirim berbagai band indie kepada redaksi Ripple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pemasaran majalah-majalah itu tak seheboh tampilannya. Dana yang terbatas memang mejamin independensi, tapi juga membatasi ekspansi. Yang bisamenikmati majalah-majalah itu juga tak semua orang. Mereka pun sulit masuk ke toko-toko buku besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dibangunlah sistem distribusi yang memanfaatkan jaringan pertemanan. Sampai akhirnya ada sebuah solusi untuk hal ini, yaitu distribution outlet (distro), toko kecil tempat kaum indie menjual berbagai produknya seperti baju dan kaset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morbid Noise, mengalami sendiri gerilya dari bawah tanah sejak 1995. "Ketika itu era indie belum semarak seperti sekarang. Karena terbatasnya dana, kami menjual dengan cara foto kopi tanpa mengurangi mutu tulisan," kata Ben.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski harus berjuang di bawah tanah, namun Ben tak takut kehilangan pembaca. "Seperti cacing, komunitas kami benar-benar di bawah tanah. Selalu ada, tidak akan hilang, bahkan sekarang jumlah komunitas antitren ini sangat marak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu bukan berarti penyebaran majalah indie terbatas. Ripple adalah contoh suksesnya. Kini tiras mereka bisa mencapai 10 ribu eksemplar. Harga majalah yang bermula pada 1999 ini pun terus melonjak dari Rp 3.500, Rp 6.500, hingga Rp 20 ribu. Wilayah peredaran pun telah meluas meliputi Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Outmagz memang tak sebanyak Ripple, hanya seribu eksemplar. Tapi untuk kualitas tampilan, mereka lebih oke. Sekarang memasuki edisi ke empat. Dijual dengan haraga Rp 18.500 sampai Rp 22.500, majalah ini mulai bersikap profesional. Maksudnya biarpun majalah ini sangat idealis tapi untuk pemasaran atau distribusinya dikemas dengan sisi bisnis seperti layaknya media konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kerja keras itu rela mereka lakukan untuk menjaga independensi yang merupakan ruh dari majalah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa arti kegilaan dan kemerdekaan yang tertuang dalam majalah-majalah itu bagi para pembacanya? "Rutinitas yang kita jalani dalam hidup ini membuat diri kita seperti dalam penjara. Dengan majalah yang seperti ini, pikiran kita menjadi lebih terbuka. Oh, ternyata di luar sana, di luar rutinitas yang memenjara kita itu, ada dunia yang lebih baik, ada harapan." Apakah harapan itu seperti oase? Bukan, tapi "Seperti dekorasi di dinding penjara." hadriani p/qaris t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.korantempo.com/news/2004/7/3/Gaya%20Hidup/48.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-5485138526081970270?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/5485138526081970270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=5485138526081970270' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5485138526081970270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5485138526081970270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/sebuah-dekorasi-di-dinding-penjara.html' title='Sebuah Dekorasi di Dinding Penjara'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-1885151855470671693</id><published>2007-09-18T02:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:57.208+07:00</updated><title type='text'>Diselamatkan “Malaikat Berpakaian Kuning”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Ru7YdKJq5EI/AAAAAAAAADA/_mYLY5fCJkQ/s1600-h/apIOMHA_THAILAND_PLANE_C_1H.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Ru7YdKJq5EI/AAAAAAAAADA/_mYLY5fCJkQ/s400/apIOMHA_THAILAND_PLANE_C_1H.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111260622564811842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SELAMAT&lt;/span&gt;. Mildred Anne Furlong membaca media yang memberitakan kecelakaan pesawat One-Two-Go Airlines di Phuket sementara kekasihnya Chatree Suksawas berdiri tidak jauh darinya. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;(AUDRA ANG/AP PHOTO)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Borland sedang terkurung api dan tersiram bahan bakar pesawat ketika dia ditarik dari puing pesawat yang meledak hebat di Phuket, Minggu (16/9). Seorang “Malaikat Berpakaian Kuning” menyelamatkannya dari maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat tidurnya di rumah sakit Phuket, Borland yang kini dirawat karena patah lengan dan luka bakar di paha dan punggung, menuturkan perjuangan hidup-matinya itu kepada The Age.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malaikat Berpakaian Kuning” yang dimaksudkan Borland adalah seorang penumpang warga Thai. “Pria Thai dengan t-shirt kuning itu menarikku keluar ke arah sayap pesawat. Dia seperti malaikat bagiku,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria 48 tahun yang berasal dari Skotlandia dan besar di Perth itu telah tinggal dan bekerja di Thailand selama 12 tahun. Ia juga lolos dari maut tsunami pada 2004. Pada Minggu kelabu itu ia kembali ke Phuket setelah melakukan perjalanan ke Bangkok dan Singapura. “Sangat susah untuk menjelaskan betapa beruntungnya aku,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ia kesakitan hebat karena lengan kirinya patah, punggung terluka dan paha terbakar, Borland yang duduk di bangku 24F mencoba membuka pintu darurat yang berada di dekatnya. “Aku membukanya. Ternyata api sudah berkobar di luar. Aku menutupnya kembali dan terjatuh ke lantai pesawat,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merangkak ke sisi lainnya dengan celana terbakar. Api sudah berkobar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borland berhasil mencapai pintu darurat lainnya, tapi tidak mampu mengangkat tubuhnya untuk ke luar. Saat itulah “Sang Malaikat Berbaju Kuning” itu menariknya. Ia terpeleset dan jatuh ke tanah dan akhirnya diselamatkan petugas pemadam kebakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lolos dari maut juga dialami penumpang pesawat OG 269 maskapai One-Two-Go lainnya. Chatree Suksawas (26 tahun), adalah penduduk asli daerah Phang Nga. Ia bersama kekasihnya lolos dari maut karena tetap tenang dan berpikiran jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama kekasihnya warga Kanada, saat itu Chatree berniat mengunjungi keluarganya untuk mengenalkan kekasihnya. Chatree mengisahkan tidak ada peringatan dari pilot saat insiden itu terjadi. Sang pilot mungkin ingin menenangkan penumpang, pikirnya. Namun pikirannya berubah ketika ia mengintip dari jendela pesawat. Di luar, hujan sedang lebat dan angin sangat kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat penerbangan hemat itu tiba-tiba menukik dan memacu kecepatan. Chatree merasa badan pesawat menyentuh tanah, lalu memantul, sebelum akhirnya meluncur ke kiri dan menabrak dinding yang mengoyakkan sayap pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya melihat api berkobar di bagian depan pesawat. Saya melepas sabuk pengaman saya dan kekasih saya. Kami lalu menuju pintu darurat di bagian tengah, lalu menendangnya sehingga terbuka dan kami pun keluar. Ketika menoleh ke belakang, saya melihat pesawat terbakar. Meski kami berhasil lolos, namun kami masih bisa membayangkan seberapa besar duka dan rasa kehilangan akibat insiden ini,” tutur pria bertatto banyak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chatree dan kekasihnya Mildred Anne Furlon (23), menderita luka ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mildred Anne Furlong awalnya mengira akan menghabiskan liburannya bersama Chatree dengan berjemur di pantai Phuket. Namun takdir berkehendak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berusaha meloloskan diri dari maut, Furlong melihat seorang penumpang terbakar. Tak jauh darinya, seorang penumpang lainnya memerah karena darah. “Tidak lama pesawat terhempas, semuanya gelap dan benda-benda berjatuhan,” ujar Furlong. “Ketika itu saya pusing dan sepertinya akan pingsan,” tuturnya di rumah sakit Phuket Bangkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kabin sudah pengap karena asap. Dengan terbatuk-batuk, Furlong dan Chatree memanjat keluar melalui jendela yang rusak. Mereka naik ke sayap pesawat. Akhirnya, ia dan penumpang lainnya berhasil keluar. Chatree sempat membantu dua wanita keluar dari pesawat melalui pintu darurat yang telah didobrak. Namun ia sedih karena tak bisa menyelamatkan seorang pria yang dilalap api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Furlong adalah seorang pelayan dari Prince George, British Columbia. Chatree adalah artis tatto berusia 26 tahun. Keduanya bersyukur karena masih selamat dan bisa bertemu orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lain dituturkan Marcel Squinobal. Ia adalah seorang pemilik restauran berusia 33 tahun asal Vorarlberg Bregenz Austria. Squinobal ke Phuket untuk berlibur. “Ketika mendarat, pesawat memantul dan tak terkendali. Tidak ada peringatan atau instruksi evakuasi dari kokpit atau pun awak pesawat. Tiba-tiba pesawat sudah terbakar,” katanya di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan John Gerard O’Donnel asal Irlandia menuturkan, seketika pesawat mendarat, ia mengetahui telah telah terjadi masalah. “Sebab pesawat sepertinya hendak mendarat lalu berusaha naik kembali untuk kedua kalinya,” papar John. Setelah pesawat terhatuh, John keluar dari bagian sayap melalui pintu darurat yang sudah rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya melihat teman saya di luar. Ia telah keluar lebih dahulu. Kemudian, api melahap pesawat sehingga wajah, kaki dan tangan saya terbakar,” katanya sambil tertunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data terakhir menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 89 orang dan 41 orang dinyatakan selamat. Turut menjadi korban, Kapten Pilot Arief Mulyadi (56 tahun). Jenazah mantan pilot Sempati Air dan Star Air, maskapai penerbangan Indonesia yang sudah berhenti beroperasi. Jenazah Arief dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta, Selasa pagi. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;THE AGE-AP-THE NATION-BANGKOK POST-GLOB-AP PHOTO &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-1885151855470671693?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/1885151855470671693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=1885151855470671693' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/1885151855470671693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/1885151855470671693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/diselamatkan-malaikat-berpakaian-kuning.html' title='Diselamatkan “Malaikat Berpakaian Kuning”'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Ru7YdKJq5EI/AAAAAAAAADA/_mYLY5fCJkQ/s72-c/apIOMHA_THAILAND_PLANE_C_1H.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-8932922459297543857</id><published>2007-09-17T03:02:00.000+07:00</published><updated>2007-09-17T21:37:34.605+07:00</updated><title type='text'>Pesawat Menukik, Tergelincir, dan Terbakar Hebat</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;Sebelum akhirnya mendarat keras di Bandara Phuket, pesawat MD 82 dari maskapai penerbangan hemat One-Two-Go sempat menukik dengan kecepatan tinggi. Begitulah penuturan para saksi mata dan korban yang selamat. Sejumlah saksi mata dan petugas, menyebut pesawat tergelincir di &lt;i&gt;runway&lt;/i&gt;, terperosok tanggul dan terbelah menjadi dua bagian&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Seorang penumpang pesawat lain di belakang pesawat naas itu, Marine Keisel asal &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Paris&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; mengatakan, “Saat pesawat itu mendarat, ia langsung terbakar. Kami melihat ada api keluar. Suasana di dalam pesawat ricuh." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Nong Khaonual, penumpang lainnya mengemukakan dirinya berhasil menarik istrinya Ladda yang tidak sadarkan diri ke sebuah pintu darurat di belakang pesawat dan membukanya dengan bantuan orang-orang yang selamat. Sebanyak 10 orang yang selamat terjun ke parit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dikatakannya, pesawat itu sempat terpelanting sebelum tergelincir dari jalur pacu landasan. Begitu pesawat itu berhenti, api sudah membakar badan pesawat tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Nong menambahkan mereka yang selamat yang juga turut membuka pintu menderita luka-luka bakar. Kebanyakan dari mereka melompat ke parit. Ditegaskannya, sebelum mendarat, tidak ada pengumuman adanya masalah dengan pendaratan pesawat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Putra Nong, Thanawat Fongsrisin mengatakan ibunya mengalami luka-luka di kepala akibat melompat dari pesawat dan dirawat di Rumah Sakit Siriroj. Mereka pergi ke Phuket untuk mengunjungi istrinya yang tengah hamil yang akan melahirkan bulan depan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Parinyawich Chusaeng (23), pria asal Phuket yang bekerja sebagai seniman, adalah seorang korban selamat. “Pesawat jatuh sangat cepat dan terbanting. Sayap kanannya menabrak pohon dan pesawat langsung menabrak tanah,” kata Chusaeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dia mendapati amuk si jago merah mulai menjamah sekitarnya. Sebagian orang terjatuh di lantai, sebagian berdiri. Mereka semua dikelilingi api. "Orang-orang di sekitar saya terkena luka bakar," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chusaeng juga mengalami luka memar dan harus menjalani rawat inap rumah sakit. Meski demikian, dia mengaku sempat menangkap momen awal kecelakaan itu dengan video singkat di telepon genggamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja, kisahnya, saat itu dia berhasil mengikuti petunjuk lampu darurat. Dia pun berhasil keluar pesawat dan mendapati regu penolong telah bersiap menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, David McGivney (23 tahun) dari Irlandia yang tengah berlibur dan menunggu kembali ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; mengatakan kecelakaan tersebut terjadi dengan cepat dan tahu-tahunya sudah ada dalam berita. Saat ditanyakan apakah dia ingin terbang kembali, McGivney mengatakan: "Belum siap, kami memilih naik bus malam ini."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Petugas penerbangan menyebut pesawat jenis MD-82 itu membawa total 130 orang penumpang dan kru dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; menuju Phuket. Kecelakaan terjadi saat pesawat hendak &lt;i&gt;landing&lt;/i&gt; di Bandara Phuket di selatan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Saat itu cuaca buruk dengan hujan deras dan angin bertiup kencang. (the nation/ glob)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-8932922459297543857?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/8932922459297543857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=8932922459297543857' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8932922459297543857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8932922459297543857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/pesawat-menukik-tergelincir-dan.html' title='Pesawat Menukik, Tergelincir, dan Terbakar Hebat'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-5859260465194590447</id><published>2007-09-17T02:57:00.000+07:00</published><updated>2007-09-17T21:35:28.896+07:00</updated><title type='text'>Pesawat Thailand Jatuh, 87 Penumpang Tewas</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Sebuah pesawat &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:country-region&gt; dari maskapai penerbangan One-Two-Go dengan &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;nomor penerbangan OG269 jatuh di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandara Phuket&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; Selatan, Minggu (16/9) pukul 15.35 waktu lokal (juga WIB) atau 08.35 GMT. Pesawat naas yang terbang dari Bandara Don Muang Bangkok itu membawa 123 penumpang dan 7 awak pesawat. &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebanyak 87 penumpang tewas dan kecelakaan itu, dan 43 penumpang dikabarkan selamat, meski mengalami luka bakar hebat. Pesawat itu mengangkut puluhan turis asing dari berbagai warga negara menuju salah satu resor pulau yang terkenal sebagai objek wisata andalan negeri Gajah Putih itu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut Wakil Menteri Transportasi Thailand Sansern Wongcha-um, pesawat naas itu adalah jenis McDonnell Douglas MD-82. Pesawat penerbangan hemat itu jatuh ke landasan pacu saat mendarat. Memang, ketika itu cuaca sangat buruk. Pilot pesawat – disebut bernama Arief Mulyadi (WNI) – berusaha mendaratkan pesawat. Namun &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;malang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, pesawat tergelincir dan badan pesawat pecah menjadi dua bagian. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Seluruh korban yang selamat saat ini sedang dirawat di beberapa rumah sakit di Phuket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pilot minta izin mendarat. Menara pengatur lalu lintas udara mengizinkan, namun pesawat itu jatuh di landasan pacu dan badannya pecah,” kata Chaisak Angkasuwan, Direktur Jenderal Transportasi Udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya akan menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat dari kotak hitam dan rekaman percakapan dengan menara pengatur lalu lintas udara. “Saat mendarat, jarak pandang sedang buruk ditambah hujan lebat dan angin kencang. Tidak ada laporan pesawat itu mengalami masalah mesin,” imbuh Chaisak. Ia menambahkan, masih terlalu dini untuk menyebutkan penyebab jatuhnya pesawat dan pihak berwenang akan segera bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Informasi mengenai status kewarganegaraan pilot pesawat itu dibenarkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Deplu&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;RI&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;. “Betul, pilotnya memang warga negara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, bernama Arief Mulyadi,” kata jubir Deplu Kristiarto Legowo. Pilot Arief (56 tahun) dilaporkan tewas. Jenazahnya kini berada di salah satu rumah sakit di Phuket.&lt;/p&gt;Dipastikan, Arief yang juga purnawirawan TNI AU ini adalah satu-satunya korban warga &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang meninggal dunia. &lt;p&gt;Sebanyak 43 penumpang yang dilaporkan selamat terdiri dari warga Thailand, Irlandia, Inggris, Australia, Iran, Swedia, Jerman dan Belanda. Sedangkan korban tewas meliputi warga negara &lt;st1:city st="on"&gt;Irlandia&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Seorang warga Irlandia yang selamat yang diidentifikasi bernama Sean mengatakan telah mengalami luka bakar hebat di lengan, paha, dan punggung saat berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api. Berbicara kepada TITV di Sumah Sakit Phuket, dia mengatakan sejak awal sudah merasakan ada masalah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Anda bisa mengatakan saat pendaratan itu ada persoalan,” katanya. “Itu membuat keributan, ya ledakan dahsyat,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;One-Two-Go Airlines adalah salah satu dari beberapa penerbangan hemat yang mulai ada sejak beberapa tahun terakhir setelah sektor penerbangan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dibuka bebas. Maskapai itu mulai beroperasi sejak Desember 2003. &lt;i&gt;(The Nation, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Post, AP/glob)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-5859260465194590447?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/5859260465194590447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=5859260465194590447' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5859260465194590447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5859260465194590447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/pesawat-thailand-jatuh-87-penumpang.html' title='Pesawat Thailand Jatuh, 87 Penumpang Tewas'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-5156915512855431866</id><published>2007-09-13T13:30:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T11:59:56.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bengkulu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gempa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsunami'/><title type='text'>Sang Lindu Kembali Datang</title><content type='html'>Rabu sore Lindu kembali mengguncang ibu pertiwi. Kali ini giliran Bengkulu yang kena amuk. Saat sang Lindu datang, aku sedang duduk-duduk santai di taman tak jauh dari kantor. Di situ, getaran tidak terasa. Padahal teman-teman wartawan yang sedang rapat di lantai 3 sempat turun karena ketakutan. Penasaran, aku akhirnya coba cari tahu lewat internet. Web yang pertama aku akses tentu saja &lt;a href="http://www.usgs.gov/"&gt;http://www.usgs.gov/&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Guncangannya sangat terasa. Orang-orang berlarian karena panik. Ada juga yang berteriak-teriak,” ujar Hatta, seorang karyawan studio foto yang ada di Sun Plaza, mal terbesar saat ini di Medan, Rabu (12/9). Hatta, bersama pengunjung lainnya ikut-ikutan lari menyelamatkan diri setelah gempa bumi kuat mengguncang Samudera Hindia tak jauh dari garis pantai Bengkulu, Sumatera pada Rabu pukul 18.10 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun jauh dari Medan, sekitar 130 meter dari Bengkulu, Lindu (gempa) itu berpusat, kata United States Geological Survey (USGS). Kali ini, sang Lindu muncul dengan kekuatan 7,9 Skala Richter. Meski berpusat di Bengkulu, getarannya terasa di provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Pekan Baru, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, dan menjalar sampai ke Malaysia, Singapura, Thailand. Bahkan, sang Lindu juga sempat dikhawatirkan memicu tsunami di kawasan Samudera Hindia. Delapan negara di kawasan ini diminta waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Pacific Tsunami Warning Centre yang berbasis di Hawaii AS yang mewanti-wanti bahwa tsunami berpotensi terjadi di Indonesia, India, Srilanka, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Maladewa. Seluruh negara-negara itu juga sempat merasakan amuk tsunami saat mega Lindu di Aceh yang berkekuatan 9 SR terjadi 26 Desember 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan itu benar adanya. Sebuah tsunami kecil – setinggi sekitar semeter – dilaporkan menghantam kawasan pantai di Padang, Sumatera Barat, kata Suhardjono, petugas senior di Badan Meteorologi dan Geofisika setempat. Sayang, ia tidak bisa memberikan laporan detil karena buruknya koneksi telepon, katanya kepada kantor berita Associated Press yang dikutip di Yahoo! Pacific Tsunami Warning Centre mengamini pernyataan Suhardjono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar sementara menyebutkan dua orang tewas saat sebuah ruang pamer mobil rubuh dan sejumlah orang lainnya dikhawatirkan tewas di lantai empat sebuah departemen store di Padang, Sumatera Barat yang terbakar setelah gempa. Diduga, kebakaran dipicu hubungan pendek listrik. Malah, Kapolda Sumbar Brigjen Ucin Sudiana mengkhawatirkan sejumlah orang terjebak dalam bangunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Kamis dinihari, laporan sementara menyebutkan sedikitnya 40 persen bangunan di Bengkulu Selatan rusak parah. Selain rumah-rumah, surau-surau di Bengkulu juga roboh. Salat tarawih pun terpaksa tertunda di di awal bulan Ramadhan ini. Situasi makin mencekam saat aliran listrik terputus. Kota gelap gulita. Hampir serupa kondisinya, di Padang ratusan rumah dan gedung-gedung juga ambruk. Bahkan, delapan karyawan ruang pamer Mitsubishi PT Suka Fajar Jalan Veteran Padang masih hilang. Diduga, delapan orang itu tertimbun reruntuhan bangunan. Dari Mentawai, dilaporkan banyak rumah, masjid, gereja, dan sekolah ikut ambruk.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-5156915512855431866?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/5156915512855431866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=5156915512855431866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5156915512855431866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5156915512855431866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/sang-lindu-kembali-datang.html' title='Sang Lindu Kembali Datang'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-6166037104272785807</id><published>2007-09-06T04:20:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T04:24:45.896+07:00</updated><title type='text'>Polisi Sinting, Orang Pacaran Dipalak</title><content type='html'>Bad cop ternyata bisa ada di mana-mana. Polisi juga manusia tokh? Berita terbaru datang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Harian Shanghai Daily memberitakan negeri Panda itu menghukum tiga polisi yang menahan dan meminta uang sebesar 5.000 yuan (329 poundsterling) kepada sepasang kekasih hanya karena keduanya kedapatan saling memeluk di depan publik saat berlangsungnya Hari Kasih Sayang versi Tionghoa.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hanya karena berpelukan pasangan apes itu diminta membayar denda 5.000 yuan? Sialnya, denda itu bukan untuk kas negara, tapi untuk kantong pribadi para polisi (bajingan?) itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keduanya diceritakan sedang berjalan-jalan di sepanjang bantaran sungai di Jinshi. Pasangan itu lalu berhenti dan saling berpelukan di sentral Provinsi &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Hunan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Saat kami berpelukan, tiba-tiba tiga petugas polisi datang dan memisahkan kami berdua. Mereka menanyai dan membawa kami ke kantor polisi. Mereka bersedia membebaskan kami jika kami membayar uang denda 5.000 yuan,” ujar Xiao Hong, seperti dikutip Shanghai Daily. Pengakuan itu ditulis dan dikirimkan Hong ke sebuah portal berita lokal. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat perayaan pesta Valentine ala Tionghoa yang disebut dengan Qi Xi itu memang banyak polisi berpakaian preman berbaur dengan pasangan muda-mudi. Qi Xi adalah perayaan lokal untuk memeringati Hari Kasih Sayang, tulis Beijing News.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak disebutkan bagaimana akhirnya ketiga polisi itu sampai dihukum. Yang pasti, pihak kepolisian sudah memulangkan uang tersebut kepada pacar Hong. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf. Gimana nih Pak Polisi?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-6166037104272785807?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/6166037104272785807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=6166037104272785807' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/6166037104272785807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/6166037104272785807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/polisi-sinting-orang-pacaran-dipalak.html' title='Polisi Sinting, Orang Pacaran Dipalak'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-8356892882226545206</id><published>2007-09-05T02:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:57.441+07:00</updated><title type='text'>My Red Jeep</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rt2suFvnc7I/AAAAAAAAACQ/gXzTRON5a_I/s1600-h/939385739l.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rt2suFvnc7I/AAAAAAAAACQ/gXzTRON5a_I/s400/939385739l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106427460323865522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai hal aku tidak pernah terlalu menaruh hormat pada Amerika. Apalagi jika terkait kebijakan politik luar negeri mereka yang sering kali menerapkan standar ganda, terutama dalam menghadapi persoalan Timur Tengah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi ada 2 hal dari Amerika yang sampai kapanpun pasti bisa membuat aku berdecak kagum. Keduanya juga sudah sejak lama diimpikan: Harley Davidson dan JEEP. Yang pertama adalah merk sepeda motor dan yang kedua adalah merk mobil. &lt;/span&gt;Persamaan keduanya: produk legendaris. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Persamaan lainnya: keduanya sudah aku impikan sejak lama. Kalau tidak salah ingat, mungkin, saat masih duduk di bangku sekolah dasar! Bayangin, anak yang masih mengenakan seragam putih-hijau – aku sekolah di SD swasta Katolik dan memiliki seragam berwarna itu dengan potongan mirip kelasi kapal laut seperti seragam Popeye – sudah membayangkan kepingan kecil American Dream yang juga menjadi impian jutaan pria dewasa itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingatku, saat duduk di bangku kelas 3 SD aku sudah mulai mencoret-coret buku tulisku dengan gambar Harley Davidson dan Jeep Willys. Aku lupa kenapa saat itu aku tergila-gila pada keduanya. Tapi yang aku ingat, lembar-lembar buku tulisku tidak pernah lolos dari gambaran (kasar) Harley Davidson dan Jeep Willys. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dulu, saat serial Renegade masih diputar di salah satu stasiun televisi swasta, sedapat mungkin aku melek di depan televisi. Personifikasi seorang Reno Raines yang diperankan Lorenzo Lamas memang gagah betul! Rambut gondrong, badan menjulang dan atletis plus Harley Davidson Heritage Softail yang dicat airbrush bermotif lidah api itu selalu menjadi bunga tidurku. Serial itu selalu kutonton dengan serius. Detail Harley Davidson yang ditunggangi Raines selalu kupelototin. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena masa itu internet belum seperti sekarang aku lalu berlangganan tabloid Otomotif. Kalau ada artikel mengenai Harley Davidson pasti aku gunting dan dikliping. Pikirku, suatu saat kalau sudah punya satu Harley Davidson kliping itu bisa menjadi panduan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ngetopnya Renegade itu juga disambut produsen jeans bermerk Lea. Pesaing Levi’s itu pernah membuat program undian berhadiah 1 unit Heritage Softail. Gara-gara itu aku ikut-ikutan beli celana Lea yang harganya lumayan untuk kantong mahasiswa seperti aku. Tapi sayang, aku belum beruntung menjadi pemenang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Satu, dua, tiga… sampai akhirnya tak terasa sudah ratusan artikel dan foto Harley Davidson aku kumpulkan. Kayaknya kliping itu masih tersimpan rapi di lemariku. Suatu kali, kalau gak salah kisaran tahun 90 an, tanteku menghadiahkan 2 t-shirt hitam bersablon Harley Davidson. Kaos itu asli merchandise Harley Davidson dengan sisi samping tanpa jahitan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tentu saja aku kegirangan. Bayangin aja bagaimana perasaanku pake kaos itu. &lt;/span&gt;Harley Davidson gitu lho!&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Waktu berputar. Internet pun mulai dikenal. Kalau tidak salah, waktu itu sekitar tahun 96. Sejak itu, website apa saja mengenai Harley Davidson menjadi tujuan pertamaku untuk diakses. Hasilnya, setiap kali pulang dari warnet (sebenarnya sekedar fasilitas kampus) yang ada di perpustakaan USU aku selalu membawa pulang foto-foto motor itu di dalam disket. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Bayangin aja, butuh berapa banyak disket untuk menyimpan foto-foto itu. Waktu itu belum ada flashdisc. Boro-boro, CD RW &lt;i style=""&gt;aja&lt;/i&gt; juga belum ada kalau aku gak salah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terus, sekitar tahun 2001 seorang teman menghadiahkan sebuah buku berjudul History of American Motorcycle dari Australia. Buku itu lumayan tebal, tiap lembarannya memuat gambar-gambar sepedamotor buatan Amerika yang pernah ada. Termasuk Harley Davidson tentunya. Hadiah itu tentu saja tak pernah bisa aku lupakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kini, bertahun-tahun berlalu, Harley Davidson masih tetap menjadi impian. Gila, mesti kumpulin duit sampai berapa tahun agar motor itu bisa terbeli. Tapi suatu kali aku beruntung dapat kesempatan memotret sebuah showroom mobil mewah di Medan. Kebetulan, showroom itu juga menjual beberapa unit Harley Davidson. Kalian pasti bisa menebak apa yang duluan aku jepret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah tidak menggebu-gebu seperti dulu, impian punya Harley itu masih aku simpan. Entahlah, suatu saat nanti aku mesti bisa punya. Gak peduli buatan tahun berapa dan tipe apa. &lt;/span&gt;Yang penting Harley bung!&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Lain Harley lain pula Jeep. Kalau Harley Davidson masih belum punya, jip legendaris Amerika dari keluarga Jeep sudah berhasil aku tunggangi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dari varian CJ7 yang terkenal di seantero dunia itu pula! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dapatnya juga tidak sengaja. Sebetulnya tidak pernah terbayangkan sebelumnya untuk beli mobil itu. Dulu aku mikirnya, harganya pasti gak murah. Belum lagi perawatan bulanannya. Maklum aja, merawat mobil keluaran tahun 81 pasti hampir serupa susahnya dengan merawat balita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tapi karena penawaran harganya sangat lumayan, aku tergoda juga. Meski harus merelakan sepeda motor trail Suzuki TS ku dilego untuk menebus CJ7 merah itu. Sebelumnya aku pernah memakai mobil itu waktu Philips – temenku mantan pemiliknya - meninggalkannya di rumahku. Mungkin sejak itu kami – aku dan si CJ7 merah - menjadi berjodoh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sudah hampir dua bulan belakangan si Merah mengantarkanku ke mana saja di kota ini. Dan apa yang aku khawatirkan kemarin memang benar. Jajanan mobil itu memang gila, meski belum gila-gilaan. Ganti ini itu – meski pada tampilan akhirnya tidak kelihatan – sudah menghabiskan dana lumayan. Padahal masih banyak parts yang sudah aus dan mesti diganti agar nyaman ditunggangi. Seperti misalnya shockbreaker, leaf spring, ball joint, tie rod, break system, dll. Tapi kayaknya semua itu mustahil diganti sekaligus. Duit dari mana coba? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ya sekarang dibela-belainlah pake dengan kondisi seadanya. Masih untung, dia gak pernah mogok lagi setelah dinamo startnya diservis dan aki nya diganti baru. Sekarang, startnya udah eces. Nah, kalau mau tau modelnya liat aja foto di atas. Warnanya persis sama, tapi kilapnya beda euy! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terus, yang lain-lain itu mudah-mudahan bisa segera diganti. Sekalian juga dicat ulang warnanya yang udah bulukan itu. Biar sedap dipandang. Mau numpang? Yuuuukkkk...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-8356892882226545206?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/8356892882226545206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=8356892882226545206' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8356892882226545206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/8356892882226545206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/my-red-jeep.html' title='My Red Jeep'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rt2suFvnc7I/AAAAAAAAACQ/gXzTRON5a_I/s72-c/939385739l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-7249128239949847400</id><published>2007-09-05T01:45:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T01:46:34.025+07:00</updated><title type='text'>Pake Korset? Ogah Ah!</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="DE"&gt;Kalau Anda sebagai kaum pria ditanya mau ngga pake korset? &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anda pasti langsung menjawab, ah tidak...! Tapi ternyata tidak bagi kaum pria Jepang. Di sana, kabarnya, korset bagi kaum pria sedang ngetren. Coba aja baca:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semakin banyak kaum pria Jepang mencemaskan pe&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;rut mereka yang membuncit. Kini, kebanyakan dari mereka bertekad menghentikan kebiasaan minum bir. Tak cukup, pria-pria itu juga bahkan mengenakan korset petinju atau kaos dengan panel pengontrol perut. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Orang-orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan masih jarang di Jepang ketimbang di Amerika, namun tren ini ditujukan kepada kaum adam khususnya di usia paruh baya. Banyak dari mereka yang menderita sindrom metabolisme, keadaan di mana lemak berlebihan di sekitar perut. &lt;u1:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u1:p&gt;Busana untuk tampil lebih langsing pun menjadi tren. Terutama dalam bentuk pakaian renang dan celana ngepas yang dibuat khusus bagi kaum pria. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun mereka mencemaskan pinggang, perut dan paha yang menggumpal padat. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Kami sudah membuat khusus bagi pria di usia 30-an dan 40-an, juga pria muda,” jelas Asako Iwahashi, jurubicara pembuat pakaian dalam Triumph International Japan yang memproduksi sederetan korset untuk pria tahun lalu. “Pria-pria muda sekarang cenderung mengenakan celana-celana ketat dan seperti wanita, mereka juga ingin yang lebih bersih,” tambahnya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Pakaian "Completely Nude" keluaran Wacoal Holding terbukti laris di Jepang, begitu juga "Shapers for Men" keluaran Fukuske Corp. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Seberapa banyak kaum pria rela berkorban demi fesyen hingga kini masih diragukan. “Banyak kaum pria tua yang datang untuk melihat-lihat pakaian dalam. Namun penjualan untuk fesyen ini belum mengalami kenaikan yang drastis,” ujar juru bicara Tobu Department Store cabang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Tokyo&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;***&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pertama baca berita itu tadi aku sempat mesem-mesem. Ternyata, kaum pria sekarang semakin mengkhawatirkan bentuk tubuh yang cenderung tak ideal. Sampai-sampai, bela-belain pake korset segala. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tapi kenapa juga tak mencoba olahraga, atau mengendalikan pola makan. Soalnya gak bisa kubayangkan kalau perutku juga membuncit, terus aku mesti pake korset! Ampunlah, mending kayak sekarang aja dah! Terus aku teringat kawan-kawanku, seperti Andi, Anton, Chalid, dan lain-lain. Astaga, gak kubayangkan kalau mereka juga pake korset. Terus kita jadi kumpulan pria-pria pengguna korset. Hahaha... &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-7249128239949847400?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/7249128239949847400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=7249128239949847400' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/7249128239949847400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/7249128239949847400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/pake-korset-ogah-ah.html' title='Pake Korset? Ogah Ah!'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-5188197424564527823</id><published>2007-09-03T05:08:00.000+07:00</published><updated>2007-09-03T05:19:26.711+07:00</updated><title type='text'>Berhasil!</title><content type='html'>Sudah jam 05.10 pagi. Aku belum pulang juga dari kantor ini. Dari tadi sok serius oprekin blog yang sudah lama tak disentuh ini. Setelah dicoba berkali-kali, dibantu oleh si Vinsen (teman kantorku) akhirnya aku berhasil menemukan fasilitas insert picture di bodytext dan profile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memalukan ya? Bukankah sebenarnya itu fasilitas yang sudah lama ada dan seharusnya mudah untuk diaplikasikan. Tapi aku baru menemukan caranya tadi. Mudah-mudahan dengan begini tampilan blog ini nanti bisa lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang waktunya untuk pulang. Tidur, dan nanti bangun lagi. Datang ke kantor lagi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-5188197424564527823?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/5188197424564527823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=5188197424564527823' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5188197424564527823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/5188197424564527823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/berhasil.html' title='Berhasil!'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-2923345351706831951</id><published>2007-09-03T04:35:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T18:27:57.606+07:00</updated><title type='text'>Medan - Rumah Ulat, Sibolangit-Deli Serdang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rtss71vnc5I/AAAAAAAAACA/QX4V72yPgmQ/s1600-h/34839515763934l.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rtss71vnc5I/AAAAAAAAACA/QX4V72yPgmQ/s320/34839515763934l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105724009105290130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 9 September nanti rencananya teman-teman di X'TRIM (Expedition Trail Mania) akan turing lagi ke Rumah Ulat di Sibolangit Deli Serdang. Ekspedisi sekitar 3-4 jam perjalanan (kalau tidak hujan dan halangan berarti) kali ini rencananya akan diliput sama ANTV. Kabar ini tentu saja membuat aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngiler&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya bukan karena diliput sama ANTV. Tapi perjalanan seperti itu sangat aku butuhkan sekarang ini. Itu akan sangat berguna untuk mendetoxifikasi pikiranku. Refreshing, istilah yang akrab dengan kita semua. Tapi, keikutsertaanku kali ini mesti tergantung ada atau tidaknya pinjaman sepedamotor untuk aku pake nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, sejak motor trail punyaku sudah kujual sekitar 2 bulan lalu aku belum memiliki gantinya. Kalau mau ikut ekspedisi itu, solusinya cuma satu: dapat motor pinjaman. Seorang teman sudah menjanjikan. "Kalau nanti aku gak ikut, pake aja motorku," kata si teman. Cuma, yang ini juga belum ada keputusan pasti. Nampaknya mesti masih menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, mudah-mudahan aku bisa ikutlah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-2923345351706831951?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/2923345351706831951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=2923345351706831951' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2923345351706831951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/2923345351706831951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/medan-rumah-ulat-sibolangit-deli.html' title='Medan - Rumah Ulat, Sibolangit-Deli Serdang'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UlfMMbeWAiA/Rtss71vnc5I/AAAAAAAAACA/QX4V72yPgmQ/s72-c/34839515763934l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-1546100642850969541</id><published>2007-09-03T02:20:00.000+07:00</published><updated>2007-09-03T02:26:37.415+07:00</updated><title type='text'>Satu Tahun Lima Bulan</title><content type='html'>Setelah setahun lima bulan, akhirnya blog ini bisa aku buka lagi. Well, selama ini aku menelantarkannya begitu saja. Memang benar, aku lupa login name dan passwordnya. Tapi itu bukanlah masalah. Tokh masih bisa dicari lewat fasilitas yang sudah tersedia. Hampir tidak punya waktu, mungkin itu jawaban yang menyinggung kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan setelah ini aku bisa semakin rajin untuk mencoretkan sesuatu di sini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-1546100642850969541?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/1546100642850969541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=1546100642850969541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/1546100642850969541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/1546100642850969541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2007/09/satu-tahun-lima-bulan.html' title='Satu Tahun Lima Bulan'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-114435194103461413</id><published>2006-04-07T02:26:00.000+07:00</published><updated>2006-05-05T01:17:14.833+07:00</updated><title type='text'>Pulang Pagi Lagi</title><content type='html'>Malam ini entah udah malam ke berapa aku mesti pulang pagi dari kantor ini. Alhasil, badan terasa meriang, gak nyaman. Mungkin gejala masuk angin. Aku ngga berani membayangkan kemungkinan penyakit lain yang nekat menyerang. Huh, betapa menyeramkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga bingung kenapa semuanya berjalan lambat. Kalau dulu karena persoalan design graphis yang masih kerja lambat, sekarang ini alasan itu tidak terlalu tepat. Mereka memang masih lambat kerjanya, tapi tidak separah dulu. Wartawan, walau memang punya andil, tapi tak bisa disalahkan sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan ini mesti dicarikan solusi secepatnya. Bukan apa-apa, siapa yang tahan kalau mesti pulang pagi dengan perjalanan sekitar 8 kilometer naik sepeda motor. Belum lagi kondisi Kota Medan yang belakangan ini kurang aman. Banyak penjahat bersenpi berkeliaran di luar sana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian punya saran?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-114435194103461413?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/114435194103461413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=114435194103461413' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/114435194103461413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/114435194103461413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2006/04/pulang-pagi-lagi.html' title='Pulang Pagi Lagi'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-114397101398078321</id><published>2006-04-02T16:36:00.000+07:00</published><updated>2006-04-02T16:43:41.946+07:00</updated><title type='text'>Tempat Kerja Baru</title><content type='html'>Hampir dua bulan sudah aku kerja di tempat baru ini. Setelah beberapa lama tidak bekerja tetap, Februari lalu aku memutuskan untuk mengambil pilihan ini. Di tempat baru, di sebuah koran harian lokal, aku ngejob sebagai editor untuk sebuah rubrik hariannya. Rutinitas kerja akan kembali harus dijalani hari-hari ini dan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor kami lumayan assik. Fasilitasnya lengkap, dan perusahaan mendukung sepenuhnya peralatan-peralatan yang aku dan teman-temanku butuhkan. Well, cukup baik untuk sebuah media baru. Mudah-mudahan bisa membetahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-114397101398078321?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/114397101398078321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=114397101398078321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/114397101398078321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/114397101398078321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2006/04/tempat-kerja-baru.html' title='Tempat Kerja Baru'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-113076425426778226</id><published>2005-10-31T20:07:00.000+07:00</published><updated>2007-09-18T03:07:54.467+07:00</updated><title type='text'>Sial... Sial... Sial...</title><content type='html'>Pernah merasa kekesalan yang amat sangat karena pekerjaan? Bagaimana rasanya? Aku menggaransi pasti sangat tidak enak! Bayangkan, sebuah pekerjaan yang sudah kau persiapkan betul, mulai dari hal-hal makro sampai ke detail-detailnya. Pekerjaan itu sudah anggap beres, karena sebelumnya kau merasa tidak ada yang tidak beres. Semua berjalan, bahkan hampir sempurna! Sampai pada akhirnya kalau kau baru menyadari bahwa kau sudah melakukan kesalahan, sangat fatal malah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru merasakannya. Duarrr... kepala terasa seperti dihantam ribuan godam. Urat-urat saraf di leher belakang terasa berdenyut puluhan kali lebih cepat. Akibatnya, leher bagian belakang terasa menegang, kepala pun pening. Bahkan, sudah hampir 4 jam berlalu masih saja terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ceritanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi tadi, sekitar pukul 09.00 aku sudah tiba di Pengadilan Negeri Medan bersama seorang teman fotografer dari sebuah kantor berita asing. Saat kami tiba, bangunan kantor yang sudah ada sejak zaman Belanda itu masih sepi. Maklum, bulan puasa. Lagipula, biasanya sidang baru ada mulai pukul 11.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami datang cepat karena takut kalau-kalau sidang pertama kasus narkoba warga negara Australia, Graham Clifford Payne, 21 tahun, yang ditangkap polisi 20 Agustus lalu tepat waktu, atau mungkin dipercepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini benar-benar menarik perhatian media massa, bahkan dari Australia. Dua orang wartawan asing asal Australia, siang tadi terlihat mengikuti persidangan. Wartawan lokal, jangan ditanya jumlahnya. Semua siap dengan peralatan masing-masing. Apalagi para fotografer, wow... hampir semua melengkapi diri dengan lensa-lensa yang tele yang jamak terlihat saat liputan pertandingan sepak bola. Ruang PN Medan seolah menjadi ajang pamer kamera dan lensa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang pertama ini memang sudah ditunggu sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat sebelum pukul 12.00, si bule Australia yang sudah ditunggu-tunggu masuk melalui pintu belakang gedung PN. Dia menumpang bus tahanan dari Rumah Tahanan Tanjung Gusta Medan. Sejak dipindahkan dari tahanan Sat Narkoba Poltabes Medan, Payne indekost di rutan. Melihat kedatangan Payne, sorotan kamera televisi dan puluhan blitz kamera foto lalu mampir di wajahnya. Payne tak ubahnya selebritis dalam tayangan infotaintmen di televisi swasta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini wajahnya bersih, beda dengan terakhir kali aku melihatnya di Poltabes Medan. Mungkin dia baru saja cukuran. Payne terlihat agak kurusan. Dia mengenakan kemeja lengan panjang putih dan celana panjang hitam. Pria kelahiran Adelaide ini mengenakan sandal. Kakinya dibungkus kaus kaki hitam. Astaga, jempol kakinya menyembul karena kaus kakinya sudah bolong di ujungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapan Payne terlihat kosong. Tubuhnya agak gemetaran. Dia jalan seperti robot dengan kawalan seorang petugas PN Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak dari parkir bus tahanan ke ruang tahanan pria tak jauh. Paling sekitar 20 langkah. Akibatnya, wartawan tidak leluasa mengambil gambarnya. Belum lagi ruang belakang itu memang minim cahaya. Beberapa angle dijamin akan backlight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan pertama mengambil gambar si Payne tadi terus terang aku kurang beruntung. Kamera mini dv yang aku gunakan benar-benar lemah dalam kondisi low light. Wajah Payne hanya berhasil ku framing sekitar 5 detik. Sisanya, hanya tampak dari bagian belakang. Belum lagi saling sikut dan berebut posisi antar sesama wartawan. Tapi sudahlah, toh masih bisa dapat gambar oke saat dia digiring ke ruang sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, sekitar 20 menit berselang Payne digiring ke ruang sidang. Melihat dia, sontak puluhan wartawan mengerubunginya dengan kamera masing-masing. Payne cuek, wajah tetap menghadap ke depan, meski matanya silau karena ratusan kali dihantam cahaya blitz. Aku sendiri saat itu berada dalam posisi bagus. Wajah Payne terframing sempurna di kamera videoku, ekspressi nya yang seperti orang putus asa itu aku yakin terekam sempurna. Perjalanan berjarak sekitar 50 meter dari ruang tahanan pria ke ruang sidang utama terekam baik. Sesekali goyang karena bersinggungan dengan wartawan lain malah akan mendramatiskan gambar secara keseluruhan. Kali ini aku benar-benar puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di ruang sidang, Payne langsung didudukkan di kursi pesakitan. Sekitar 15 menit sebelum sidang dimulai wartawan dibebaskan untuk mengambil foto dan gambar Payne. Termasuk aku tentunya. Wajah Payne aku ambil dari berbagai sisi, dengan perpaduan wide angle dan closed up. Dia tetap cuek, pandangannya terus lurus ke depan. Sekilas aku melihat sorot matanya kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah komponen utama persidangan hadir di tempat, sidang lalu dimulai. Kali ini sidang dipimpin Hakim Ketua I Wayang Padang dan Hakim Anggota Kurnia Yani Darmono dan Elita Ras Ginting. Sedangkan Jaksa Penuntut Hukumnya, Hotma Tambunan dan Marpose Simare-mare. Payne didampingi kuasa hukumnya Charley Sitanggang dan Evan Surbakti. Karena tidak mengerti Bahasa Indonesia, dan sialnya hakim kita tidak bisa ngomong Inggris, seorang penerjemah dihadirkan. Sebelumnya, dia diambil sumpahnya di atas Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPU lalu membacakan tuntutannya, berdasarkan penyidikan Payne terbukti membawa 0,1 gr shabu-shabu saat ditangkap polisi dari atas becak di kawasan Ismailiyah Agustus lalu itu. Kata polisi, sudah hampir sepekan sebelumnya mereka membuntuti Payne atas laporan masyarakat yang mengatakan dia pengguna narkoba. Polisi ragu, jangan-jangan dia bandar narkoba juga. Payne lalu dicokok tanpa perlawanan saat itu. Rumahnya juga digeledah, hasilnya ribuan pil obat keras tanpa ijin ditemukan di rumahnya. Obat-obat itu memang bukan narkoba, tapi polisi curiga obat-obatan itu bisa diracik menjadi narkoba golongan III. Setidaknya begitu kata Kapoltabes Medan, Kombes Pol. Irawan Dahlan. Selain itu, polisi juga menemukan sebuah alat suntik bekas pakai dan belakangan setelah diperiksa di laboratorium positif mengandung heroin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat perbuatannya itu, Graham disandung Undang-undang no 62 pasal 5 tahun 1997 tentang psikotropika (untuk shabu-shabu yang dibawanya) dan UU no 22, pasal 78, tentang narkotika karena juga terbukti mengkonsumsi heroin dari hasil pemeriksaan alat suntik bekas dan urinenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Jaksa tidak membacakan kemungkinan ancaman hukuman untuk Payne. Tetapi, merujuk keterangan Kasat Narkoba Kompol Irwan Anwar dua bulan lalu, undang-undang kita mengancam hukuman penjara untuk Payne maksimal 15 tahun. Artinya, dia bisa-bisa merayakan 15 kali ulang tahunnya di penjara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, kuasa hukum Payne tidak mengajukan keberatan atas tuntutan jaksa itu. Mereka meminta hakim meneruskan sidang dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi. Sayangnya, karena tidak dalam agenda sidang pertama, JPU tidak menghadirkan saksi. Sidang lalu ditunda sampai 22 November mendatang. Sampai palu diketokkan hakim sidang berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin tidak bagiku. Keluar dari ruang sidang, aku bergegas mengambil gambar tampak depan gedung Pengadilan Negeri Medan yang bertetangga dengan kantor Kodim 02/01 Medan. Ketika itu aku masih belum sadar ada sesuatu yang tidak beres dengan kamera itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, sesaat sebelum pulang aku kepingin melihat ulang hasil rekaman tadi, terutama di sesi awal saat kedatangan Payne. Kaset aku putar ulang. Tombol pengatur aku set ke VCR untuk menonton. Tombol play touchscreen di LCD aku tekan untuk playback. Kaset jalan, tapi gambar tidak muncul. Layar LCD blank, hanya berwarna biru. Aku penasaran, sepertinya ada yang tidak beres pikirku. Aku coba tekan tombol forward untuk mempercepat putaran kaset. Setelah aku tekan play, lagi-lagi gambar tidak muncul. Setelah aku coba beberapa kali, akhirnya aku baru sadar dengan ketidak beresan itu. Gambar tetap tidak muncul meski aku coba ganti kaset. Dugaan awal, head unit kamera itu kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya tadi aku ingat betul kalau lampu tanda recordingnya menyala dan timer di LCD berjalan seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa pita kasetnya tidak berputar saat recording? Aku penasaran, aku coba gunakan kaset lain untuk recording. Tak ada masalah, kaset terekam. Cuma saat playback, muncul garis-garis horizontal di LCD nya. Mungkin headnya betul-betul kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tersadar kepalaku tiba-tiba pening. Anjing, kerjaan hampir seharian tadi jadi benar-benar gagal. Leher belakangku spontan nyut-nyutan. Ditambah lagi tadi pagi belum sempat sarapan karena berangkat terburu-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tak ada yang bisa aku lakukan selain mengabarkan berita buruk ini ke Jakarta. Soalnya produser di Jakarta sudah menunggu berita ini. Client-client televisi asing, terutama televisi Australia jauh-jauh hari mungkin sudah menunggu liputan ini. Tapi aku sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada tinggal pusing dan kepala yang rasanya berputar-putar tak keruan. Benar-benar sial!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-113076425426778226?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/113076425426778226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=113076425426778226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/113076425426778226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/113076425426778226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/10/sial-sial-sial.html' title='Sial... Sial... Sial...'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112661701947952261</id><published>2005-09-13T20:07:00.000+07:00</published><updated>2005-09-13T20:10:19.486+07:00</updated><title type='text'>Ngenet</title><content type='html'>Hampir delapan jam sudah aku nongkrong di warnet ini. Aku sendiri pun bingung, entah apa yang aku cari. Perut sudah mulai lapar, pekerjaan yang seharusnya dikerjakan juga jadi terbengkalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mulanya sih karena listrik di rumah tiba-tiba mati tadi siang. Padahal desain brosur yang sedang aku kerjakan sudah hampir rampung. Sialnya, program auto backup pc ku itu kurang bagus. Kalau komputernya mati tiba-tiba, file yang tersimpan adalah file yang di save sebelum save terakhir. Lebih gawat lagi, tak jarang file nya malah jadi rusak dan mesti diulang semua. Anjing, mudah-mudahan kali ini tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tadi juga bingung ngga tau mau ngapain akhirnya aku tersesat di warnet ini. Online dari sini lumayan enak. Koneksi lumayan kencang. Yang punya temen, jadi harga bisa dinegosiasikan. Terus, koleksi mp3 nya lumayan bagus lagi. Boleh lah sekali-kali kalian coba online dari sini. Namanya Mega net, pas di ujung jalan Megawati, dekat jalan Bakti Medan.&lt;br /&gt;Hujan deras tadi juga jadi alasan kenapa aku bertahan di sini. Bagaimana mau pulang kalau hujan seperti tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan sepertinya mulai musim hujan. Hampir setiap hari hujan mengguyur. Akibatnya, siap-siap aja kedatangan banjir seperti yang sudah-sudah... Ah, kenapalah soal yang satu ini belum ditemukan juga pemecahannya? Kenapa sekarang tidak ada lagi gotong royong setiap Jum'at pagi membersihkan got/ parit seperti dulu yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu dengan masa-masa itu. Semua warga kompak setiap Jum'at pagi membersihkan parit di depan rumah masing-masing. Bau hilang, airnya mengalir lancar. Hampir tak ada genangan. Nyamuk pun enggan bertelur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih assik, kalau tanah bekas kerukan got/ parit itu sudah mulai mengering, dan sedikit rajin mencangkulinya bisa dapat duit recehan banyak. Dari mana? Yah, recehan milik orang yang tak sengaja jatuh ke dalam got. Kalau dikumpuli bisa dapat sampai ribuan rupiah. Padahal masa itu karcis nonton di Panggung Hiburan Rakyat (era sebelum theatre) masih Rp. 250,-&lt;br /&gt;Hehehehehe... bisa nonton film Kung Fu klasik, dan pulangnya masih bisa beli kueh-kueh basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assik yah? Mengenang masa yang sudah berlalu memang kadang mengasyikkan. Walau tak jarang itu juga memalukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, hemmm... hujan udah berhenti sejak tadi. Aku mesti pulang, lanjutin kerjaan yang terputus tadi siang. Brosur itu mau di bawa ke Penang Jum'at ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112661701947952261?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112661701947952261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112661701947952261' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112661701947952261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112661701947952261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/09/ngenet.html' title='Ngenet'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112229561923574312</id><published>2005-07-25T19:34:00.000+07:00</published><updated>2005-07-25T19:46:59.243+07:00</updated><title type='text'>Kembali ke Medan!</title><content type='html'>Sore sekitar pukul 15.00 tadi pesawat Adam Air yang aku tumpangi dari Jakarta mendarat mulus di Medan. Selesai sudah perjalanan 8 hari di Jakarta dan Bandung. Perjalanan kali ini terasa begitu singkat sehingga tidak sempat untuk mengunjungi teman-teman di Jakarta dan Bandung. Malah, teman-teman dan sodara-sodara yang ada di Bandung juga tidak sempat aku datangi. Mudah-mudahan mereka mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih untung tadi malam aku sempat bertemu adik dan sepupu-sepupuku : Rommy, Rommel, dan Eko di Jakarta. Mereka berlima dengan Nova dan Renny (keduanya adik cewekku) menjemputku di Stasiun Gambir dari Bandung. Tapi kebersamaan kami juga tidak lama. Hanya sekitar sejam, dan dihabiskan dengan nongkrong di Menteng. Tempatnya mirip-mirip warkop kalau di Medan. Selesai makan malam, aku diantarin ke Jalan Bojonegoro. Salah satu kantor pusat media tempat aku menjadi kontributornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku masih sedikit &lt;em&gt;bete&lt;/em&gt; dengan peristiwa kemalingan kemaren. Masih kesal sih. Tapi mau &lt;em&gt;digimanain&lt;/em&gt; lagi yah? Mudah-mudahan pelakunya emang benar-benar butuh dan menggunakan hasil kejahatannya itu untuk hal-hal baik. Hiks...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112229561923574312?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112229561923574312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112229561923574312' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112229561923574312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112229561923574312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/kembali-ke-medan.html' title='Kembali ke Medan!'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112223542739515307</id><published>2005-07-25T01:50:00.000+07:00</published><updated>2005-07-25T03:03:47.400+07:00</updated><title type='text'>The 6th Sense, Tattoo Pertamaku!</title><content type='html'>The Sixth Sense. Ini bukan judul film yang dibintangi Bruce Willis keluaran tahun 1999 lalu (cek &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0167404/"&gt;http://www.imdb.com/title/tt0167404/&lt;/a&gt;) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini adalah arti dari huruf kanji yang aku jadikan tattoo di salah satu bagian tubuhku Sabtu (23/7) kemarin. Studio tattoo &lt;strong&gt;One Die&lt;/strong&gt; (baca Wandi) di Cihampelas mendapat kesempatan pertama untuk menorehkan tintanya di kulitku yang sebelumnya mulus dari seni rajah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sudah lama aku &lt;em&gt;pengen&lt;/em&gt; membuat tattoo. Selama ini ketakutan akan sakit yang diakibatkan mesin rajah itu membuatku selalu mengurungkan niat. Selain itu, persoalan gambar pilihan menjadi alasan lain. Sekali buat tattoo untuk selamanya dong. Ini yang susah. Masa sih, buat tattoo terus dihapus lagi? Tapi ada juga temanku yang seperti itu. Makanya pemilihan gambar harus hati-hati betul. Jangan sampai salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah siapa artis tattoo nya juga menjadi pertimbangan utama. Siapa &lt;em&gt;sih &lt;/em&gt;yang rela tubuhnya dijadikan kanvas percobaan artis tattoo amatiran. Setelah tanya sana-sini, akhirnya studio Wandi yang terletak pas di depan pintu masuk Cihampelas Walk (CiWalk) menjadi pilihan. Seorang teman memberikan rekomendasi. Setelah kami cek, ternyata dia tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wandi beberapa kali mendapat penghargaan sebagai artis dan studio tattoo terbaik dalam beberapa festival yang diadakan di Jawa Barat. Beberapa piagam ditempel rapi di dinding studionya yang berukuran sekitar 2,5 x 2 meter itu. Sebuah cermin besar menempel di dinding, dan 2 buah botol infus tergantung di langit-langit ruangan. Wandi menggunakan botol infus itu sebagai tempat penyimpanan air untuk membasuh (jarum) mesin tattoo saat penggantian (warna) tinta. Ada juga sebuah lampu belajar digunakan untuk menambah penerangan saat mengerjakan detil-detil kecil. Belasan botol yang berisi tinta aneka warna tersusun rapi di sebuh rak di atas meja kecil tempat Wandi meletakkan peralatan kerjanya. Secara keseluruhan, studio itu mirip gabungan kedai pangkas dan praktek dokter gigi. Kursi nya itu lho, benar-benar mirip kursi dokter gigi. Bedanya, yang ini tanpa mesin hidrolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir pekan atau hari libur Wandi bisa menato sampai 5 orang. Kalau hari Senin, biasanya &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; sepi. Kalaupun ada order, hanya satu dua orang yang sudah janjian sebelumnya. Selain tattoo permanen, Wandi juga mengerjakan tattoo temporer yang bisa bertahan sampai 3 bulanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi tattoo dimulai dengan pemilihan gambar. Si artis memberikan berbagai jenis contoh gambar. Orang yang pengen di tattoo tinggal memilih gambar yang disenanginya. Boleh pilih-pilih, atau kalau perlu modifikasi gambar sesuai keinginan. Seorang ahli sketsa sudah siap sedia. Setelah sepakat dengan gambar yang diinginkan barulah tanya harga jasa pembuatan. Wandi memiliki patokan harga dasar sesuai ukuran tattoo yang dinginkan. Tapi tenang aja, masih bisa negosiasi kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah harga disepakati, si artis mulai membuat sketsa dasar dengan menggunakan spidol di bagian tubuh yang akan di tattoo. Sketsa ini berguna sebagai panduan dalam proses penatoan. "Biasanya saya selalu membuat sket sebelum menato. Biar hasilnya lebih bagus," kata Wandi sambil menggambar sketsa gambar pilihan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menggambar sketsa, Wandi mulai mempersiapkan ritual selanjutnya. Sarung tangan karet, mesin tattoo, tinta, dan tentu saja jarum tattoonya. Biasanya, satu jarum digunakan untuk satu orang sekali pakai. Selesai digunakan jarum dibuang. Tau sendiri, ancaman virus HIV sangat rentan dalam proses ini. Siapa yang gak takut coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat keder saat Wandi mulai menghidupkan mesin tattoonya. Suaranya seperti suara mesin cukur. Saya membayangkan saat jarum (Wandi biasa menggunakan jarum akupuntur) itu menusuki kulit saya. Pasti sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siap?" tanya Wandi sambil meletakkan ujung jarum di sket gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Treeetttt..." suara getaran mesin tattoo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tusukan demi tusukan jarum setelah dipoles tinta hijau itu mulai menggores kulit saya. Tidak sakit, seperti gigitan semut. Bedanya, ini dengan kecepatan tinggi. Tapi lama-lama terasa kebas juga. "Biasanya, setelah 2 - 3 jam ketahanan tubuh menurun. Kalau sudah begitu sebaiknya dihentikan dan dilanjutkan setelah istirahat. Tapi itu tergantung orang yang mau ditattoo. Ketahanan seseorang berbeda-beda," jelas Wandi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, proses pengerjaan tattoo saya memakan waktu hampir 1 jam. 3 warna digunakan untuk menghias tulisan kanji itu. Hijau tua, hijau muda, dan kuning. Hijau tua menjadi &lt;em&gt;outline&lt;/em&gt; tulisan, sedangkan kuning dan hijau muda menjadi warna isiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wandi juga cerita, bagian tubuh yang agak sakit di tatto seperti bagian dada (tepat di rusuk) dan bagian-bagian tubuh yang berdaging tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lupakan soal sakit. Seorang maniak tattoo justru bilang proses sakit itulah yang membuat mereka menjadi ketagihan. "Taste the pain," begitu kata mereka. Mungkin orang yang belum pernah di tattoo mengatakan ini omong kosong. Tapi tidak bagi yang sudah beberapa kali menato tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menato Wandi lalu mengambil foto hasil kerjaannya dengan sebuah kamera digital. "Untuk dokumentasi dan kenang-kenangan Bang," katanya sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lalu berfoto bersama. Yah, untuk kenang-kenangan seperti kata Wandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome to the club! Tattoo is not A Crime!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112223542739515307?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112223542739515307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112223542739515307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112223542739515307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112223542739515307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/6th-sense-tattoo-pertamaku.html' title='The 6th Sense, Tattoo Pertamaku!'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112223095701245767</id><published>2005-07-25T00:31:00.000+07:00</published><updated>2005-07-25T01:49:17.016+07:00</updated><title type='text'>Handphone, duit, dan kartu kredit digondol maling!</title><content type='html'>Hari ini aku sepertinya sedang sial betul. Bagaimana tidak, handphone 8250 yang berisikan banyak no handphone penting hilang digondol maling. Selain itu, duit kontan sebesar Rp. 120.000,- dan satu kartu kredit HSBC VISA juga ikut hilang. Sialnya lagi, saat aku hubungi &lt;em&gt;customer service&lt;/em&gt; untuk memblokir kartu si maling sudah menggesek kartu dengan beban tagihan sebesar Rp. 910.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampun deh. Ini baru benar-benar apes namanya. Niat untuk &lt;em&gt;refreshing&lt;/em&gt; ke Bandung jadi rusak karena kejadian ini. Rencana jalan-jalan seharian tadi juga jadi kacau balau. Gimana lagi mau menikmati perjalanan kalau sudah begini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya. Lha, terjadinya di kamar kost teman di bilangan Sukaluyu Bandung. Tadi malam, kami cuma berempat  di dalam kamar. Aku, si A, B, dan C. Nama mereka sengaja aku samarkan, bukan apa-apa. Seandainya pun salah satunya menjadi pelaku, mereka tetap saja temenku. Bagaimana pula seandainya pelakunya orang lain yang menyelusup diam-diam ke kamar itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, sampai jam 2.00 tadi pagi kami belum tidur. Masing mengobrol santai. Setelah itu, si teman A pamit tidur ke kamarnya. Tinggallah aku, B dan C. Teman B adalah si pemilik kamar. Aku kenal betul dengan dia, malah sejak masih kanak-kanak. Teman C juga aku kenal baik. Malah, dia pernah tinggal di rumahku beberapa bulan karena satu persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, sekitar pukul 3.00 pagi akhirnya kami semua tertidur. Aku duluan tertidur di antara mereka. Jadi aku tidak mengetahui pasti bagaimana keadaan saat aku tinggal tidur. Apakah pintu dalam keadaan tertutup dan terkunci (atau tidak dikunci) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handphone yang hilang aku simpan di dalam tas. Sedangkan handphone yang satunya lagi justru aku letakin begitu saja. Type nya jelas lebih bagus dari &lt;em&gt;handset&lt;/em&gt; yang hilang. Makanya aku bingung, kenapa justru yang jeleknya yang diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi saat bangun tidur aku belum &lt;em&gt;ngeh &lt;/em&gt;kalau kehilangan barang. Begitu bangun, aku malah assik meneruskan bacaan yang belum selesai tadi malam. Sekitar jam 9.00, si C pamit pulang untuk mandi dan ganti pakaian. Setelah dia pergi aku mencari handphone yang 8250. Ada sebuah nomor yang mau aku hubungi dan tersimpan di handset tersebut. Tas tempat menyimpannya aku bongkar-bongkar. Hape tetap tidak kelihatan. Aku coba telepon, malah terhubung dengan &lt;em&gt;veronica&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku belum terpikir kalau handphone itu hilang. "Mungkin dibawa sama teman C," pikirku begitu. Aku lalu mengirimkan sms ke dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai merasa aneh saat melihat dompet di dalam saku belakang celana jeans yang tergantung di balik pintu. Posisi dompet sudah berubah. Tidak seperti aku biasanya meletakkannya. Darahku berdesir. Pasti terjadi sesuatu yang tidak beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tak sabaran dompet aku buka. Benar saja, satu kartu kredit sudah raib. Empat kartu lainnya masih ada. ATM BCA juga masih di tempatnya. Saat aku buka-buka, selembar uang Rp. 100.000 dan Rp. 20.000,- juga ikutan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat bengong. Lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa-bisanya hilang padahal kami semua tidur di kamar yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar aku kehilangan, teman B ikut-ikutan panik. Soalnya cuma kami bertiga ada di kamar itu. Kok bisa-bisanya hilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lalu mencoba mengira-ngira. Mustahil ada seseorang yang masuk ke kamar tanpa kami ketahui. Dan mustahil juga salah satu dari kami bangun tadi malam dan diam-diam mengambili barang-barang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masa sih temen dekat tega mencuri barang temen sendiri?" kami mikir begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran itu lalu kami campakkan jauh-jauh. Tapi yang namanya orang kehilangan pasti akan tetap kepikiran. Tapi aku mikir juga, tak baik menduga-duga. Iya kalau benar, kalau salah bagaimana? Akhirnya aku mencoba mengalihkan pikiran ke hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HSBC mengatakan informasi lokasi transaksi terakhir kartu kredit saya baru bisa diketahui sekitar 2 hari mendatang. Mudah-mudahan, si pemilik outlet masih mengingat orang yang menggesekkan kartu itu di tokonya. Paling ngga ciri-cirinya. Informasi ini sangat berguna bagi saya. Setidaknya saya bisa tahu siapa sih orang yang tega mengambil barang-barang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berharap barang-barangnya kembali sih mustahil. Sebaiknya direlakan saja dan tak usah dipikirkan lagi. Sebab kalau dipikirkan bisa-bisa membuat tidur tak nyenyak. Yang penting dan patut menjadi pelajaran, sejak kejadian ini aku mesti ekstra hati-hati untuk meletakkan barang-barang berharga. Kehilangan bisa terjadi dimana saja. Malah di tempat yang tidak mungkin sama sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112223095701245767?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112223095701245767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112223095701245767' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112223095701245767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112223095701245767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/handphone-duit-dan-kartu-kredit.html' title='Handphone, duit, dan kartu kredit digondol maling!'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112209757929063119</id><published>2005-07-23T12:06:00.000+07:00</published><updated>2005-07-23T12:46:19.296+07:00</updated><title type='text'>Bandung dan Budi Dalton</title><content type='html'>Sabtu, 23 Juli 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menulis postingan ini aku sedang berada di sebuah warnet di bilangan Jalaprang, Sukaluyu Bandung. Aku sudah 2 hari di sini, numpang menginap di sebuah kost-an teman. Rencananya, besok aku sudah mesti balik ke Jakarta dan lusa nya mesti pulang lagi ke Medan. 2 majalah lokal yang aku garap sudah hampir tiba deadline nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang berubah di kota ini. Yang paling mencolok adalah kehadiran &lt;em&gt;fly over&lt;/em&gt; yang berujung di daerah Gasibu, tak jauh dari Gedung Telkom. Kehadiran fly over ini juga memaksa perubahan beberapa arus lalu lintas. Bandung sepertinya juga semakin panas. Seperti di daerah Sukaluyu, puluhan batang pohon yang biasanya merindangi kiri-kanan jalan ditebangi. Kabarnya, jalan itu mau dilebarkan. Di beberapa sudut kota lain aku juga melihat begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang belum berubah, cewek-cewek Bandung masih tetap cantik-cantik, modis, dan wangi. Sungguh enak dipandang mata. Bukannya tak kepingin untuk mengenal satu di antara mereka, tapi itu bukan target perjalanan kali ini. Mungkin lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren aku sempat juga berkenalan dengan Budi Dalton, ketua harian &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bikers Brotherhood,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sebuah klub sepeda motor (ter?) tua di Bandung. Anggotanya ratusan, dan sangat disegani di sini. Biasanya, saat weekend mereka nongkrong di daerah Cihampelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalton berkulit kehitaman, khas lelaki jalanan. Motornya, sebuah Triumph &lt;em&gt;oldskool &lt;/em&gt;berwana biru ngejreng dengan cat &lt;em&gt;glitter&lt;/em&gt; yang terlihat mencolok di malam hari. Joknya putih, selaras dengan ban klasik tipe &lt;em&gt;white wall&lt;/em&gt;. Motor itu sudah &lt;em&gt;full modificated&lt;/em&gt; : swedish chop! Setangnya cukup tinggi, membuat tangan Dalton mesti mendongak kalau sedang menaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami nongkrong di &lt;em&gt;North Sea&lt;/em&gt;, sebuah pub di daerah Braga yang terkenal sebagai konsentrasi bangunan tua di Bandung. Aku menyukai atmosfir daerah ini. Unik, motor parkir berjejer di pinggiran jalan. Pengunjung pub bisa terlihat jelas dari kaki lima. Seperti pemandangan di kota-kota kecil di luar negeri. Terutama daerah-daerah yang memiliki banyak &lt;em&gt;bikers&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalton cukup dikenal di Bandung. Selain sebagai ketua Bikers Brotherhood, dia juga adalah perintis DKSB yang didirikannya bersama Alm. Harry Roesli. Namanya akrab di kalangan musisi Bandung, juga di telinga mahasiswa Universitas Pasundan, terutama anak jurusan seni. Di mengajar di sana. Ada banyak kisah menarik bagaimana Dalton yang bertato ini berdiri di depan mahasiswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, perjalanan &lt;em&gt;backpacking&lt;/em&gt;nya yang sampai ke Rusia mengilhami novel Supernova nya Dwi Lestari. Kalau Anda sudah membaca novelnya Dee, tentu Anda akan menemukan nama Dalton disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang bisa berkenalan dengannya. Sayang, kita tak punya banyak waktu. Malam itu kita cuma ngobrol santai di North Sea, sebelum akhirnya berpindah ke salah satu karaoke di Cibadak. &lt;em&gt;What the hell&lt;/em&gt;? Kami menghabiskan sekitar 3 jam waktu di situ, bernyanyi dan ditemani 3 botol bir hitam. Cheers!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112209757929063119?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112209757929063119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112209757929063119' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112209757929063119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112209757929063119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/bandung-dan-budi-dalton.html' title='Bandung dan Budi Dalton'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112162737561486124</id><published>2005-07-18T01:56:00.000+07:00</published><updated>2005-07-18T02:09:35.620+07:00</updated><title type='text'>Senin dini hari</title><content type='html'>Awalnya, aku online sambungan internet cuma mau melihat contoh laporan harian selama mengerjakan liputan buat Medan Media Center. Tapi, hampir dua puluh menit berlalu aku gak tahan juga untuk membuka blog ini. Paling ngga bisa nulis sebentar. Lagian belum ngantuk benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barusan aku selesai mengepak barang, tepatnya sih bekal pakaian untuk sekitar 8 hari di Jakarta dan Bandung nanti. Besok, aku cuma bawa 2 buah tas. Satu ransel dan satu tas kamera. Kali ini mini dv aku tinggalkan, takut ntar malah makin buat repot dan gak bebas bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi sebelumnya aku sempat nongkrong di warkop kumis bareng teman-teman. Malam ini sepertinya sense of humor kami lagi tinggi semua. Menit demi menit kami habiskan dengan tertawa dan membanyol. Bergantian Yudha, Andi, Bobo, Harizal, Robby, dan Iwan melemparkan cerita-cerita lucu. Gak tau, rasanya emang beda dri biasanya. Semua tertawa gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ini karena efek sebotol Kahlua yang dibawa si Yudha? Gak tau juga sih, tapi biasanya juga gak pernah sedahsyat itu. Sebotol Kahlua diembat 8 orang memang cukup menghadirkan efek lucu. Belum lagi eksperimen campuran coba-coba yang kami praktekkan tadi. Sebotol kahlua, awalnya diminum pake es batu. Iseng, minuman rasa kopi itu dicampurkan dengan sekaleng susu beruang. Rasanya benar-benar seperti minum kopi susu. Bedanya, yang ini menghangatkan badan. Hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rada bingung juga sebenarnya. Besok mau berangkat padahal aku punya banyak hutang artikel yang mesti dikerjakan. Aku gak tahu apa nanti aku sempat mengerjakannya di Jakarta. Ah, sudahlah, sempatin aja ntar bentar. Lagian juga mau dikerjakan malam ini gak &lt;em&gt;mood&lt;/em&gt;. Nanti takutnya malah jadi jelek hasilnya. Yang epnting, laporan perjalan sudah diselesaikan duluan. Biar gak ribet lagi nanti urusin hal sepele tadi mematikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya udah, aku kerjakan laporan harianku selama liputan di Lhokseumawe dulu deh. Mudah-mudahan kelar malam ini juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112162737561486124?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112162737561486124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112162737561486124' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112162737561486124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112162737561486124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/senin-dini-hari.html' title='Senin dini hari'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112157758339894059</id><published>2005-07-17T12:17:00.000+07:00</published><updated>2005-07-17T12:19:43.403+07:00</updated><title type='text'>Minggu Siang</title><content type='html'>Barusan aku menyelesaikan sebuah artikel lagi. Total masih ada sekitar 3 artikel yang mesti aku tuliskan ulang sebagai "oleh-oleh" perjalanan dari Lhokseumawe kemarin. Belum lagi sekitar 3 tulisan pendek untuk majalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;photo!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang akan terbit Agustus nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal siang ini aku juga mesti liputan ke sebuah acara di jalan Nibung Raya Medan. Acaranya kontes otomotif. Sifat orang Medan yang selalu ikut-ikutan ini entah kapan baru bisa berubah. Belum sampai sebulan berlalu sebuah acara kontes otomotif, sekarang sudah dibuat lagi event yang kurang lebih sama. Malah, acara yang kurang lebih sama akan diadakan lagi tanggal 22 ini di Millenium Plaza. Gak kreatif kali yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini aku mesti siap-siap perlengkapan yang aku butuhkan untuk perjalanan sepekan ke Jakarta dan Bandung. Kalau gak ada halangan, tanggal 26 aku sudah mesti kembali ke Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemmm, apakah aku sanggup menyelesaikan semua ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, lihat saja nanti. Ngapain juga mesti pusing."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112157758339894059?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112157758339894059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112157758339894059' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112157758339894059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112157758339894059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/minggu-siang.html' title='Minggu Siang'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112156880227274517</id><published>2005-07-17T09:42:00.000+07:00</published><updated>2005-07-17T09:53:22.286+07:00</updated><title type='text'>Ini Sebuah Kehormatan</title><content type='html'>Catatan : Saduran artikel ini aku dapatkan dari Agus Sopyan, sekarang di Yayasan PANTAU. Aku sangat menyukai artikel ini. Benar-benar abadi dan menyentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ini Sebuah Kehormatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jimmy Breslin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New York Herald Tribune, November 1963.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Washington -- Clifton Pollard yakin hari Minggu itu dia akan bekerja juga. Pukul 09.00 dia sudah bangun. Di apartemen tiga kamarnya di Corcoran Street, dia sudah mengenakan terusan warna khaki lalu menuju dapur untuk sarapan. Istrinya, Hettie, sudah menyiapkan daging panggang dan telur untuknya. Pollard sedang makan ketika ada telepon yang memang dia tunggu. Telepon dari Mazo Kawalchik, mandor para penggali kubur di Arlington National Cemetery, tempat di mana Pollard bekerja mencari nafkah. "Polly, tolong jam sebelas nanti sudah ada disini, bisa ya?" suruh Kawalchik. "Saya kira kau tahu kenapa." Ya, Pollard memang sudah tahu. Dia meletakkan telepon, menyudahi sarapan, dan meninggalkan apartemennya. Hari Minggu itu dia lewatkan dengan menggali liang lahat untuk John Fitzgerald Kennedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Pollard sampai di jalan ke gudang kayu bercat kuning, tempat perkakas pemakaman itu disimpan, Kawalchik dan John Metzler sudah menunggunya disana. "Maaf, kau jadi harus kerja hari Minggu," ujar Metzler. "Ah, tidak usah ngomong begitu," kata Pollard. "Bagi saya, berada di sini adalah kehormatan." Pollard lalu menuju ke mesin dengan bajak berlawanan arah. Dipemakaman itu, lubang kubur tidak digali pakai sekop. Mesin bajak terbalik yang dipakai warnanya hijau dengan mangkuk besar yang menggali tanah ke arah orang yang mengendalikan mesin, tidak menjauh seperti kren. Di bawah bukit di depan Makam Serdadu tak Dikenal, Pollard mulai menggali. (Catatan Editor: Serdadu itu bernama Custis-Lee Mansion).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedaunan menutupi rumput. Ketika gigi-gigi bajak menggaruk tanah, dedaunan itu mengeluarkan suara kres-kres rumput tertebas yang terdengar dari atas motor penggerak mesin bajak. Ketika mangkuk pertama menyembul dengan seonggok tanah, Metzler, pengawas pemakaman itu, mendekat dan menatapnya."Tanahnya bagus," kata Metzler. "Saya mau menyimpannya sedikit," kata Pollard. "Mesin ini ada bekas jejaknya di rumput, nanti saya isi tanah dan tanami dengan rumput subur yang tumbuh di sekitar sini, saya maunya semuanya di sini -- kau tahu -- indah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James Winners, penggali kubur lain, mengangguk. Lalu katanya, dia juga akan mengangkut beberapa gerobak&lt;br /&gt;tanah yang sangat subur itu ke gudang untuk ditanami rumput. "Dia orang yang baik," ujar Pollard. "Ya, memang," sahut Metzler. "Sekarang dia akan datang ke sini dan berbaring di liang lahat yang saya gali," sambung Pollard. "Kau tahu, ini benar-benar sebuah kehormatan buat saya, mengerjakan semua ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pollard, 42 tahun. Dia orang yang ramping berkumis, lahir di Pittsburgh dan pernah ikut secara pribadi pada Batalyon Engineers ke-352 yang bertugas di Burma ketika Perang Dunia II berkecamuk. Saat ini dia bekerja sebagai operator peralatan. Gajinya tingkat 10, artinya per jam dia dapat bayaran $3.01. Nah, orang terakhir yang melayani John Fitzgerald Kennedy, Presiden ke-35 negaranya sendiri, adalah seorang pekerja yang mendapat gaji $3.01 perjam dan dia masih bisa berkata menggali kubur bagi sang mendiang presiden adalah sebuah kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi kemarin, pukul 11.15, Jacqualine Kennedy berjalan mendekat makam itu. Dia keluar dari bawah portiko&lt;br /&gt;Gedung Putih, perlahan mengiringi jenazah suaminya yang diusung di dalam keranda berkudung bendera. Keranda itu juga dibebat dengan dua sabuk kulit hitam mengetatkannya pada kereta berporos kuningan mengkilap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jacqualine melangkah lurus dan wajahnya menengadah. Dia menuruni jalan berbatu biru dan berserubung hitam dan menembus bayangan cabang-cabang tujuh pohon oak yang kala itu meluruhkan seluruh daunnya. Dia berjalan perlahan, melintasi prajurit angkatan laut yang memegang tegak bendera negara. Dia mengayun kaki melintasi orang-orang yang rapat menutup mulut dan tegang melihat ke arahnya, lalu ketika terpandang juga, mereka menundukkan kepala dan mengusapkan tangan ke mata. Dia melangkah keluar ke gerbang barat daya tepat di tengah Pennsylvania Avenue. Dia berjalan dengan langkah yang rapatdan wajahnya menengadah tegak. Di jalanan Washington, ia mengiringi jenazah suaminya yang terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang menyaksikannya ketika dia melangkah. Dia kini ibu dari dua anak yatim. Dan dia melangkah ke dalam sejarah negeri Amerika karena dia telah menunjukkan kepada semua orang - yang merasa tua dan tak tertolong dan tanpa harapan - bahwa dia punya kekuatan yang juga sangat diperlukan oleh semua orang. Walaupun ada yang telah membunuh suaminya dan darahnya mengalih kepangkuannya ketika sang suami menjemput maut, dia masih mampu berjalan tegar ke pemakaman dan dengan begitu dia telah menolong kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa berkerumun lalu prosesi itu pun sampai ke Arlington. Ketika dia sampai di pemakaman itu, keranda sudah diletakkan. Di antara rel kuningan dan siap diturunkan ke dalam liang. Ini pasti saat yang paling menyedihkan: seorang wanita menyaksikan keranda sang suami ditimbun di dalam tanah. Dia tahu, sang suami akan selamanya berada disana. Sekarang, tak ada apa-apa lagi. Tak ada keranda untuk dicium atau bahkan untuk dipegang. Tak ada tempat berpegangan. Tapi dia melangkah ke tempat penguburan itu dan berdiri di depan enam baris kursi bersarung hijau dan dia mulai duduk. Tapi serta merta dia berdiri lagi karena dia tahu tidak harus duduk sampai inspektur pemakaman memberi tahu di mana dia harus duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seremoni pemakaman itu pun dimulai. Pesawat jet meraung di langit, tepat diatas kepala dan dedaunan jatuh dari langit. Di bukit ini, di sisi keranda, hadirin pun membahanakan doa. Ada juru kamera, penulis, prajurit, dan Agen Rahasia, mereka juga ikut berdoa tak kalah nyaringnya tapi seperti ada yang tersendat. Di depan makam itu Lyndon Johnson mengarahkan wajahnya ke kanan. Dia sekarang Presiden dan dia harus tetap tenang. Dia tak ingin melihat kekeranda dan liang lahat bagi John Fitzgerald Kennedy terlalu kerap. Lalu, pemakaman itupun usai. Limusin hitam melaju di bawah pepohonan taman pemakanan itu dan keluar ke bulevar menuju ke Gedung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jam berapasekarang?" pria yang berdiri di atas bukit itu bertanya. Dia melihat ke jam tangannya. "Jam 3 lewat 30 menit," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clifton Pollard tidak hadir saat pemakaman itu. Dia berada jauh di balikbukit itu, menggali kubur lain dengan bayaran $3.01 per jam. Dia tidak tahu untuk siapa lagi liang lahat yang dia gali itu. Dia hanya menggali lalu menimbunnya lagi. "Mereka pernah ada dan berguna," katanya. "Kita hanya tak tahu kapan. Tadi, aku mau melihat ke sana," katanya. "Tapi terlalu banyak orang, kata tentara tadi, saya tidak boleh mendekat. Jadi, ya saya tetap disini dan menggali. Tapi nanti saya akan ke sana sebentar. Cuma melihat sebentar, ya kan? Seperti kata saya padamu tadi, ini sebuah kehormatan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112156880227274517?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112156880227274517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112156880227274517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112156880227274517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112156880227274517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/ini-sebuah-kehormatan.html' title='Ini Sebuah Kehormatan'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112150261772619214</id><published>2005-07-16T15:24:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T11:55:42.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LSM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nanggroe aceh darussalam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HELP'/><title type='text'>Hari Gini Masih Ada Pungli</title><content type='html'>“Kalau begitu terus kerja aparat Polri/TNI bagaimana masyarakat mau percaya? Sia-sia citra baik yang sedang dibangun mereka. Di kampung-kampung mereka ceramah yang baik-baik di meunasah, tapi di jalanan kelakuannya seperti itu. Bagaimana rakyat percaya,” kata sopir taksi L-300 jurusan Lhokseumawe–Medan yang saya tumpangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Zulfikar. Ia sudah sejak setahun ini menjadi sopir taksi jurusan Medan–Lhokseumawe. Sebelumnya dia pernah bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas PU. Tapi pendapatan dari situ semakin tidak mencukupi kebutuhan hidupnya. Dia lalu mencoba peruntungan lain dengan menjadi sopir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zulfikar orangnya ramah. Suka tertawa. Tubuhnya tegap berisi, pakaiannya bersih. Kumis agak tebal menghiasi wajahnya. Dialek Bahasa Indonesia-nya cukup bagus, tidak seperti orang Aceh kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan kekecewaan itu diucapkannya sambil tersenyum pahit. Dia mengatakan seperti itu setelah saya menanyakan komentarnya atas pungutan liar (pungli) yang dilakukan aparat polisi/ Brimob dalam perjalanan pulang menuju Medan dari Lhokseumawe, Kamis (14/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan pulang dengan waktu tempuh sekitar tujuh jam, saya menghitung ada empat kali distop aparat. Yang pertama di sekitar daerah Lhok Nibong, Peureulak (Polisi dan Brimob), Idi Cut (gabungan polisi, Brimob, dan TNI), dan terakhir di perbatasan Aceh Tamiang-Langkat (Sumatera Utara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua penyetopan pertama, Zulfikar mesti menyetor uang sebesar Rp 2.000. Dari kejauhan petugas memberikan aba-aba untuk mengurangi kecepatan dan meminta sopir untuk menepikan mobilnya. Di situ dua petugas Brimob bersenjata laras panjang berdiri di tengah jalan, dua di sebelah kiri jalan, dan dua lagi di sebelah kanan jalan. Sisanya, duduk di sebuah pos di tepi kiri jalan. Saya tidak sempat melihat asal kesatuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Brimob yang di tengah jalan menyuruh Zulfikar untuk berhenti dan menepi. Semua itu dilakukannya tanpa bicara sama sekali. Hanya kode-kode dengan menggunakan tangan. Tapi Zulfikar mengerti. Ia menepikan kendaraan, merogoh sesuatu dari kantongnya, keluar dari dalam mobil dan tergopoh-gopoh mendatangi petugas yang nongkrong di pos. Ia lalu menyalami petugas itu. Setelah itu ia kembali ke mobil dan kembali melanjutkan perjalanan. Tanpa ada pemeriksaan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tingkahnya itu saya iseng bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kasih berapa, Bang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melirik dari kaca pion di tengah langit-langit mobil. Melihat ke saya yang duduk di bangku paling belakang. Zulfikar tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua ribu, Bang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Astaga!” Saya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya tadi rupanya memancing reaksi penumpang lain. Di perjalanan sore itu, dari 9 penumpang hanya saya dan teman yang jurnalis radio, laki-laki dewasa. Sisanya, empat orang ibu, dua mahasiswi, dua orang anak perempuan, dan satu anak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain saya dan teman saya, rupanya penumpang lain sudah sering melintas di jalan Medan – Banda Aceh dan sebaliknya. Mereka sudah mengetahui perilaku-perilaku aparat seperti itu. Mereka tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alah udah biasa, Bang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus berjalan terus. Jalan lintas Banda Aceh–Medan sore itu lumayan ramai. Mobil-mobil dan bus pengguna jalan umumnya memacu kendaraannya agar lekas tiba di tujuan. Ada kekhawatiran kalau masih di jalan raya setelah matahari balik ke peraduannya. Situasi dan kondisi keamanan di lintasan tersebut tidak tertebak bila malam tiba. Siapa saja bisa menjadi korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di daerah Peureulak, lagi-lagi aparat meminta mobil mengurangi kecepatan. Masih seperti tadi, Zulfikar turun, merogoh saku, dan menemui petugas polisi yang kali ini nongkrong di dalam mobil patroli yang parkir di tepi jalan. Setelah dia “menyalami” setoran, mobil boleh melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih Rp 2.000, Bang?” tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zulfikar mengangguk dan kembali melirik saya dari kaca pion. Dia tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu menanyai tiga penumpang wanita di depan saya. Mereka bertiga kakak–adik. Yang paling pinggir di sebelah kiri adalah istri abang kandung dua wanita di sebelahnya. Keduanya mahasiswi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Yang satu kuliah di Fakultas Ekonomi jurusan manajemen dan yang paling kanan mengambil jurusan Teknik Sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sering lintas di jalan ini kan, Kak? Sering terjadi yang seperti tadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si wanita di depan saya, sebut saja namanya Fitri, warga Lhokseumawe, tertawa. Pertanyaan saya tadi rupanya didengar Zulfikar dan ibu yang membawa anaknya. Si ibu tersenyum. Mereka lalu tertawa. Mungkin mereka berpikir ini perjalanan pertama kali saya ke Aceh dan tak tidak pernah melihat kejadian seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baru tiga hari ini, Bang. Minggu lalu belum ada,” kata Zulfikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasalah, Bang, kayak gak ngerti aja,” kata temannya si Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iyah, tapi kau sadar tidak. Kita juga yang membayar biaya pungli itu. Buktinya ongkos kita jadi makin mahal,” kata Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Ibu tidak mau kalah. “Tak apalah, Dek. Kasihan, mereka sudah seharian menjaga di situ. Lagian kalau cuma Rp 2.000 berapalah. Kecuali seperti dulu dipatok Rp 5.000 – Rp 10.000,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan berlanjut. Masih seputar stop-menyetop dengan dalih pemeriksaan yang ujung-ujungnya duit juga. Dari situ saya mengetahui kalau perilaku buruk aparat itu sifatnya musim-musiman. Kalau sudah ramai diberitakan di koran-koran mereka menghentikan aksinya. Tidak mungkin pimpinan mereka tidak mengetahuinya. Setelah kembali tenang, kutipan dilakukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya memasuki wilayah Idi Cut, bus kami lagi-lagi disuruh menepi oleh polisi. Bedanya, kali ini ada anggota marinir bersenjata lengkap ikut berjaga. Seorang polisi menghampiri bus kami. Ia melongok ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cewek semua yah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak Pak, ada dua cowok di sini,” saya menjawab iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena tak melihat sesuatu yang berbahaya, atau cuma sekedar formalitas, ia menyuruh kami melanjutkan perjalanan. Tanpa embel-embel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau ada tentara tak berani mereka, Bang,” kata Zulfikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iyah, tapi kasihan tentaranya. Polisi minta duit, mereka tidak. Padahal kan sama-sama jaga,” tambah si Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menanyai Fitri lagi. “Biasanya di daerah mana saja aparat menyetop, Kak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu menyebut tiga nama lokasi yang sudah kami lewati, ditambah daerah Sungai Raya dan perbatasan Aceh–Langkat. Saat menyebut Sungai Raya, dia memberikan penekanan berlebih. Belakangan dijelaskannya, di daerah itu selain sweeping aparat, tak jarang juga terjadi sweeping oleh GAM. Malah, sering terjadi kontak senjata di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak takut melihat mereka perang. Sudah biasa. Tapi, kita takut dengan peluru nyasar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali dalam perjalanan menuju Medan, tuturnya, rombongan mereka dan pengguna jalan lain pernah dihentikan oleh kelompok tak dikenal. Mulai dari pukul 17.00 hingga pukul 02.00 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang tak takut, Bang, walau akhirnya dilepas.” Dia lalu mengatakan perjalanan lintas jalan Banda Aceh–Medan sebaiknya dilakukan pagi hari. Biar bisa sampai di tujuan saat matahari masih bersinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perbatasan lagi-lagi Aceh–Sumatera Utara kami distop. Ada dua pos di kiri–kanan jalan. Dua orang petugas Polisi Militer dengan senjata laras panjang berjaga di situ. Zulfikar menyalakan lampu di dalam mobil. Hari sudah mulai gelap. Ia meminta kami membuka kaca pintu masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, petugasnya lumayan ramah. Ia melongokkan kepala lewat kaca depan. Melihat di belakang ada dua orang pria, ia lalu menghampiri. Masih lewat kaca yang saya buka sebelumnya ia meminta kami menunjukkan KTP. Setelah itu kami dipersilahkan melanjutkan perjalanan. Hampir setengah jam lebih kemudian, kami berhenti lagi di sebuah rumah makan untuk makan dan minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil makan saya menanyai Zulfikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturannya, pungli itu kembali marak sepekan belakangan. Biasanya, ada lima titik penyetopan dan sopir mesti menyetorkan duit sebesar Rp 2.000 setiap titiknya. Total jenderal, dia mesti mengeluarkan cost tambahan sebesar Rp 10.000 per harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu sangat memberatkan sopir, tapi apalagi mau dibuat, Bang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lebih dari sekedar uang Rp 10.000 itu, mereka telah merusak harga diri dan citra kesatuannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu mencoba menghitung-hitung. “Satu L300 bisa membawa sembilan penumpang. Satu hari ada ratusan mobil sejenis yang jalan, belum lagi mobil angkutan lain. Bayangkan, berarti ada ribuan masyarakat yang sehari-harinya menonton aksi mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, menurut Zulfikar, citra polisi jadi jelek. Citra baik yang coba dibangun polisi baik-baik jadi sia-sia. “Di meunasah-meunasah (balai desa) kampung, mereka sering memberikan ceramah yang baik-baik. Tapi di tempat lain, seperti tadi, tak sedikit polisi yang berbuat jelek. Bagaimana rakyat mau percaya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kutipan di jalanan itu, setiap bulannya dia mesti membayar Rp 120.000 untuk biaya retribusi keanggotaan sebuah yayasan yang dikelola TNI. Tandanya, dari sticker yang ditempel di kaca depan mobil. Sopir, pemilik mobil mesti membayar dua kali., rute perjalanan Medan–Lhokseumawe, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbal baliknya, kalau mobilnya ditilang polisi dengan denda melebihi Rp 10.000 dia tinggal memberikan surat tilang dari polisi kepada yayasan tersebut. Dan selanjutnya mereka yang mengurus sampai beres. Tapi kalau denda di bawah Rp 10.000 urusan diselesaikannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, dia tidak keberatan dengan sistem ini. Toh ada semacam simbiosis mutualisme, menguntungkan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kok rasanya gak cocok aja ya, Bang? Negara ini kan negara hukum, bukan hukum rimba. Seharusnya tidak begitulah,” katanya bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu bertanya lagi. Seandainya sopir tidak memberikan “setoran” seperti di jalan tadi, apa yang akan terjadi? Zulfikar tertawa. Sambil menarik rokoknya dia menjawab, ”Ya gimana Bang, nyengar-nyengir ajalah. Tapi gak tahulah. Saya selalu setor. Sudah tau sama tau. Ngapain ambil resiko.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu menjelaskan kalau posisi mereka (perusahaan jasa pengangkutannya) lemah karena mobil pengangkutannya pake plat hitam. Sebenarnya ini tidak boleh, karena dilarang oleh undang-undang. Dan itu dimanfaatkan oknum-oknum berseragam di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anggap ajalah sebagai cara memuluskan usaha. Kami sopir dan pemilik mobil juga butuh uang untuk dibawa pulang. Selama kutipan itu hitung-hitungannya masih masuk akal, belum terlalu memberatkan. Tapi gak taulah sampai kapan,” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan malam, perjalanan dilanjutkan sampai akhirnya kami tiba di Medan. Besok, Zulfikar mesti menyupir lagi mengantarkan penumpang lain yang ingin ke Lhokseumawe dan mesti menyiapkan uang-uang setoran itu lagi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112150261772619214?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112150261772619214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112150261772619214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112150261772619214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112150261772619214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/hari-gini-masih-ada-pungli.html' title='Hari Gini Masih Ada Pungli'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112150214385440914</id><published>2005-07-15T15:14:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T11:53:12.699+07:00</updated><title type='text'>Sumbangan Rumah dari LSM tak Dikenal</title><content type='html'>Seandainya setiap penerima bantuan kemanusiaan di Aceh diwajibkan untuk mengucapkan terima kasih kepada pendonornya, tentu saja 213 kepala keluarga (KK) atau 729 jiwa penduduk Desa Kuala Keureutoe Timur, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, akan kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, hampir tidak seorangpun penduduk desa, sekretaris desa, dan geuchik kampung kecil sekitar 30 kilometer dari Kota Lhokseumawe, itu mengetahui pasti nama NGO asing yang telah membantu membangunkan 206 pintu rumah permanen tipe 36 untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak tahu namanya. Yang saya tahu cuma kalau yang membangunkan rumah itu adalah orang Jerman,” kata Ahmad Saleh, 45 tahun. Saleh tidak sendirian, hampir setiap warga Kuala Keureutoe yang saya tanyai juga mengaku tidak tahu. Tak terkecuali Sekretaris Desa Muhammad Thalib, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung saya bisa bertemu dengan &lt;em&gt;Geuchik &lt;/em&gt;(Kepala Desa), M. Nurdin Hasbaalah, 43 tahun, sehari sesudah saya menginjakkan kaki di Desa Kuala Keureutoe Timur. “Yang saya tahu nama NGO-nya Help. Alamat mereka saya tidak tahu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran, saya lalu mencoba bertanya kepada Sekretaris Camat, Sofyan, SE. Sialnya, lagi-lagi dia cuma tahu nama, tidak alamat pasti NGO asal Jerman itu. “Saya tidak tahu. Namanya Help. Kabarnya kantor mereka ada di Lhokseumawe dan Medan. Coba tanya Dinas Kimpraswil di Lhokseumawe,” katanya. Si Sekcam menjawab ogah-ogahan. Mungkin dia lagi banyak kerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban ini keruan membuat saya belingsatan. NGO itu adalah salah satu narasumber utama saya dalam liputan kali ini. Untuk menghilangkan rasa kesal, saya lalu mengobrol dengan dua warga Kuala Keureutoe Timur yang sedang mengantre pembagian jatah hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menginjakkan kaki di Kuala Keureutoe Timur Selasa (12/7) sore. Kampung ini berjarak sekitar 3,5 kilometer dari Kantor Camat Tanah Pasir. Luasnya sekitar 153 ha (data menurut &lt;em&gt;geuchik&lt;/em&gt;). Jalan menuju desa ini sangat jelek. Bervariasi antara jalan aspal keriting dan tanah bergelombang dengan lebar tak sampai dua meter. Kalau sistem suspensi kendaraan Anda tidak baik, sebaiknya tidak usah datang ke sana. Bisa-bisa kendaraan Anda terjungkal saat terpaksa melintasi kubangan besar. Untung, jalan itu kering. Saya tidak bisa membayangkan kalau habis hujan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kiri kanan jalan terlihat tambak milik warga yang masih terbengkalai sehabis dihajar tsunami Desember lalu. Warga belum mengerjakan tambak yang tadinya digunakan untuk memelihara ikan bandeng dan kerapu itu. Jauh sebelumnya, warga pernah pelihara udang windu juga. Tapi kebanyakan gagal, karena terserang virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi petani tambak memang menjadi sumber mata pencaharian utama warga selain nelayan dan petani sawah. Tak heran, dari 153 hektar luas desa, lebih setengahnya atau sekitar 60-70 hektar digunakan warga menjadi tambak ikan bandeng dan kerapu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tambak-tambak itu terbengkalai karena warga tak punya duit untuk merekondisinya. Endapan lumpur berkadar garam tinggi yang dibawa gelombang tsunami masih mendominasi tambak. Untuk membersihkan atau mengorek lumpur tersebut pemilik tambak mesti membayar ongkos Rp 35.000 untuk areal seluas 5 x 5 meter atau satu sumur, istilah penduduk setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengira tidak ada kendala lain. Meski mampu membayar, kesulitan berikutnya adalah saluran air. Memang sudah ada NGO asing yang membantu membuatkan saluran air untuk mengairi tambak. Tapi masih jauh dari cukup. Selain itu, persoalan modal untuk membeli bibit adalah momok utama. Makanya jangan heran kalau warga memilih untuk menelantarkan tambak begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga warga yang tetap optimis untuk bekerja. Setidaknya untuk bangkit untuk mengejar rejeki yang sempat dibawa arus tsunami. Misalnya Ahmad Saleh itu. Bapak lima anak ini setiap hari bekerja untuk memperbaiki tambaknya seluas lima hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Daripada saya berdiam di barak bisa stres. Apalagi kalau teringat dua anak saya yang meninggal dibawa tsunami,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, pria berkumis lebat ini mengerjakan tambaknya yang dibantu saudaranya. “Lumayanlah, sedikit lagi sudah bisa digunakan. Cuma, saya bingung darimana dapat modal beli bibitnya.”&lt;br /&gt;Modal usaha menjadi kendala utama di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kuala Keureutoe Timur saya melihat pembangunan 206 unit rumah itu berjalan lancar. Menurut keterangan Thalib, sekretaris desa, rumah-rumah itu dibagi menjadi tiga blok. Rumah permanen ini, tipenya 36 atau ukuran 5x7 meter. Bahan yang digunakan tidak sembarangan. Batunya bagus, dan kosennya dari kayu berkualitas lumayan. Rumah itu memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi kecil di belakang rumah. Malah masing-masing pintu dilengkapi dengan sumur bor. Enaknya, rumah itu dibangun memiliki halaman. Tidak berdempet layaknya rumah bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembangunan sudah berjalan sekitar sebulan lebih. Targetnya, kata Sekdes selesai dalam empat bulan. Melihat kondisi saat itu, kalau berjalan lancar, saya memperkirakan seluruh rumah akan selesai dalam tiga bulan mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah-rumah itu dibangun di atas lahan milik masing-masing warga. Makanya, di setiap rumah ditempeli nama pemiliknya. Kata Pak &lt;em&gt;Geuchik&lt;/em&gt;, lokasi rumah asli (sebelum dihantam tsunami) warga tak berubah. Memang beberapa rumah berpindah, karena lokasinya sudah tidak aman untuk ditinggali. Prosesnya dilakukan dengan cara musyawarah. Enak sama enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kampung kami memang termasuk mendapat rejeki bagus. Warga patut bersyukur,” kata Thalib lagi.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, di tempat lain untuk mendapat barak penampungan saja susah, di sini warga malah dapat bantuan rumah permanen. Sementara pembangunan berlangsung, warga tinggal di barak di Lapang, Desa Matang Tunong, Kecamatan Tanah Pasir, sekitar 7 kilometer dari kantor kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total ada 15 barak di lokasi itu, masing-masing barak memiliki 12 kamar seluas sekitar 5x4 meter. Di depan pintu kamar ada koridor selebar sekitar 1 meter. Di situ warga meletakkan peralatan masak-memasak. Saya berkunjung ke barak itu pada Rabu (13/7) siang. Hampir tidak ada warga laki-laki. “Ada yang pulang kampung, atau mengambil jadup ke Tanah Pasir,” kata seorang ibu yang saya jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghuni barak juga rutin mendapatkan bantuan peralatan kebutuhan sehari-hari. Mereka juga dapat jatah beras sebanyak 12 kg/ per jiwa/ bulan. Malah, kelompok ibu-ibu dan remaja putri mendapat bantuan 1 unit mesin jahit untuk setiap kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebagian rejeki seperti yang dikisahkan Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pembangunan rumah-rumah itu bukan tanpa hambatan. Awalnya, sempat terjadi peristiwa kontroversial yang sempat menghiasi halaman surat kabar. Ceritanya, seperti dikisahkan Thalib, Maret lalu musyawarah Desa Kuala Keureutoe Timur disaksikan unsur Muspika Kecamatan, menghasilkan kesepakatan agar seluruh kepala keluarga warga desa membayar Rp 150.000 untuk biaya pengurusan sertifikat tanah dan membeli kelebihan lahan untuk membangun meunasah, pesantren, dan poliklinik desa. Syarat sertifikat itu sendiri adalah permintaan NGO asing yang menjadi pendonor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga saat itu setuju. Dana lalu dikumpulkan. Tapi prosesnya tidak semulus yang diperkirakan. Selain karena warga tidak punya duit banyak, pengutipan uang untuk keperluan sertifikasi tidak dibolehkan karena sudah ditalangi pemerintah. Intinya, pembuatan akta tanah korban tsunami bebas biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi warga tak punya pilihan lain. Siapa &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; yang tak kepingin punya rumah bagus hanya dengan mengeluarkan biaya Rp 150.000? Walau sampai ada yang terpaksa menjualkan beras jatah hidup. Uang pun terkumpul dan malah sudah sempat digunakan untuk membayar biaya penyambutan unsur Muspika saat peletakan batu pertama oleh Camat Tanah Pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini lalu sampai ke telinga Pejabat Bupati Aceh yang baru dilantik, Tarmizi Abdul Karim. Ia terkejut saat mengetahui adanya pengutipan dana tersebut. Ia lalu memerintahkan camat setempat segera mengembalikan uang pengungsi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perintah ini jelas membuat kami kelimpungan. Karena desa sudah terlanjur membeli kelebihan lahan milik Abdul Amin (juga warga desa) untuk keperluan pembangunan meunasah, pesantren, dan poliklinik desa. Tapi uang tetap mesti dikembalikan seluruhnya,” ujar &lt;em&gt;Geuchik&lt;/em&gt; Hasballah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai sebulan setelah pengutipan, seluruh uang kembali dipulangkan kepada warga desa. Pemulangannya dilakukan di Kantor Camat Tanah Pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Total utang desa sebesar Rp 6 juta. Untunglah merupakan pinjaman lunak dari Pak Amin. Jadi tidak ada batas pengembaliannya,” tambah Hasballah. Sekarang ini kas desa sudah berhasil mengumpulkan duit pengembalian utang sebesar Rp 2 juta. Sisanya, sedang dipikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun proses sertifikasi itu sendiri masih dalam proses pengurusan. Di tingkat kecamatan sebenarnya sudah selesai, tapi di tingkat desa masih banyak kekurangan. Maklum saja, sistem yang mereka gunakan manual dan darurat. Keterangan sebagai pemilik sah hanya dibuktikan lewat surat yang tersisa. Selebihnya, hanya mengandalkan keterangan saksi yang menyatakan orang yang bersangkutan memang pemilik tanah yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan karena tsunami, dalam kondisi normal saja jangan terlalu berharap penduduk memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah. Biasanya, mereka mendapat rumah sebagai warisan turun temurun dari orangtuanya. Jarang penduduk desa terpikir untuk membuat sertifikat. Sertifikat tanah adalah barang langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang sudah kembali seluruhnya, pembangunan rumah berjalan seperti yang direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donatur yang baik hati itu sepertinya tidak mau ambil pusing. Setelah permintaan sertifikat tanah dipenuhi penduduk mereka lalu menjalankan program. Ada beberapa kali bule Jerman datang ke Kuala Keureutoe Timur untuk survei lokasi. Prosesnya tidak ribet. Tak sampai sebulan pembangunan dimulai. Penduduk desa dilibatkan. Masing-masing pemilik rumah diwajibkan untuk ikut membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biar mereka ikut mengawasi pembangunan. Jangan nanti komplain setelah bangunan selesai,” kata Pak &lt;em&gt;Geuchik&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya itu tadi. Entah karena alasan susahnya berkomunikasi dengan orang Jerman atau karena hal lain aparat desa tidak mengetahui alamat pasti NGO Help yang membantu mereka. Sekretaris Kecamatan Tanah Pasir juga mengaku tidak tahu. Padahal saya butuh konfirmasi dari mereka soal pembangunan rumah itu. Berapa biaya yang dihabiskan untuk membangun tiap unit rumah, bestek bangunan, target selesai, sumber dana, dan kontraktor yang membangun rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak berhasil mendapat info tersebut di Tanah Pasir, saya lalu balik ke Lhokseumawe untuk mencari tahu. Mungkin ada teman-teman NGO yang mengetahuinya, pikir saya. Atau mungkin beruntung bertemu dengan mobil staf mereka di kota. Saya lalu mencoba mencari tahu ke beberapa teman di Jakarta dan Medan. Tapi hasilnya nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sore saya coba telusuri kantor beberapa NGO asing. Dari satu alamat kantor pencarian berkembang ke alamat kantor lain. Sampai akhirnya saya menemukan satu kantor lembaga kerjasama Pemerintah RI–Jerman yang bertugas mengoordinasikan seluruh aktivitas NGO Jerman di Aceh Utara. Sialnya, lagi-lagi mereka tidak mengenal NGO bernama Help!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak pernah dengar. Yang ada cuma Maltesser,” kata seorang staf mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, saya coba cek melalui &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt; di internet. Berbagai kata kunci saya coba. Tapi tetap nihil. Nama NGO ini tidak muncul sama sekali. Hal ini tentu saja memancing tanda tanya besar. Dua jam lebih waktu saya habiskan di warnet untuk mencari. Tapi tetap tidak ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, Kamis (15/7) pagi saya coba tanya ke bagian Humas Kantor Bupati Aceh Utara. Tapi lagi-lagi mereka tak punya data soal NGO asing yang melakukan operasi kemanusiaan di sana. “Coba cek ke bagian umum,” kata seorang ibu staf humas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112150214385440914?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112150214385440914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112150214385440914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112150214385440914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112150214385440914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/sumbangan-rumah-dari-lsm-tak-dikenal.html' title='Sumbangan Rumah dari LSM tak Dikenal'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112150163122439564</id><published>2005-07-14T12:27:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T11:54:25.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LSM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nanggroe aceh darussalam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HELP'/><title type='text'>Help (me)!</title><content type='html'>Seharian tadi aku berdua Fik Sagala kembali mengunjungi Kecamatan Tanah Pasir, sekitar 30 km dari Kota Lhokseumawe. Masih ada beberapa hal yang perlu ditanyakan ke Camat Tanah Pasir, Razali. Terutama item NGO Jerman yang membangunkan rumah untuk warga Kuala Keureutoe Timur, Tanah Pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi kami bangun kesiangan. Soalnya tadi malam tidurnya memang agak kemalaman, sekitar jam 1.00. Aku iseng menelpon beberapa kawan, memanfaatkan fasilitas menelpon murah oleh provider Telkomsel. Cuma Rp. 18.000 per jam. Bisa kemana-mana lagi, asal masih sesama provider.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya, sampai di kantor camat, orang yang kami cari sedang tidak berada di tempat. Kata seorang staff nya, dia lagi ada pertemuan di tempat lain. Sekcam nya juga ikut-ikutan. Kami lalu memutuskan untuk menunggu sambil minum teh di sebuah warkop tak jauh dari kantor camat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi kantor camat cukup ramai. Beberapa warga, terutama asal Kuala Keureutoe Timur, ngantri mengambil dana Jadup alias Jatah Hidup. Setiap jiwa mendapat jatah Rp. 3.000 per hari dan mereka sudah menerima sebanyak 3 kali paska tsunami. Tanggal pencairannya tidak menentu. "Tak masalah tanggalnya, yang penting tetap bisa diambil," kata seorang warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warkop yang kami singgahi juga sedang ramai pengunjung. Orang Aceh memang sangat suka nongkrong di warkop. Mereka betah berlama-lama duduk sambil ngobrol bersama teman-teman mereka. Setelah menghabiskan segelas teh manis (disitu segelas teh manis seharga Rp. 750,- gelasnya gelas besar) kami kembali ke kantor camat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pak camat belum datang juga. Tapi sekcam nya sudah duduk di mejanya. Daripada menunggu camat yang tak jelas datang jam berapa, aku lalu menanyai si sekcam. Masih soal pembangunan rumah itu. Sayangnya, si sekcam agak-agak kuper orangnya. Tak satupun pertanyaan saya dijawab dengan memuaskan. Yang lebih membuat dongkol, dia tidak mengetahui pasti nama NGO asal Jerman yang membangunkan 206 unit rumah tipe 36 untuk warga Kuala Keureutoe Timur itu. Lucunya, dia tidak mengetahui NGO tersebut berkoordinasi dengan instansi mana dalam membangun rumah bantuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak tahu, mungkin saja koordinasi dengan Dinas Kimpraswil," katanya ogah-ogahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba memancing lebih jauh, sayangnya pak sekcam tetap passif. Padahal, orangnya masih muda. Setelah aku cek lagi, ternyata dia seorang sarjana dan saat ini berpangkat penata dengan golongan IIIC, tapi kok sikapnya kurang pantas yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak memuaskan, aku memutuskan untuk mengunjungi langsung barak pengungsi di desa Lapang, Kecamatan Tanah Pasir. Siang tadi, tak seorangpun terlihat warga laki-laki. Hanya kaum ibu dan anak-anak. Ada yang tidur-tiduran, masak, nyuci pakaian, dan kesibukan-kesibukan lain. Aku sempat ngobrol dengan salah satu ibu disitu. Dia istri sekretaris desa Kuala Keureutoe Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak dari kantor camat - desa Lapang lumayan jauh, sekitar 4 - 5 kilometer. Jalannya buruk, sebagian hanya jalan berlapis tanah. Debu berterbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat-lihat kondisi barak, kami kembali ke kantor camat dan bertemu dengan &lt;em&gt;Geuchik&lt;/em&gt; Kuala Keureutoe Timur. Aku kembali mengcross check keterangan yang diberikan sekdes sehari sebelumnya. Hampir tak ada yang berbeda, hanya sedikit di jumlah KK warga dan rumah yang dibangun. Sayangnya, dia juga tidak mengetahui banyak soal NGO HELP! yang membangunkan rumah untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 14.00 kami makan siang di rumah makan Cirasa, tempat yang sama dengan hari sebelumnya. Menunya lagi-lagi Kari Kambing. Menu yang satu ini sepertinya menjadi menu wajib rumah makan di Aceh. Hampir setiap restoran, besar atau kecil menyediakan kari. Sambil makan aku sempat sms an dengan beberapa teman di Medan dan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buyung, teman di Medan, malah mengajak aku ikut serta ke Penang hari Jumat mendatang. Tawaran yang cukup menarik. Bisa dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, kami kembali mendatangi kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan di depan Kantor Bupati Aceh Utara. Tapi si kepala dinas sedang tak ditempat. Interview kami undur sampai besok pagi. Setelah itu kami kembali mencari tau keberadaan NGO Help. Sayangnya, lembaga ini seperti siluman. Tak satupun orang yang kami tanyai mengetahuinya. Bahkan, koordinator NGO Jerman di Lhokseumawe juga tidak tahu. Ada apa dengan Help?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore tadi kami sempat ketemu dengan Sri Mulyani di kantor salah satu NGO Asing. Mul, mantan wartawan Harian Medan Bisnis sudah hampir tiga bulan bekerja di NGO itu. Posisinya sebagai field officer. Tapi Mul juga tidak mengetahui soal Help.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ini tentu saja bisa bikin pusing. Lembaga ini adalah salah satu narasumber kunci liputan ini. Soalnya mereka yang mendonor pembangunan rumah-rumah tersebut, berapa dananya, kapan proyek dimulai dan selesai, dan tetek bengek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak dapat juga, aku dan Fik lalu memutuskan untuk duduk-duduk di sebuah cafetaria di jalan Merdeka. Cafe itu sepertinya tempat nongkrong anak muda Lhokseumawe. Aneka juice tersedia, harganya cukup murah. Aku memesan juice mangga, dan Fik memesan semangka. Kami memilih roti bakar keju sebagai cemilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama duduk di kursi, kami disodorin sebuah form &lt;em&gt;request&lt;/em&gt; lagu. Pengunjung bisa memesan lagu dan mengirimkannya untuk pengunjung lain. Kocak, seperti cafe di Medan di awal 90'an. Aku meminta diputarin lagu Glenn Fredly, Sedih Tak Berujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai satu jam duduk disitu kami pulang ke rumah. Ah, badan rasanya sangat letih. Tidur sebentar pasti bisa melemaskan otot-otot.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112150163122439564?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112150163122439564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112150163122439564' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112150163122439564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112150163122439564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/help-me.html' title='Help (me)!'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14538215.post-112150124776206292</id><published>2005-07-13T12:15:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T11:50:13.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nanggroe aceh darussalam'/><title type='text'>Ini Aceh Bang!</title><content type='html'>"Ini Aceh Bang, semuanya serba tak menentu. Salah-salah ngomong bisa-bisa nasib kita tak menentu. Mudah-mudahan Abang bisa bantu saya," kata seorang petani tambak di Gampong Jambo Mesjid, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh Utara usai saya interview siang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia seolah-olah meminta saya untuk lebih awas menuliskan ulang kisah yang diceritakannya. Bukan apa-apa, disini nyawa orang gampang melayang. Malah hanya karena salah ngomong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menginjakkan kaki di Kota Lhokseumawe Senin sore kemaren. Mini bus L-300 yang saya tumpangi termasuk lambat. Perjalan Medan - Lhokseumawe baru terselesaikan dalam waktu hampir 7,5 jam. Padahal, cerita teman saya yang dari Lhokseumawe biasanya paling lama cuma sekitar 6 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gak apalah. Tokh saya tidak mesti mengejar apa-apa. Yang penting sampai dengan selamat.&lt;br /&gt;Ini merupakan kesempatan saya yang pertama liputan ke Lhokseumawe. Saya belum pernah kemari sebelumnya. Tapi untungnya, walau satu hari, hampir sebagian besar kota ini sudah saya jelajahi tadi siang. Malah, pesisir pantai Aceh Utara hampir rata saya jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari kemukiman Meuraxa, Samudera, sampai ke kecamatan Tanah Pasir saya lewati tadi siang bersama teman jurnalis dari Radio Prapanca FM, Fik Sagala, dan dua orang lokal yang membantu kami sebagai guide. Kedua orang itu bisa diandalkan, mereka mengetahui benar seluk beluk jalan di pesisir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Lhokseumawe tak begitu besar. Mungkin, untuk mengelilingi kota ini hanya butuh waktu 1 hari. Jalanannya ramai. Terutama oleh becak mesin. Becaknya mirip dengan becak mesin di Medan. Dihela mesin motor tua jenis DKW 50 cc yang suaranya memekakkan telinga dan asapnya yang sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tukang becak cerita, disini ada sekitar 6000 lebih becak mesin. Gila, bisa dibayangkan bagaimana persaingan antar abang beca untuk mendapat penumpang. Begitupun, si abang becak cerita dia bisa membawa pulang duit sampai Rp. 30.000 setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, disini hampir tak ada tempat hiburan. Dulu ada bioskop dan cottage di daerah Ujung Blang. Tapi sekarang sudah tak ada lagi. Bioskop tutup karena sepi penonton. Sedangkan Ujung Blang ditutup karena banyak remaja yang menyalahgunakan tempat wisata itu menjadi tempat berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana tsunami Desember lalu juga mampir disini. Sisanya masih terlihat jelas di perkampungan di sepanjang pesisir pantai Aceh Utara. Rumah-rumah banyak yang hancur. Terutama yang semi permanen. Yang tersisa hanya lantai rumah dan tembok batunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi banyak warga yang mulai membangun ulang rumahnya. Walau tidak sebagus rumah yang lama, tapi lumayanlah dari pada tinggal di barak-barak penampungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kami tadi siang lumayan lama. Menghabiskan waktu sekitar 9 jam dan total jarak tempuh sekitar 70 km. Jangan bayangkan jalannya mulus, karena jalur yang kami lewati adalah jalanan tanah bergelombang. Khas daerah pedesaan. Lembu dan kambing berkeliaran bebas. Tak jarang, melintas di tengah jalan seenaknya.&lt;br /&gt;Besok, rencananya saya akan kembali mendatangi satu tempat yang kami datangi tadi siang. Ada beberapa hal yang mesti dikonfirmasi ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan berhasil.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Denny Sitohang&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14538215-112150124776206292?l=sitohangdenny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/feeds/112150124776206292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14538215&amp;postID=112150124776206292' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112150124776206292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14538215/posts/default/112150124776206292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitohangdenny.blogspot.com/2005/07/ini-aceh-bang.html' title='Ini Aceh Bang!'/><author><name>denny sitohang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07780523273579440511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_UlfMMbeWAiA/Rtso11vnc4I/AAAAAAAAAB4/NRXqjXceJW0/s320/denny.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
